RENUNGAN TENTANG SEMUT - SEMUT KECIL


 

RENUNGAN TENTANG SEMUT - SEMUT KECIL 

 

Bismillahirrahmanirrahiim...

Salah sebuah kajian sederhana yang membuat “perubahan besar” dalam kehidupanku. Bahwa semut kecil adalah mahkluk ciptaan Allah. Yang mempunyai hak hidup yang sama dengan makhluk ciptaan yang lain termasuk manusia. Punya rasa sakit. Bisa berdzikir. Bisa mengadu kepada Tuhannya jika teraniaya. Ada hubungan pembunuhan semut-semut kecil dengan keberuntungan manusia. Ingin tahu ? Penasaran ? Baca disini.

Sahabat NiniekSS dimanapun berada...

Dulu dalam perjalanan aku sakit, pernah terjadi keadaan yang menurutku teramat sangat memprihatinkan. Aku sedang dalam kondisi sakit maag dan asam lambungku yang sangat parah. Sehingga untuk bangun dari tempat tidur saja memerlukan perjuangan yang besar. Dari posisi berbaring ke posisi duduk, rasanya lemas sekali tak ada tenaga. Rasa dingin menusuk tulang selalu menyerang setiap saat, meskipun hari terik menyengat. Mata berkunang-kunang. Tubuh gemetar dan lemas. Keringat dingin membanjiri tubuh. Lambung rasanya pedih kaya disobek-sobek.

Saat itu jam 11 siang. Aku masih ingat betul. Nanti jam 1 siang Addin putriku satu-satunya yang waktu itu masih sekolah di SD, pulang. Dirumah hanya ada nasi sisa makan pagi. Tak ada sesuatupun yang bisa untuk teman makan anakku. Telor tidak. Mi tidak. Sayur tidak. Apalagi lauk. Garam juga pas habis. Kecap sachetan, 2 sachet yang mampu terbeli, tadi pagi adalah sachet terakhir untuk sarapan anakku teman nasi. Sebentar lagi Addin pulang. Blas tak ada sesuatupun untuk teman nasinya. Jiwaku seperti dibelah-belah. Benar-benar merasa Tuhan tidaklah adil. Sementara sebelah rumahku adalah ibu muda cantik pegawai Bank, dan suaminya pejabat pabrik rokok yang kaya raya, rumahnya mentereng, mobilnya 4 biji dengan harga masing-masing ratusan juta rupiah.

“Mengapa Engkau sandingkan aku yang Engkau beri kondisi seperti ini dengan tetangga yang berkelimpahan seperti itu Ya Allah.  Apa KehendakMu” pertanyaanku dalam hati..Aku tak pernah mengiri kepada kebahagiaan orang lain, hanya heran pada ketentuan takdir untuk masing-masing orang.

Aku kemudian merangkak bangun dari pembaringan, sekuat tenaga aku duduk, perlahan, lalu sujud di lantai yang tegelnya sudah pecah-pecah dimakan usia. Sudut mataku selalu menangkap lemari pakaian satu-satunya milikku yang kondisinya sudah tak pantas disebut lemari, karena separuh pintu penutupnya sudah bolong dimakan rayap. Walaupun namanya lemari pakaian tapi pintunya sudah bolong separuh, melompong, sehingga semua baju usang yang ada didalamnya kelihatan semua. Ya bajuku, baju suamiku serta baju Addin anakku ada disitu. Bertahun-tahun lemari itu berkondisi seperti itu, saking tak pernah ada uang tersisa untuk sekedar memperbaikinya agar tertutup.

Aku kemudian sujud.  Dengan air mata yang bercucuran aku memohon kepada Allah:”Ya Allah, Jika Engkau ada untukku, berilah aku sayuran mentah, untuk teman makan anakku Ya Allah..Jangan Engkau uji aku dengan sesuatu yang aku tak mampu menjalaninya. Saat ini aku tak punya apa-apa. Tapi aku tak meminta lebih. Aku hanya minta sayuran ala kadarnya untuk anakku. Anakku sebentar lagi pulang Ya Allah. Masih ada waktu untukku memasakkan anakku. Aku yakin Engkau akan memberinya karena aku tak pernah meminta lebih daripada apa yang kubutuhkan.  Dan tunjukkan dosaku yang mana Ya Allah sehingga fakirku Engkau jadikan sedemikian”  Itulah doaku dalam sujudku...

Sungguh ajaib. Tak berapa lama, ada teman sepenanggungan kami namanya Pak Santo. Tiba-tiba mengetuk pintu sambil mengucapkan salam. Akupun membalasnya. Ternyata Pak Santo datang sambil membawa 2 bungkus sop-sopan mentah. Sembari bilang :”Mbak Nien, aku kok aneh yo, aku ki ke warung mau cari sop-sopan. Kok tiba-tiba aku inget mbak Nien. Yo wislah aku beli 2 satunya untuk mbak Nien yo ? Dah masak belum?” (Mbak Nien, aku kok merasa aneh ya ? Aku itu tadi baru saja ke warung, mau cari sop-sopan. Tiba-tiba aku kok ingat Mbak Nien. Ya sudah aku beli 2 bungkus, satunya untuk Mbak Nien. Sudah masak belum ?). Aku menggeleng sambil tak mampu membendung air mataku. Aku tanpa malu sujud syukur disaksikan Pak Santo. Suamiku yang sedang membuang sampah tak lama kemudian datang. Subhanalloh. Doaku didengar Allah dan langsung dikabulkanNya.

Dengan badan sempoyongan tak karuan, segera kumasak sop-sopan. Matanglah sudah sayur sop kesukaan anakku. Lalu aku kembali ke pembaringan lagi dengan tubuh tak karuan rasanya. Alhamdulillah Ya Allah..Akhirnya anakku lahap makan siang dengan nasi dingin pagi + sayur sop yang masih hangat. Anakku tak pernah menuntut minta lauk ini atau itu. Apa yang ada selalu dimakan. Apalagi porsi makannya hanya sedikit.
 

Soal Renungan tentang semut-semut kecil...

Aku punya kebiasaan, ketika dulu sakit, sehabis sholat subuh membersihkan gelas kotor bekas minum teh tamu semalam. Karena memang kami sering banyak tamu. Jika saya pas sehat, malam itu juga gelas-gelas yang kotor selalu kucuci. Tapi jika badanku lagi tak nyaman, gelas-gelas kotor itu kubiarkan hingga pagi harinya barulah kucuci. Nah aku punya kebiasaan jahat waktu itu, jika ada semut-semut yang mengerubungi gelas langsung kuketuk-ketukkan terbalik, dan sisa semut yang menempel pada gelas , yang masih hidup, langsung kuguyur dengan air untuk segera kucuci. Tanpa perasaan !

Tapi pagi subuh itu, ada pikiran yang melintas. Semut itu kan makhluk. Dia hidup. Dia juga punya rasa sakit. Dia bisa berdzikir. Dia juga bisa berdoa kepada Allah jika teraniaya. AKU TERSENTAK !!! Tiba-tiba aku dihantui ketakutan yang sangat. Membayangkan, betapa menderitanya ketika semut-semut itu kuguyur dengan air, agar gelasnya bersih ? Astaghfirullahaladziim. Berarti ketika semut-semut kecil itu kuguyur dengan air tentu rasanya seperti seseorang yang terkena gelombang tsunami. Aku membayangkan, apa doa yang semut-semut itu naikkan kepada Allah ketika semut-semut itu mendapat perlakuan aniaya dariku ?

Saat itu aku lalu taubat nasuha sejadi-jadinya untuk satu dosa kepada semut-semut kecil itu. Aku sangat menyesal, dan membayangkan penderitaannya ketika kuguyur dengan air banyak. Aku berharap dengan sangat Allah berkenan mengampuni dosaku yang satu itu. Bukankah aku sering berdoa :”Ya Allah, tunjukkan dosaku yang mana Ya Allah, sehingga fakirku Engkau jadikan sedemikian ?”

Sungguh aneh, setelah itu, tak lama kemudian, sejak pagi hari hingga sore, tak putus-putusnya rejeki datang dari mana-mana. Ada saudara yang datang ngasih uang. Ada tetangga yang ngasih beras. Ada teman yang bawa telur mentah, gula dan teh. Bahkan Bu RT. datang membawa ayam bumbu bacem yang enak sekali dan kue mahal yang lembut...Saya lalu membatin :”Apa-apaan ini Ya Allah?”. Terharu. Gembira. Bersyukur. Campur aduk. Saya sujud syukur atas kejadian yang menghebohkan itu.

Sejak saya memuliakan semut, menunggu semut-semut kecil yang merubungi sisa teh dalam gelas pergi semuanya sebelum kucuci, sejak saya tak pernah lagi membunuh semut-semut kecil dengan biadab tanpa perasaan, meski seekorpun, rejeki selalu datang mengalir seperti anak sungai hingga sekarang.

Inilah yang ingin kusampaikan kepada kalian teman-temanku semua, jangan putus asa untuk memohon kepada Allah, tentang dosa-dosa kita yang menghijab turunnya Rahmat dan Karunia Allah kepada kita yang membuat hidup kita jadi susah, sulit, banyak masalah, banyak hutang, tak rukun dengan pasangan hidup, suka marah, iri dengki, pencemburu, jadi susah faham, susah ibadah, jauh dari rasa cinta, jauh dari kebahagiaan. Semua bersumber pada DOSA-DOSA YANG MENGHIJAB diri.

Itulah yang selalu kuburu dalam setiap doa-doa saya, ketika satu dosa Allah tunjukkan, kita bertaubat, Allah mengampuni, maka hilang lagi satu penderitaan, sehingga setiap kali kehidupan kita terus semakin bahagia dan bahagia. Dan terus makin enteng jiwa kita, dan sedikit-demi sedikit kita secara otomatis menjadi semakin berkurang kecintaan kita kepada dunia, beralih kepada memikirkan akherat, yang selalu kita rindukan. Semua apa yang kita kerjakan berkiblat ke akhirat, karena dunia ternyata menjerumuskan, dan mengerikan dampaknya.

Setelah kejadian itu, ada lagi keajaiban yang lain.

Ketika itu bulan Ramadhan. Seneng dengan kedatangannya, tapi sedih banget, karena dalam keadaan sakit harus menyediakan menu untuk buka dan makan sahur anak dan suami. Yang tentu sangat menyulitkan dan merepotkan dalam kondisi saya yang maagnya sedang parah. Nah diluar dugaan. Dari Ramadhan hari pertama hingga Ramadhan hari terakhir menjelang takbir, Ibu RT. selalu setiap hari mengirim makanan komplit. Dari mulai sayur, lauk, snack, dan buahnya.  Layaknya seperti saya langganan kuliner dari restaurant bergengsi. Karena makanan yang diberi oleh Ibu RT. cukup istimewa setiap harinya. Sering setiap kedatangan Bu RT. mengantar masakannya, saya peluk, saya ciumi pipinya sambil berderai air mata, saking bersyukurnya kepada Allah, berterima kasih kepada Bu RT. Yang hatinya bagaikan malaekat.

Siapa yang takkan takjub atas kasih sayang Allah kepada keluarga kami khususnya kepada saya ? Saya pada Ramadhan itu benar-benar merasa dimanjakan oleh Allah. Sebulan full tidak perlu mikir bagaimana mencari uang ? Mau masak apa ? Karena sudah selalu diantar setiap hari dengan masakan yang enak-enak oleh Bu RT. Komplit !!! Subhanalloh Allah Hu Akbar.

Saya yaqin banget, bahwa hal ini salah satu juga yang telah menjadi asbab sembuhnya sakit maag saya, karena sebulan full bebas dari berpikir. Bukankah orang sakit maag, tak boleh banyak pikiran ? Maka setiap datang bulan Ramadhan, saya selalu ingat kebesaran Allah dalam menyayangi salah satu hambaNya. Saya. Dalam setiap detik-detik yang berlalu disepanjang bulan Ramadhan, hanyalah ada air mata syukur dan syukur yang tiada henti. Itulah salah satu perjalanan kesembuhan saya.

Sampai disini dulu kisah saya, semoga manfaat. Sampai jumpa insya Allah pada artikel yang akan datang. Jika banyak salah dan khilaf saya pada pembaca. Mohon maaf lahir dan batin, semoga Allah juga mengampuni semua dosa-dosa kita, serta selalu berkenan menunjukinya kita jalan yang benar. Aamiin Ya Rabbal’alamiin. Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Purworejo 10 Mei 2020
Salam Penulis,
NiniekSS

 


 

RABU KELABU BAGI ACEH


 

RABU KELABU BAGI ACEH 

 

Bismillahirrahmanirrahiim...

 

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un 

Melalui media ini, saya mengucapkan turut berbela sungkawa yang sedalam – dalamnya, kepada seluruh saudara – saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air di Aceh, yang saat ini sedang mengalami duka yang amat mendalam karena musibah gempa bumi yang menimpa Tanah Aceh pada Rabu tanggal 7 Desember 2016 pagi.

Juga kepada semua teman – teman, serta sahabat sakit maag dan gerd, yang bertempat tinggal di Aceh yang ikut terkena musibah ini.
Terutama yang telah kehilangan keluarga, sanak saudara dan handai taulan dalam musibah ini. Semoga SOHIBUL MUSIBAH diampuni dosanya oleh Allah SWT, meninggal dalam husnul khotimah, mendapatkan jalan yang lapang di Sisi Allah SWT. serta ditempatkan dalam jannahnya yang penuh kemuliaan. Bagi anggota keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kesabaran serta ketabahan. Sebab, semua apa yang ada di dunia ini hanyalah titipan dan pinjaman dari Allah SWT. Amin Yaa Robbal'alamin...

Jika saatnya akan diambilNya, maka mau tidak mau kita semua haruslah ikhlas. Apa yang diambil kembali oleh Allah, pasti ada ketidakbaikannya bagi kita, jika itu terus ada pada kita, apapun itu. Allah lebih Maha Tahu...Oleh karena itu tak ada yang perlu disesali, hendaklah sabar dan tawakkal itulah yang perlu kita lakukan dalam setiap musibah yang menimpa.

Sahabat Niniek SS di Aceh..

Betapa berat musibah ini...

Allah SWT. Maha Kuasa atas segala KehendakNya...Demikian juga dengan kejadian gempa di waktu shubuh yang menimpa Tanah Aceh tepatnya di Kabupaten Pidie pada Rabu pagi...tanggal 7 Desember 2016...Sebuah kejadian yang tak disangka tak dinyana. Saat masyarakat Aceh melaksanakan sholat subuh, terjadilah musibah tersebut.

Hidup ini adalah ketidak pastian !

Betapa kita hidup di dunia senantiasa dalam ketidak pastian. Bisa sehat bisa sakit. Bisa bahagia bisa berduka. Bisa selamat bisa celaka. Bisa sedih bisa gembira. Bisa beruntung bisa sial. Bisa yang miskin tiba – tiba diberi jalan kekayaan oleh Allah. Dan bisa pula yang kaya, tiba – tiba Allah menghendakinya jatuh bangkrut, sebangkrut – bangkrutnya !

Antara sukses dan kegagalan jaraknya tipis sekali. Dalam sekejab semuanya bisa berubah, jika Allah telah Berkehendak. Yang semuanya tak disangka dan tak dinyana ! Oleh karena itu, hanya kepada Allah sematalah kita hendaknya menyerahkan diri dan bergantung harap. Bukan kepada sesuatu yang lain ! Karena penentu takdir hanyalah Allah SWT.

Jika kita sudah bertekun didalam penyerahan diri secara total kepada Allah SWT, saya “yakin” bahwa Allah “pasti” akan memberikan kasih sayangNya yang “lebih” kepada kita. Memberikan benteng perlindunganNya, melimpahkan kebahagiaan kepada kita. Jika kita jatuh kedalam dosa, karena keterbatasan kita sebagai manusia, saya yakin bahwa taubatan nasuha kita akan mendapat pengampunan dari Allah Ta’ala.

Hidup hanyalah sekedar menjalani...

Hidup sebenarnya hanyalah sekedar menjalani. Kalau dalam istilah bahasa Jawa :
”Urip mung sadermo nglakoni”. Manusia lahir sudah dengan takdirnya, yang dikehendaki oleh Allah SWT. menjadi A, B, C, D dan sebagainya. Dan Allah sudah melengkapinya dengan fasilitas yang sangat sempurna bagi masing – masing orang untuk mencapai kesempurnaan dari setiap takdirnya.

Yang dibutuhkan untuk mencapai kesempurnaan takdir hanyalah
“ketaatan” dalam penghambaan, dan “rasa syukur” atas setiap keadaan yang diterimanya. Sabar, tawakkal dan ikhlas adalah bagian untuk bisa menjalani takdir dengan baik, sehingga pada perjalanan hidup bisa “lulus” menjadi manusia pilihan. Manusia yang “sesuai” dengan yang di Kehendaki oleh Allah SWT. Manusia yang kaffah lahir maupun batinnya. Seperti yang mulia Nabi Muhammad Rasulullah SAW.
Mengapa manusia mengalami segala kesulitan dan kesengsaraan ? Ya karena tidak mengenal diri sendiri, terlalu banyak keinginan kalau dalam bahasa Jawanya :
”ngangah – angah”, selalu ingin memiliki yang lebih yang bukan porsinya, yang bukan haknya, dan sebetulnya tidak dibutuhkannya !

Sudah punya rumah satu, pegin punya dua. Sudah punya mobil satu, masih kurang. Sudah punya mobil yang cukup bagus, ingin yang lebih mewah. Sudah punya penghasilan yang cukup untuk keluarga, masih berusaha untuk menambah lagi...menambah lagi...meskipun dengan jalan yang tak halal...
”korupsi” !

Hal – hal itulah yang seringkali membuat Allah murka tanpa kita sadari. Sehingga kita ditimpa dengan berbagai kesedihan, musibah, kesulitan, kebangkrutan, malapetaka, kesialan, sakit penyakit, dan lain sebagainya.

Jika kita sedang ditimpa hal seperti ini malah kita menuduh Tuhan tidak adil, pilih kasih, tidak sayang pada kita, lalu kita lari kepada yang lain selain Allah, karena kita merasa, Allah sudah tak peduli lagi dengan doa dan ratapan yang berkali – kali kita lantunkan.  Padahal semuanya bermula dari kekeliruan kita sendiri dalam menjalani hidup.

Sahabat Niniek SS yang berada di Aceh...

Sedih adalah hal yang wajar dan manusiawi bagi kita yang terkena musibah. Mungkin kehilangan orang tua, isteri, suami, anak, mertua, adik, kakak dan orang – orang yang kita cintai. Tetapi janganlah kalian ratapi kepergian mereka. Itu sudah menjadi haknya mereka untuk
“pergi selamanya” saat ini, dengan cara ini. Cara yang sudah Allah tentukan untuk masing – masing hambaNya.

Marilah kita antar kepergian mereka bukan dengan ratapan namun dengan doa- doa yang suci, agar memperlapang perjalanan mereka kembali ke HaribaanNya. Agar dosa – dosanya diampuni oleh Allah SWT. dan amal kebajikannya didunia diterimaNya. Aamiin Ya Rabbl’alamiin.

Bagi kalian yang kehilangan harta benda kalian, rumah, mobil, dan yang lain yang rusak dalam musibah ini, ikhlaskanlah. Siapa yang takkan sedih, kehilangan harta yang sekian lama dikumpulkan. Usaha yang sekian lama dirintis hancur dalam sekejab dalam musibah gempa ini ?

Tetapi yakinlah. Tentu ada kebaikan yang Allah tetapkan dalam penghancuran ini. Yang kita semua tak tahu dan belum memahaminya. Jika kita sabar dan ikhlas serta tak berburuk sangka, insya Allah pada saatnya kelak, kita akan tahu kebaikannya, mengapa musibah ini terjadi.

Pasti Allah akan mengganti dengan yang lebih baik, dengan catatan kita sabar dan ikhlas dalam menerima musibah ini. Jika tidak, maka bisa saja kehancuran yang lebih fatal yang akan kita terima..

Allah menghendaki setiap penciptaan dengan maksud yang Maha Baik. Baik bagi yang diciptakan maupun yang berguna bagi keselarasan serta keseimbangan alam semesta. Jika terjadi penyimpangan–penyimpangan yang dilakukan oleh manusia sudah membahayakan bagi manusia itu sendiri, ataupun sudah pada tingkat membahayakan keselamatan serta mengganggu keseimbangan alam semesta, maka pelaku penyimpangan serta hasil karya penyimpangan itu pasti akan DihancurkanNya tanpa diduga-duga.

Musibah seperti ini bukan terjadi di Aceh saja. Namun dimana - mana. Ini adalah peringatan bagi kita semua, agar menjadi manusia yang lebih bertaqwa, sabar dan bersyukur dalam menjalani takdir kehidupan. Agar kita kembali kepada Allah dengan segala kehendakNya. Bukan menghalalkan segala cara demi tercapainya ambisi dan keinginan.

Sebenarnya, Allah sudah memberi tanda – tanda atau aba–aba jauh hari sebelumnya, kepada hati sanubari kita, akan setiap musibah yang akan menimpa kita. Namun seringkali kita tak peduli pada suara hati nurani kita. Jika kamu melakukan ini nanti kamu akan begini, dan jika kamu melakukan itu maka nanti kamu akan begitu. Demikianlah seringkali kita mendapatkan peringatan dari sanubari kita. Tapi kita selalu menyangkalnya :
”Ah tak mungkin !”, “Ah tak apa–apa !”...

Peringatan–peringatan kecil itulah, jika terus dilanggar, yang kelak kemudian hari akan menjadi sebuah kenyataan yang benar–benar membuat hati kita tersentak ! terperangah ! dan tak bisa mengelak ! Dan mau tak mau harus menerimanya dengan kesabaran.

Sahabat Niniek SS dimanapun kalian berada...

Marilah kita terima setiap musibah yang menimpa kita sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT kepada kita manusia. Agar kedepan kita menjadi lebih baik, lebih bersih, dan lebih tertata kehidupannya, sesuai dengan Kehendak Allah SWT. Marilah kita kembali kepada jalan yang lurus, yang telah dituntunkan oleh Rasulullah SAW didalam Al Qur’anul Karim dan dalam keteladanan Beliau. Agar kita hidup
“taat” dan “bersyukur” itu saja.

Demikian
“Rabu Kelabu Bagi Aceh” semoga menjadi cermin bagi kita sekalian, bahwa betapa sayangnya Allah kepada kita semua, ditegurnya kita selalu, ketika sudah jauh melenceng dari apa yang diKehendakiNya.



Alhamdulillahirabbil’alamiin...

Purworejo, 10 Desember 2016

Yang turut berduka,
NiniekSS

 


 

BERTAKZIAH KE IBUNDA SAHABAT


BERTAKZIAH KE IBUNDA SAHABAT 

 

Bismillahirrahmanirrahiim…

Salam Sejahtera Bagi Seluruh Alam, Puji dan syukur hanya kepada Allah SWT. Pemilik Seluruh Rahmat dan Karunia. Shalawat dan salam yang setulus-tulusnya semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW, bagi keluarga dan sahabatnya yang mulia serta para pengikut Beliau yang setia sampai akhir jaman. Aamiin.

Pembaca Blog Yang Setia, dimanapun sahabat berada…

Mudah-mudahan hari ini kalian semua sudah lebih sehat dari hari-hari kemarin yaa ? Itulah doaku tiap-tiap waktu untuk kalian semua, yang kunaikkan kepada Allah Yang Maha Mengasihi dan Maha Menyayangi kita semua. Tanpa kecuali. Agar kita semua diampuni dosanya. Bagi kalian yang belum sembuh agar diberiNya hidayah kesabaran, kekuatan sehingga mampu menjalani hari-hari dengan ketawakkalan. Aamiin.

Maksudku, ada kasih sayang Allah yang diperuntukkan untuk seluruh alam dan seisinya, namun ada kasih sayang Allah yang hanya diberikanNya kepada insan-insan yang taat kepadaNya. Kita hendaknya bisa meraih kasih sayang kedua-duanya. Ya kasih sayang yang betebaran dialam raya, ya kasih sayang Allah karena kita taat kepadaNya.

Alam raya seisinya yang terhampar dihadapan kita, yang Allah peruntukkan bagi kemaslahatan hidup para makhluk termasuk kita manusia, adalah hamparan kasih sayangNya. Semua diciptakanNya dalam keserasian, keseimbangan, yang sangat sempurna !

Ada bumi, ada langit, ada daratan, laut, udara, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia, adalah sebuah kesatuan kesempurnaan yang tak bisa dipisahkan satu sama lain. Dan semuanya mempunyai aturan masing-masing, yang Allah berikan dalam bahasa masing-masing yang dipahami oleh masing-masing ciptaanNya pula. Agar mereka semua termasuk kita bisa meraih kebahagiaannya dalam kehidupan.

Dalam tatanan ekosistem semuanya saling berkait. Benar-benar masing-masing tak boleh egois mementingkan kehidupan diri sendiri, namun harus senantiasa menenggang kepentingan yang lainnya.

Salah satu contoh, menebang hutan sembarangan bisa menyebabkan banjir. Siapa yang menanggung kerugiannya kemudian ? Orang lain bukan ? Hal yang sangat sepele, membuang sampah sembarangan pada lokasi yang padat pemukiman seperti di ibukota, Jakarta, juga akan menyebabkan tersumbatnya gorong-gorong, sehingga di musim hujan akan bisa menyebabkan banjir, yang menyengsarakan seluruh penghuninya.

Namun masyarakat susah untuk diajak sadar demi kepentingan bersama. Yang disalahkan dari jaman ke jaman selalu saja pemerintah yang tak becus ngurus rakyat  dan negara ! Semestinya pemerintahan yang baik akan terselenggara jika masyarakatpun mempunyai akhlak yang baik pula. Jadi sejak awal harus ada kerjasama kearah terbangunnya kondisi negara yang kuat, antara rakyat dengan kepala pemerintahan melalui system birokrasi yang bersih dan berwibawa pula. Bukan pemerintahan yang dibawah kuasa dan kendali oligarki yang hanya menyengsarakan rakyat untuk kepentingan kelompoknya sendiri !

Nah ada lagi contoh kerja yang sembarangan yang tak memperhatikan ekosistem ataupun kepentingan orang lain, sehingga menyebabkan ratusan ribu warga menderita. Lapindo Brantas. Sistem pengeboran yang kurang memenuhi standard pengeboran menyebabkan kebocoran pipa sehingga gas didalam tanah tertekan keatas permukaan bumi. Disadarkan bahwa ini merupakan kesalahan tehnis dalam pengeboran, tak mau menerima juga, eh malah menyalahkan gempa yogya yang menjadi penyebab kebocoran pipa. He he..sudah salah masih menyalahkan Allah pula, heran..heran ! Inilah manusia yang selalu tak mau interospeksi, dan selalu menyalahkan fihak lain.

Kita jangan demikian ya ? Kita sakit, so PASTI itu kesalahan kita, bukan kesalahan orang lain, dan jangan sekali-kali menyalahkan Tuhan yang tak adil ! Marilah secara perlahan namun pasti, kita mohon ampunan Allah, mohon bimbinganNya agar kita segera bisa mengenali dosa-dosa serta kekhilafan-kekhilafan kita, lalu taubatan nasuha, lalu Allah ampuni dosa kita, lalu sembuhlah semua sakit penyakit kita, dan endingnya kita bahagia dunia dan akherat kita Oke ?

Dan anehnya lagi...Ratusan milyard yang digelontorkan untuk bantuan korban Lapindo tak sampai semuanya ketangan yang berhak ! Kemana larinya ? Tega banget orang itu memakan rejeki yang bukan haknya. Wahai saudaraku yang terdampak oleh lumpur Lapindo Brantas. Kalau dengan segala upaya manusia, sudah tak menghasilkan apa-apa, sabar dan serahkanlah semua keadaan kepada Yang Maha Kuasa dengan sepenuh keikhlasan. Biarlah Allah Yang Maha Menghakimi, mengadili segala persoalannya dengan keadilanNya yang manusia tak akan mampu mengelak lagi.

Sahabat-sahabatku sakit maag dimanapun kalian berada…

Kali ini saya ingin cerita ringan tentang perjalanan takziah yang saya lakukan pada hari minggu kemarin tanggal 22 Nopember 2015. Dimana dalam sehari itu saya temukan suka, duka, dan juga hikmah.

Hari Sabtu, sehari sebelumnya, saya mendapat sms dari sahabat saya dik Iwan, bahwa hari itu ibunda dari Mbak Sri sahabat saya dan sahabat kami semua telah berpulang ke Rahmatullah pada dini harinya. Kami diminta meneruskannya ke ikhwan di Purworejo.

Rumah duka berada beberapa puluh kilometer diatas bukit diutara kabupaten Kebumen. Jalannya sempit meskipun sudah diaspal kasar. Naik terus berkelok-kelok, terkadang disebelah kanan atau kirinya melalui jurang yang cukup terjal. Jika berpapasan mobil dengan mobil, masih bisa siih..tapi salah satunya harus mengalah menepi dulu supaya yang lainnya bisa lewat.

Sebelumnya, dulu banget, saya pernah diajak sekali oleh Mbak Sri kerumah ibundanya ini. Naik motor. Pantat saja sampai pegel nggoncengnya karena saking jauhnya, dan jalannya kasar banyak lubangnya. Saya masih inget. Sesudah dari sana maag saya kambuh berat hingga berbulan-bulan. Benar-benar berat penderitaannya. Oleh karena itu berkali-kali saya berpesan kepada teman-teman sakit maag, kalau tidak perlu sekali jika maagnya masih sakit, tak usah naik motor dululah. Apalagi jika jaraknya cukup jauh.

Ketika mendengar berita duka itu, saya langsung lemes. Walaupun bertemu dengan ibundanya mbak Sri baru sekali, namun ada kesan yang teramat mendalam kepada beliau.

Sosoknya sangat ramah. Ketika menerima kedatangan saya yang pertama kali, dulu, kelihatan sangat gembira. Tempat tinggal saya dengan rumah beliau lain kabupaten. Satu jam jarak tempuh naik bus. Belum masuknya kerumah beliau diatas bukit.

Beliau memang sudah sakit-sakitan sejak lama. Waktu saya kesana, juga kelihatan sudah rapuh kesehatannya. Meskipun jalannya sudah cukup susah, beliau masih tergopoh-gopoh menyambut saya. Menyuruh pembantu untuk membuatkan minuman dan pisang kapok kuning yang digoreng dengan tepung terigu.

Meskipun saya juga sering membuat pisang goreng tepung dirumah, rasanya makan pisang goreng tepung dirumah ibunda ueenak sekali. Perut lapar habis terguncang-guncang motor, diudara pegunungan yang sangat sejuk, membuat nafsu makan jadi bangkit. Saya yang jarang makan apa saja lebih dari satu potong, eh tanpa nyadar disini bisa habis 2 potong pisang sekali makan. Aah kalau inget sungguh memalukan sekali diriku ini.

Rasanya masih kenyang ketika kemudian saya dipersilahkan beliau untuk makan siang. Dengan sayur lodeh labu siam campur daun so dengan santan yang tak begitu kenthal dan Lombok yang hanya seuprit. Dan lauk ayam goreng entah membeli dimana, kalau menyembelih ayam sendiri jelas tak mungkin, karena waktunya yang sangat singkat ketika menghidangkannya. Meskipun masih terasa kenyang tak tega untuk menolak tawaran beliau. Apalagi sayur lodehnya sangat mengundang selera.

Nah akhirnya, makanlah saya dengan mbak Sri. Beliau ibunda ikut menungguin duduk disamping saya. Berkali-kali mempersilahkan agar saya tak malu-malu makannya. Bahkan mengambil mangkuk sayurnya menambahkannya ke piring saya, juga ayam gorengnya. Waduh..padahal saya tak begitu suka dengan ayam goreng. Bagaimana ini ? Untung mbak Sri tanggap. Tak menegur keramahan ibunya, tapi langsung mengambil ayam goreng yang baru saja diletakkan oleh ibunya dipiring saya.

Rasa kasih sayang serta kecintaan yang mendalam pada diri ibunda itulah yang sangat terkesan di hati saya. Sayang tempatnya sangat jauh dan sulit dijangkau, seandainya dekat, tentu saya akan sering sowan silaturahmi kerumah ibundanya mbak Sri ini.

Menuju kerumah almarhumah tak ada kendaraan umum. Jadi harus naik mobil sendiri atau naik motor. Ketika mendengar berita duka ini, mengapa saya langsung lemas. Pertama juga karena merasa sangat kehilangan beliau, dan pikiran membayangkan mau naik apa kesana dan dengan siapa temannya ? Karena jalan menuju kesana saya sudah lupa. Jalannya tidak ada namanya. Masuknya dari arah mana ? Karena jalan pedesaan menurut perasaan saya semua hampir sama. Berkelok kelok dan kanan kirinya penuh pohon-pohonan. Mau bertanya kepada mbak Sri, tak mungkinlah. Mereka sedang dalam suasana duka. Ya Allah.

Akhirnya saya punya idée untuk mengajak Ibu Zakaria takziah kesana. Yaa..hari sabtunya Pak Kyai Zakaria ada jadwal mengisi pengajian, yang tak mungkin dibatalkan.

Akhirnya Pak Kyai Zakaria mengusulkan untuk takziah pada hari minggunya, karena hari sabtunya darurat, tak bisa meninggalkan pengajian.

Kebetulan putri saya Adin sedang pulang. Ia saya ajak untuk takziah tidak mau, karena banyak tugas yang harus diselesaikan. Hari seninnya harus ditumpuk. Jadi ia lebih berat tugas kampusnya daripada ikut takziah. Ya sudahlah tak mengapa. Pagi-pagi sudah saya persiapkan bekal untuk dijalan, dan untuk anak saya dirumah. Kasihan. Kalau sudah menggarap tugas tak ada waktu untuk menyiapkan sendiri makanan. Jadi terpaksa uminya yang harus repot.

Enak sekali melakukan perjalanan luar kota pagi-pagi jam setengah tujuh. Udara masih segar dan jalan belum terlalu banyak polusi. Apalagi setelah lepas dari jalan raya, berbelok menuju jalan desa yang menuju ketempat duka. Cahaya matahari pagi yang ramah menyinari ladang penduduk, menerobos pepohonan hutan rindang dikanan kiri jalan, menimbulkan nuansa tersendiri dalam hati.

Mau masuk kejalan desa, hanya bertanya sekali kepada penduduk sudah pada tahu rumahnya mbah Mantan, suami almarhumah, yang terkenal sebagai kesepuhan desa, mantan lurah desa yang rupanya sangat disegani. Subhanallah. Betapa bedanya kehidupan di desa dan di kota. Di desa, jarak berkilo-kilometer orang sudah sangat saling mengenal. Namun dikota-kota besar seperti Jakarta, nama tetangga sebelahnya saja terkadang tidak tahu.

Di desa, kalau seseorang sakit, dari mana-mana berbondong-bondong orang datang menjenguk hilir mudik tak henti-henti. Rumah jadi ramai tamu serta penuh sembako serta segala macam makanan hantaran tamu. Ya Allah. Subhanallah.

Ini, juga demikian. Di lembah bukit yang menuju rumah Mbah Manten bertanya kepada seseorang satu kali langsung mereka sudah tahu rumah mbah Manten yang berada diatas bukit paling atas. Betapa kentalnya hubungan masyarakat pedesaan. Sangat mengharukan !

Lalu kamipun laju naik keatas bukit. Di sepanjang jalan langka rumah orang. Di kanan kiri jalan hanya nampak pepohonan meranggas yang mulai menghijau kembali karena musim hujan sudah tiba. Jalan berkelok-kelok, cukup sempit, banyak lubang, dan terus menanjak.
 
Berkali-kali bertemu dengan pak tani yang memanggul cangkul mau pergi keladangnya. Mereka selalu berhenti menepi sambil tersenyum ramah kepada kami yang berada didalam mobil. Dikanan kiri jalan tak ditemui sawah sepetakpun. Adanya ladang-ladang pohon sengon, yang batangnya berwarna putih, biasa untuk membuat bahan usuk rumah. Juga banyak semak pohon kunyit serta temulawak yang sepertinya tumbuh liar tanpa ditanam.

Jika kami mau memintanya, tentu akan diberikannya dengan senang hati. Tak usah membelinya meskipun kami punya uang, mereka tak akan pernah mau menerima uang kita untuk harga serumpun kunyit yang kita inginkan. Itulah salah satu warna kehidupan di pedesaan. Serba ikhlas dan selalu ingin memberikan apa yang dimilikinya, kepada yang membutuhkannya.

Sepanjang perjalanan kami takjub dengan pemandangan indah yang kami lewati. Kali ini kami dan rombongan tidak melewati jalan yang dulu saya lewati bersama mbak Sri waktu kesini yang pertama kali. Kali ini melewati jalan yang lain. Rasanya jalannya lebih jauh dan jelek !

Setelah melalui perjalanan yang cukup membuat pegal badan, akhirnya sampailah kami kerumah duka. Mbak Sri dan keluarga tampak sangat terharu melihat kami bisa datang, meskipun terlambat, karena ibunda sudah dimakamkan kemarin siang. Benar-benar diluar dugaan bahwa saya bisa datang, bahkan dengan Pak Kyai Zakaria sekeluarga yang juga sudah dikenal oleh Mbak Sri. Mata kami berkaca-kaca ketika bertemu, ada duka, namun juga ada bahagia, bercampur jadi satu.

Dihalaman rumah yang tak begitu luas berjejer mobil-mobil putra putri almarhumah yang semuanya berjumlah 10 orang. Rupanya mereka belum beranjak pulang sebelum tiga harinya.

Setelah istirahat sejenak. Saya minta diantar ke pemakaman almarhumah karena dekat. Hanya berjarak 50 meter dari kediaman. Saya sangat terharu, ketika kami serombongan bisa mendoakan almarhumah di makamnya. Apalagi berkesempatan dipimpin oleh Pak Kyai Zakaria yang terkenal sangat makbul doanya. Subhanallah.

Selama mengamini doa pak Kyai, terlintas dalam hati saya, betapa rapuhnya hidup manusia. Jika sudah dikehendakiNya, semuanya inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Suami atau isteri, anak-anak tercinta, harta yang berlimpah sekalipun, kesenangan-kesenangan dunia. Semua harus ditinggalkannya dengan paksa. Semoga beliau diberikan ampunan oleh Allah SWT. atas segala dosanya, ditunjukinya jalan kembalinya, dan diberinya tempat yang baik disisiNya. Semoga beliau wafat dalam husnul khatimah. Aamiin.

Dan kita semua yang masih hidup, semoga bisa belajar pada setiap kematian saudara-saudara kita. Meneliti diri untuk mendapatkan mutiara hikmah yang sangat berharga bagi bekal menyongsong kehidupan yang sebenar-benarnya adalah di alam akherat.

Betapa beruntungnya ibunda sahabat saya, yang bisa didoakan oleh Pak Kyai Zakaria. Seorang Kyai yang begitu zuhudnya.

Saya yang telah mengenal  beliau secara dekat, subhanallah belum pernah menemui seorang kyai yang tawadhuknya dan ikhlasnya seperti beliau. Kecuali beliau seorang hafidz juga beliau tidak makan yang dimasak dengan api, alias yang dikonsumsi adalah makanan mentah. Baik itu makanan atau minuman semuanya mentah !

Mau tau menu beliau setiap harinya ? Beliau pelaku puasa Daud. Namun jika sedang tidak puasa. Pagi-pagi sarapan beliau adalah tepung beras putih + susu sapi yang baru diperas + legen ( air nira yang menjadi bahan untuk membuat gula merah ). Tepung berasnya menggilingkan sendiri, karena kalau tepung beras yang sudah jadi dan dijual dalam bentuk yang sudah dikemas khawatir pengeringannya dengan system peng-openan. Lalu susu sapinya juga susu sapi yang baru saja diperah. Di tempat tinggal beliau dekat dengan tempat pemerahan susu jadi bisa setiap saat pesan susu sapi yang masih segar. Nira juga setiap kali pesan kepada penderes nira yang beliau percaya.

Menu itu dibuatnya 1 gelas besar untuk seharian. Artinya dalam sehari beliau hanya mengkonsumsi ya hanya segelas besar menu itu saja. Siang tidak, sorenyapun tidak. Siang seringnya konsumsi buah apa saja. Ada salak ya salak. Ada durian ya durian. Ada sawo ya sawo, ya pokoknya segala macam buah yang ada tanpa pilih-pilih.

Jika beliau diundang di suatu majelis pengajian untuk memberikan tausiyah, maka fihak  pengundang selalu berusaha menyediakan buah-buahan atau telor mentah. Dan para jamaah cukup snack seperti biasanya he he. Antik bukan ?

Mau tahu pula bagaimana tidur ala beliau ?

Lebih kaget lagi ketika beliau memberitahu saya bahwa tidur beliaupun tidak diatas kasur seperti kita. Namun di tempat tidur khususnya yang dibuat dari batu !

Karena penasaran, maka sayapun sowan ke kediaman beliau, untuk menyaksikan langsung tempat tidur beliau. Saya dengan suami saya, diperkenankan untuk masuk kedalam kamar tidur beliau untuk melihat tempat tidur beliau.

Mau tahu ?  Didalam kamar beliau, terdapat bangunan seukuran makam. Diatasnya ditata batu-batuan seukuran telor-telor puyuh ditebarkan diatasnya. Warna batunya semuanya putih. Dibagian ujungnya ditanam batu berbentuk gepeng rata seperti bantal kecil. Ketika saya tanyakan kepada beliau untuk apa kok ada batu besar gepeng itu ? Beliau menjelaskan bahwa batu itu memang berfungsi sebagai bantal ketika beliau tidur. Bahkan beliau berkenan mempraktekkan bagaimana beliau tidur diatas jajaran batu-batu itu

Saya tak bisa membayangkan bagaimana rasanya setiap malam tidur diatas batu-batu kecil dan berbantalkan sebuah batu besar. Dan posisi tidur beliau, konon selalu meneladani sikap tidurnya Kanjeng Nabi SAW. dimana miring kekanan dan muka menghadap kearah kiblat serta kedua telapak tangan ditangkupkan sebagai bantalan dibawah kepalanya. Subhanallah.

Hari-hari beliau full untuk menggeluti Al Qur’an dan memberikan tausiyah dimana-mana. Itulah sekedar gambaran tentang Bapak Kyai Zakaria yang saya kenal.

Itulah mengapa saya merasa sangat beruntung, ketika saya mau takziah ke ibundanya mbak Sri, beliau Pak Kyai Zakaria berkenan takziah juga. Alhamdulillah..

Tak tega juga rasanya ketika saat kami dipersilahkan makan dikediaman ibunda mbak Sri, eh Pak Kyai Zakaria hanya makan mangga mentah diberi gula pasir, karena saking bingungnya Mbak Sri, beliau mau disediakan makanan apa ? Padahal Pak Kyai Zakaria kan tak makan gula pasir ? Ya sudah tak ada masalah, mangga mentahpun jadi, daripada beliau hanya melihat kami makan ?

Pulang dari rumah duka, kami tak sengaja melewati sebuah telaga. Tadi waktu mau pulang, ditunjukkan oleh mbak Sri agar melewati jalan yang ini saja. Karena jalannya lebih mulus. Eh bener juga. Mulusnya. Namun lebih ngeri, karena dikanan kirinya lebih banyak jurang menganga. Jika tidak hati-hati bisa celaka.

Ternyata telaga yang kami lewati, merupakan tempat rekreasi kabupaten kebumen. Ya sudah atas kesepakatan bersama, kami mampir di telaga itu. Sayang kan, sudah lewat jika tidak mampir? Tapi niat awal kami kan bukan untuk melihat telaga, tapi untuk takziah. Jadi itung-itung mampirnya di telaga ini adalah bonus dari Allah, diberi kesempatan melihat pemandangan yang sangat indah. CiptaanNya.. Allah Hu Akbar.

Kamipun tak sempat berlama-lama di telaga. Mengingat putri saya Adin sudah cukup lama ditinggal sendirian dirumah. Tapi tadi, di telaga, sempat selvi-selvi juga siih. Dan rencana hari ini Adin harus pulang ke yogya, karena besuk pagi ada kuliah pagi. Jadi pulangnya, Pak Kyai Zakaria agak ngebut untuk mengejar waktu agar Adin tak ketinggalan berangkatnya ke Yogya.

Eh, apa yang terjadi ? Ternyata Adin masih santai-santai. Tapi ia sewot, karena ternyata dirumah lampu mati sejak jam 10 pagi hingga saat kami sampai dirumah kira-kira jam setengah 3 sore. Sehingga Adin tak bisa berbuat apa-apa untuk mengerjakan tugas kuliahnya.

Begitu capeknya sampai dirumah…Eh Pak Kyai Zakaria dan Ibu masih juga sempat menawari Adin dengan sungguh-sungguh untuk mengantarnya ke yogya dengan mobil yang dirental itu, subhanallah. Allah Hu Akbar. Demikian ikhlasnya hati beliau. Padahal jarak rumah kami ke yogya masih 1,5 jam perjalanan, pulang pergi kan 3 jam bukan ? Alhamdulillah Adin memutuskan untuk tak pulang sore itu ke yogya. Sungkan juga kan dengan Pak Kyai ? Kecuali itu Adin masih harus merampungkan tugasnya sebelum kembali ke kostnya besuk pagi.

Adin sangat rugi tidak ikut takziah. Rugi tidak mendapatkan pahalanya takziah. Rugi tidak ikut melihat telaga, rugi tidak ikut kebersamaan. Karena ia berfikir, jika ikut, khawatir tugasnya tidak selesai !

Itulah kerja otak ! Kadang-kadang sering berdampak buruk daripada baiknya. Allah menghendaki kami bertakziah, karena itu suatu kebaikan. Namun Adin lebih mengutamakan logika, mengerjakan tugas daripada takziah, khawatir tugas tak bisa selesai ! Nah hasilnya lebih baik mana mengutamakan kebaikan atau logika berpikir ?

Ini suatu pelajaran berharga yang bisa saya ambil dari seluruh cerita diatas. Seringkali dalam kehidupan sehari-hari kita lebih mengedepankan logika daripada suara hati yang merupakan tuntunan Allah. Pelit sedekah karena takut kebutuhan kita menjadi berkurang dan tak tercukupi ? Inilah logika. Tapi iman akan loss untuk bersedekah karena sangat yaqin bahwa rejeki adalah urusan Allah, dan Allah Maha Sempurna dalam mengurus urusan makhluknya jika kita mau berserah diri.

Dan ketika Pak Kyai Zakaria menawarkan untuk mengantar putri saya Adin ke yogya. Ada pelajaran keikhlasan dan bersegera menangkap peluang kebaikan karena semata mengharap keridhoan Allah belaka. Indahnya !!! Meskipun putri saya akhirnya memilih untuk pulang esok paginya.

Yuk, walaupun sedikit, kita belajar untuk selalu menangkap peluang kebaikan yang Allah tebarkan disekeliling kita setiap saatnya. Sampai jumpa pada artikel mendatang. Insha Allah. Jika ada khilafnya dalam tulisan ini mudah-mudahan Allah mengampuni saya, dan semoga Andapun mau memaafkannya. Lewat tulisan sederhana ini semoga Anda mendapatkan pencerahan. Amiin.

Alhamdulillahrirabbil’alamiin.

 

Purworejo, Edisi revisi 7 September 2024

Salam Penulis,
Niniek SS

 


 

 

BLOG INI BESAR KARENA ALLAH


BLOG INI BESAR KARENA ALLAH 

 

Bismillahirrahmanirrahiim…

Salam Sejahtera Bagi Seluruh Alam, Puji dan syukur hanya kepada Allah SWT. Pemilik Seluruh Rahmat dan Karunia. Shalawat dan salam yang setulus-tulusnya semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW, bagi keluarga dan sahabatnya yang mulia serta para pengikut Beliau yang setia sampai akhir jaman. Aamiin.

Pembaca Blog Yang Setia, dimanapun sahabat berada…

Alhamdulillah jika kian hari pengunjung blog ini kian bertambah banyak. Yang artinya apa yang ingin saya bagikan sebagai buah pengalaman saya sakit, makin bisa dinikmati oleh banyak teman. Tentu teman sependeritaan sakit maag, atau yang keluarganya menderita sakit maag atau gerd seperti yang dulu pernah saya alami dalam kurun waktu yang panjang.

Betapa menderitanya sakit maag itu. Apalagi yang sudah parah. Sakitnya Ya Allah...tak bisa diceritakan..Apalagi jika sedang kambuh, seperti ada yang menghunjam di uluhati, mencabik-cabik. Sebentar sebentar perut terasa lapar. Padahal satu jam yang lalu baru saja makan. Padahal untuk makan apapun selalu sakit.

Sampai malu kepada diri sendiri. Seolah tak mampu menahan nafsu. Nafsu untuk makan. Dulu bahkan saya pernah terpikir apakah diri saya ketempelan iblis yang doyan makan ? Sehingga semua makanan yang masuk, nutrisinya diserap olehnya ? Itu dulu ketika saya sedang menderita maag. Belum sembuh. Dan belum mengenal apa itu sakit maag. Beserta liku-likunya.

Yang paling tidak mengenakkan adalah ketika perut begah. Lalu timbul rasa lapar. Tidak makan perut terasa sakit karena lapar. Namun jika makan, sedikit saja perut tambah begah. Jika sudah begini tak bisa tidur berbaring. Karena rasanya seluruh isi perut mendesak ke bagian dada sehingga dada terasa penuh sesak.

Lalu nafas cengab-cengab bagaikan ikan kehabisan air. Biasanya kalau sudah seperti ini, saya sangrai abu gosok diatas kompor barang dua genggam, setelah panas dituang keatas serbet yang bersih, lalu ditempel diatas lambung yang terasa penuh. Entah karena sugesti waktu kecil jika perut sakit ibu selalu membuatkan abu gosok disangrai, atau karena memang didalam abu gosok ada rahasia kesembuhan ? Entahlah. Yang jelas, dengan cara ini perut selalu menjadi lemas, berkurang kencengnya, otomatis berkurang juga rasa begahnya. Silahkan saja dicoba kalau tak percaya !

Blog ini, yang awalnya saya bangun untuk menghilangkan kejenuhan ketika sakit, eh ternyata menjadi sesuatu yang sangat mengasyikkan. Awalnya, saya sama sekali tak terpikir bahwa blog ini akan menjadi blog yang dibutuhkan banyak orang. Dan awalnya, saya pikir, tak akan ada orang yang mau mampir untuk singgah sejenak melihat-lihat isi dari blog ini..Sayapun tak begitu peduli, akan bagaimanakah nantinya dengan blog ini. Meskipun harapan selalu ada, bahwa tulisan-tulisan saya disini akan bermanfaat bagi orang lain, betapapun kecilnya.

Eh ternyata, blog ini, walau demikian sederhananya, mampu memberikan nuansa tersendiri dihati para pembaca. Nuansa nyaman, seolah saya dan anda sudah saling mengenal akrab, seolah kita saling bertatap muka, dan saya bisa berbagi apa saja di blog ini.

Alhamdulillah. Pelan namun pasti, blog ini kian hari menjadi blog maag yang banyak diminati. Terbukti tiap hari makin banyak pembaca yang merespon, lalu menghubungi saya. Bahkan ada dari kalangan dokter, apakah itu dokternya sendiri, ataukah suaminya, atau isterinya, atau keluarga besarnya yang sakit maag, mempercayakan kesembuhan sakit maagnya kepada saya. Karena mereka mengobatkan maagnya kesesama temannya dokter juga bertahun-tahun belum sembuh juga.

Ini membuktikan, bahwa apa yang saya tulis disini bisa diterima oleh para dokter. Kalangan yang menggeluti bidang kesehatan. Sesuatu yang membuat saya sangat bersyukur kepada Allah SWT. Bahwa apa yang saya tulis ternyata tidak bertentangan dengan teori medis. Saya tidak begitu faham tentang teori medis. Saya hanya banyak belajar dari sunnah Kanjeng Nabi Muhammad Rasulullah SAW.

Kalau apa yang saya tulis disini bertentangan dengan teori medis, tentu tak ada dokter yang mempercayakan diri maupun kesembuhan maagnya kepada jalan kesembuhan yang telah saya tempuh.

Sebagai manusia biasa, meskipun dokter, lama-lama juga jenuh merasakan sakit yang bertahun-tahun tak kunjung sembuh juga..Lalu mereka mencari alternatif lain diluar pengobatan medis, barangkali berjodoh.

Tentu saja ini merupakan “PR” sekaligus tantangan yang cukup serius bagi saya untuk membuktikan bahwa niat saya menolong para penderita maag adalah tidak main-main.

Setiap saat saya senantiasa memohon ke Hadlirat Allah SWT, agar saya tidak mengecewakan mereka-mereka yang membutuhkan pertolongan saya. Meskipun hakekatnya yang menolong mereka semua bukan saya melainkan kasih sayang Allahlah yang menolong mereka.

Seberapapun berat ataupun parahnya penderitaan seseorang yang datang kepada saya, sedikitpun saya tak pernah merasa terbeban. Sebab saya hanyalah sebagai talang air, dari mereka teman-teman yang membutuhkan maghfiroh maupun rahmatNya.

Saya hanya menyampaikan persoalan sakit yang sedang Anda hadapi, kepada Allah SWT. Sang Maha Penyembuh. Saya memohonkan ampunan bagi anda semua dan rahmat kesembuhan. Itupun kalau Allah berkenan. Soal terkabul atau tidaknya, itu adalah kembali kepada kesungguhan Anda untuk sembuh, dan Ridho Allah untuk menyembuhkan Anda. Saya sama sekali tak berhak turut campur didalamnya.

Setiap kali, yang saya lakukan adalah memohon belas kasihan dari Allah untuk Anda. Ya Allah belas kasihani saya, belas kasihani kami, belas kasihani kita semua. Hanya itulah yang mampu saya mohonkan setiap saat untuk anda teman-teman sependeritaan. Jika Allah berkehendak sembuh, pasti sembuh ! Apapun jalannya. Jika tidak, tentu juga tak akan sembuh, meskipun minum herbal tercanggih sekalipun !!!

Dan keyakinan itu sudah melekat sejak awal saya diberi amanah oleh orang gaib untuk menolong banyak orang. Orang gaib yang ciri-cirinya, serta menurut banyak ulama yang faham akan beliau, konon adalah Nabi Khidir As. Dan saya sangat meyakininya.

Bukankah saya ini ibu rumah tangga biasa yang tak tahu apa-apa, yang tiba-tiba diamanahi untuk menolong banyak orang. Ya saya ngglundung sajalah. Bismillah terserah Allah saja. Enak kan jadi orang pasrah. Tak punya beban dan yakin akan selalu adanya pertolongan ? Pertolongan dari Allah Yang Memiliki Hidup dan kehidupan ? Itulah pemahaman saya dalam membantu teman-teman sembuh dari sakit anda.

Entah itu orang tak punya atau orang berkantong tebal, orang biasa atau berpangkat jenderal, jika datang kepada saya, mereka adalah orang sakit yang memang perlu ditolong. Dan biarlah Allah saja yang akan menolongnya, seberapa seseorang ingin sembuh, sejauh itulah Allah akan memberinya kesembuhan..Saya hanyalah talang air yang menjadi alat kesembuhan bagi yang dikehendakiNya. Jadi saya ini bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Itupun kalau lagi dikehendakiNya. Kalau tidak, masuk anginpun saya tak akan mampu membantu.

Pada kesempatan ini, melalui media blog ini, saya menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Anda pembaca blog yang setia, dan kepada siapapun yang telah menghubungi saya, atas kepercayaan Anda kepada diri saya. Semoga kepercayaan ini menjadi jalan keberkahan bagi kesembuhan Anda semua. Aamiin.

Tanpa kasih sayang Allah melalui kunjungan Anda di blog ini, tak mungkinlah terjalin hubungan silaturahmi langsung maupun tidak langsung antara saya dengan Anda. Dari silaturahmi yang terjalin diantara kita inilah, Allah memberikan banyak hikmah bagi kita sekalian.

Anda jadi mengenal sakit maag lebih baik dari sebelumnya. Mungkin yang sebelumnya Anda penuh kekhawatiran dan kegelisahan, dengan menelusuri blog ini menjadi berkurang apa yang Anda khawatirkan. Yang tadinya Anda kurang sabar dalam menjalani sakit, Anda menjadi lebih sabar. Yang sebelumnya Anda kurang bersyukur menjadi bisa lebih bersyukur kepada Allah SWT. Dan dengan silaturahmi Anda kepada saya, menjadikan banyak anak-anak yatim dan para dhuafa yang terbantu, dari kasih sayang anda yang kemudian memberikan santunan kepada mereka melalui saya.

Ini yang membuat saya teramat bersyukur kepada Allah SWT, diijinkanNya saya menjadi talang airNya bagi berbagai kebaikan bagi banyak orang.

Bukan sekedar pemaparan tentang sakit maag dan gerd saja yang saya sampaikan disini, tetapi banyak hal yang tercecer diluar pemahaman tentang sakit maag yang selalu saya tulis di blog ini. Dan sejatinya itu pemahaman hidup yang ternyata banyak dicari oleh teman-teman semua.  

Sakit, sebenarnya hanyalah salah satu jalan, yang diberikan oleh Allah untuk menempa Anda dan orang-orang yang ada disekitar Anda, bahwa manusia adalah makhluk yang lemah yang tidak mempunyai kekuatan apa-apa tanpa pertolongan Allah. Bahwa hidup kita bukanlah milik kita sendiri, namun  Allahlah yang memilikinya. Buktinya, kita ingin sembuh dari sakit, sudah berupaya kemana-mana hingga mentok !  hingga habis-habisan harta dan kekayaan kita, namun kok kita belum sembuh juga ? Karena Allah belum mengijinkankan kita untuk sembuh. Ya belum sembuh !

Tentu ada asbabnya mengapa kita belum diijinkanNya sembuh. Apakah itu ? Ya carilah sendiri. Tak ada seorangpun yang tahu, kecuali diri anda sendiri. Saya melalui blog ini, hanya bisa sekedar membantu. Tetapi titik pangkal belum sembuhnya Anda sebenarnya ada pada diri Anda sendiri ! Bukan pada diri orang lain.

Kalau kita menyalahkan orang lain, siapapun itu, ini justru kesalahan yang fatal. Allah justru akan bertambah murka. Tidak sadarkah Anda ? Dalam hidup ini, kepada Allah, sebaiknya kita menjadikan diri kita sendiri bagaikan bayi didalam tangan pemomongnya. Mau diapakan olehnya nurut sajalah !

Mau dijadikan sehat ya syukur Alhamdulillah. Mau dijadikan sakit ya Alhamdulillah. Mau dijadikan kaya ya Alhamdulillah. Mau dijadikan miskin ya Alhamdulillah. Karena apa ? Bahwa didalam apapun yang Allah berikan kepada kita, ya itulah pemberian yang terbaik untuk kita. Disana ada cermin. Pembelajaran untuk kita. Ada hikmah. Yang tersembunyi dan wajib kita cari. Rugi besar jika ketika kita diberi ketidaknyamanan hidup hanya untuk mengeluh dan mengeluh sepanjang hari tanpa henti. Padahal disana ada mutiara berharga yang Allah berikan untuk kita.

Sayang kan ? Jika mutiara ini terlewatkan begitu saja oleh kita. Dan berapa banyaknya mutiara-mutiara hikmah ini, yang terlewatkan oleh kita. Sedangkan mutiara-mutiara hikmah ini adalah percik-percik cahaya kebenaran yang diberikan oleh Allah kepada seseorang secara langsung, bagi tiap-tiap orang untuk pencerahan dirinya menuju jiwa yang tenang untuk kembali menghadap ke HadliratNya kelak.

Banyak diantara pembaca blog ini, yang maunya sembuh instan dengan memesan buku atau obat herbal kepada saya, tanpa sedikitpun mau mengkaji hikmah yang ada didalam blog ini. Padahal didalam blog ini sebenarnya banyak sekali pembelajaran yang bisa dipetik.

Al Qur’an adalah sumber dari segala sumber hukum yang Allah paparkan secara dhahir. Yang merupakan petunjuk yang bisa dibaca, dipelajari, dan dijadikan dasar berpijak bagi kehidupan manusia yang beriman. Namun dasar yang paling hakiki dari segala petunjuk adalah Allah sendiri. Yang setiap saat selalu memberi petunjuk kepada masing-masing orang “langsung” melalui setiap kejadian yang dialaminya sehari-hari.

Jangan disangka bahwa dalam setiap kejadian yang kita alami tak ada skenario Allah. “ADA” !!! Sekecil apapun !!! Selalu ADA !!! campur tangan Allah. Oleh karena itu perlunya kewaspadaan yang tinggi dalam menempuh hari-hari kita. Dan mutlak perlunya “kontak” selalu dengan Allah SWT. setiap saat, untuk memohon petunjuk dan bimbinganNya, agar kita tidak terpeleset kepada kesesatan dan kerugian.

Kontak kepada Allah SWT. tidak cukup hanya sehabis sholat saja, namun harus sepanjang waktu dalam hidup kita, agar tak ada celah sedikitpun untuk setan memasuki otak dan kalbu kita. Tutup rapat-rapat pintu otak dan pintu kalbu kita agar tidak ada celah sedikitpun untuk dimasuki setiap keburukan. Dan biarlah hanya terbuka untuk segala cahaya kebaikan dan kesucian. Caranya ? Ya dengan mendekat terus dan terus kepada Allah Sang Penentu segala kejadian di dunia ini. Sang pembuat takdir baik dan takdir buruk. Hingga Allah memberikan RidhoNya.

Ridho tak akan turun otomatis tanpa kita secara sadar mengupayakan dengan berbuat kebaikan, melakukan ketulusan dan keikhlasan, serta selalu tawakkal dalam kehidupan.

Jika ingin sembuh, sering-seringlah berkunjung di blog ini. Bukan blog ini yang akan membuat Anda sembuh. Akan tetapi upaya kesembuhan saya semuanya sudah saya tumpahkan dalam blog ini. Siapa tahu ada tips-tips yang cocok untuk Anda. Bukankah Anda semua sedang berikhtiyar untuk sembuh ? Apa-apa yang ada didalam blog ini adalah salah satu jalan kesembuhan yang insha Allah bisa Anda tempuh. Insha Allah…

Blog Ini Besar Karena Allah.

Dengan menghadirkan Anda semua untuk berkunjung di blog ini. Siapa yang menggerakkan pikiran-pikiran Anda bertemu dan tertarik untuk mampir di blog ini, kalau bukan Allah, siapa lagi ? Dan insha Allah Anda semua tak akan tertipu, karena blog ini dibangun dengan kejujuran dan ketakutan kepada Allah SWT. Meskipun pada awalnya hanya dengan niat untuk berbagi pengalaman. Pengalaman yang murni pengalaman sendiri bukan mengambil dari orang lain.

Ada yang mendakwa saya hanya penjual obat, bukan berniat untuk menolong orang. He he..alhamdulillah..Jika saya hanya akan menjual obat, tak mungkin dong semua rahasia kesembuhan saya jeblak dalam blog ini tanpa ada yang saya sembunyikan sedikitpun. Dan tak mungkin dong, saya sarankan untuk terapi minum air mentah. Bukankah saya tak menjual air mentah ? Bukankah air mentah bisa Anda dapatkan dengan gratis ?

Dan bukankah air mentah atas ijin Allah mempunyai daya sembuh yang luar biasa ? Melebihi air hebat apapun yang diproduksi oleh manusia dengan tehnologi mutakhir  sekalipun ? Tetapi haruslah air mentah yang higienis. Yang memenuhi syarat kesehatan.

Lalu soal morinda. Lebih hebat mana untuk mengobati penyakit antara air mentah dan morinda ?

Dengan tegas saya yakini bahwa air mentah yang higienis jauh lebih hebat dibanding dengan obat herbal manapun buatan manusia. Aslinya, saya jauh lebih senang jauh lebih bersyukur jika Anda sekalian bisa sembuh hanya dengan air mentah daripada herbal yang manapun. Dan rejeki saya tidak bergantung kepada penjualan herbal kok, namun kepada Ridho Allah darimanapun datangnya dan melalui apapun yang sering tak disangka-sangka.

Jika rejeki itu sedang datang melalui herbal misalnya, ya itu memang hal yang harus saya syukuri. Namun hati saya jauh lebih bahagia jika dari seberang telpon seseorang mengabarkan telah banyak kemajuan sakitnya setelah minum air mentah yang sehat dengan rutin, tanpa minum herbal apapun, atau tanpa berobat kepada dokter karena saking tak punyanya uang ! Dan itu sangat banyak ! Yang Allah ijinkan sembuh hanya dengan minum air mentah setelah mengikuti anjuran saya. Loh ! Pantaskah anda mengatakan bahwa saya hanya tukang jual obat ????

Okelah…untuk sementara saya cukupkan disini dulu ya share saya tentang Blog Ini Besar Karena Allah. Semoga Anda sekalian bisa memetik manfaatnya.

Bagi yang sudah sembuh, baik dengan air mentah, dengan herbal ataupun hanya dengan mengkonsumsi tepung kerut. Anda harus sangat bersyukur kepada Allah SWT, dengan tetap menjaga kesehatan, dan jangan buru-buru makan makanan pantang dengan seenaknya. Ingat penderitaan ketika Anda sedang sakit dulu.

Dan jangan lupa untuk mensyukuri kesembuhan Anda. Memperbaiki diri Anda. Memperbaiki iman serta ibadah Anda. Memperbaiki kualitas hidup Anda. Jalan kesyukuran sangatlah banyak jika kita mau mencarinya.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

 

Purworejo, edisi revisi, 7 September 2024

Salam Penulis,
NiniekSS

 

 


 

CURHAT SEORANG SAHABAT SAKIT MAAG

CURHAT SEORANG SAHABAT SAKIT MAAG 


Bismillahirrahmanirrahiim…

Salam Sejahtera Bagi Seluruh Alam,

Puji dan syukur hanya kepada Allah Pemilik Seluruh Nikmat. Shalawat dan salam yang setulus-tulusnya semoga senantiasa tercurah atas Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW, bagi keluarga dan sahabatnya yang mulia serta para pengikutnya yang setia sampai akhir jaman.

Suatu sore saya kaget ketika diberitahu sahabat sakit maag, Mbak Atik namanya, dari Tangerang, masuk rumah sakit karena sesak nafas. Ia menderita maag dan gerd sudah cukup lama, seputar 2 tahun (persisnya saya lupa, karena saking banyaknya riwayat sakit maag yang harus saya ingat dari teman-teman sakit maag).

Saya jadi ingat saat saya masuk kerumah sakit ketika saya sakit maag dulu. Apalagi sudah berada dirumah sakit. Bayangan kematian bertambah kenthal dibenak. Sedangkan dirumah saja, jika sedang kambuh, selalu saja perasaan itu bergayut dipelupuk mata, seolah kejadiannya sudah benar-benar didepan mata. Ya Allah…

Alhamdulillah, mbak Atik hanya sebentar di opname di Rumah Sakit. Begitu pulang kerumah, alangkah senangnya ketika buku maag yang dipesannya dari saya sudah berada dirumahnya. Alias paketnya sudah nyampai. Buku Panduan dan tepung kerut.

Karena sepulang dari rumah sakit masih lemas, terpaksa ia meminta tolong kepada suaminya untuk membacakan Buku Panduan Rahasia Sembuh Sakit Maag. Saking penasarannya. Kebetulan mbak Atik ini dulu satu sekolah pada tahun yang sama di SMAN 1 Purworejo dengan saya. Jadi ada kedekatan yang khusus diantara kami.

Awalnya, didorong rasa iseng saja mbak Atik browshing di internet, karena pada galibnya ia paling malas baca-baca di internet. Bukannya malas membaca, tapi karena setiap hari, rasa nggliyengnya tak ketulungan lagi.

Nah pada saat iseng itulah mbak Atik bertemu dengan blog saya, blog solusi sakit maag. Apalagi tahu saya berasal dari Purworejo. Lalu iseng pula ia menghubungi saya via telepon. Siapa tahu saya bisa diajak nostalgia tentang kota Purworejo. Eh ngomong punya ngomong ternyata kami dulu satu sekolah ketika di SMA.

Jadilah ketemu teman lama. Pucuk dicinta ulam tiba. Mbak Atik bersyukur sekali, dari keisengannya browshing, lalu iseng menghubungi saya, ternyata menemukan apa yang selama ini dicarinya. Barangkali saja saya dan blog ini, merupakan jalan kesembuhan bagi mbak Atik dan pembaca blog sekalian. Doakan ya ? Semoga ! Amiin.

Nah ini ni, curhatnya mbak Atik kepada saya. Ini bukan aib, tapi ini adalah sebuah fakta dilapangan, betapa menderitanya orang sakit maag dan gerd. Semoga bisa dijadikan gambaran. Bahwa sakit maag, apalagi jika sudah berkembang menjadi gerd, adalah benar-benar merupakan sakit yang harus disikapi dengan serius bukan sambil lalu.

Bahwa benar sekali apa yang pernah saya tulis baik didalam buku panduan maupun dalam artikel-artikel saya di blog ini, sakit maag itu, jika tidak diperhatikan dan tak diobati dengan seksama akan bisa melumpuhkan kehidupan. Ya benar-benar melumpuhkan !

Baik lumpuh secara fisik tak mampu berjalan. Maupun lumpuh kehidupannya. Lumpuh ekonominya. Lumpuh Rumah tangganya alias berantakan. Lumpuh kehidupan sosialnya. Lumpuh imannya, agamanya. Lumpuh usahanya atau pekerjaannya. Pokoknya lumpuh segalanya !

Jangan mentertawakan ya, jika anda belum pernah mengalami sakit maag, apalagi mengalami kelumpuhan. Tapi tak ada kata terlambat jika kita mau berikhtiyar dengan sungguh-sungguh, dengan segala daya upaya disertai doa dan permohonan sepenuh hati, sepenuh jiwa kepada Allah SWT. Sang Penyembuh.

Buku Panduan, Blog solusi sakit maag, NiniekSS, morinda, tepung kerut, kalung Jenitri, Kalung Orgonit, semua yang ditulis dan ditawarkan dalam blog ini semuanya adalah sekedar alat yang jika di Kehendaki oleh Allah SWT bisa menjadi alat kesembuhan bagi kita sekalian. Tetapi yang utama adalah RidhoNya semata. Tak ada lain. Jadi jangan sampai melenceng akidah kita yaa ?

Ini ni curhatnya mbak Atik kepada saya :

Dik Nik, ini semalem saya sesak nafas terus ke RS di suntik sama di oksigen dari jam 11 malam sampai jam 3.30 pagi. Ee.. belum sampai rumah udah sakit lagi. Ini saya njengking di tempat tidur. Lambungku kram. Pas banget paket dari Dik Nik datang. Yang saya lakukan, untuk mengatasinya, mengompres lambung dengan air panas yang saya masukkan ke botol lalu dialas pake handuk. Seperti apa yang Dik Niniek sarankan. Terus apa lagi ya Dik yang harus di lakukan ? Apa tepung kerutnya dikonsumsi mentah gitu saja ?

Saya membalasnya :”Sebaiknya tepung kerutnya dimasak dulu mbak, yang encer dan gulanya sedikiiit saja”.

Lalu sambungnya di BBM :”Aku belum sempat baca bukunya Dik, suami tak mintain tolong bacain. Ni lambungku lagi suuuakiiit buanget Dik, tapi Alhamdulillah sudah agak redaan sedikit”

“Iya mbak sabar dan tawakkal selalu ya mbak” jawabku.

“Mohon doanya selalu ya Dik, semoga Allah memberi kesabaran padaku”

Ini ni BBMnya yang cukup panjang :

Iyalah Dik, saya akan berusaha mentaati yang ada di buku kok, pengin sembuh dan tak kambuh lagi. Amiin. Aku sudah trauma ke RS. Tapi sebelum membaca Buku Panduan yang dari Penjenengan mau tak mau, karena kepanikanku, dan keluarga juga ikut panik ya saya terpaksa ke RS, itu adalah jalan terbaik waktu itu to ? Padahal saya juga sudah ke Alternatif, terapi minum herbal-herbal.

Tapi belum ada tanda-tanda kesembuhan yang permanen. Sembuh sebentar, tapi kambuh lagi. Begitu dan begitu selalu. Ya karena sebelumnya tidak ngerti bagaimana mensiasatinya. Malah kadang-kadang yang saya lakukan adalah justru yang dilarang untuk sakit maag. Ya sudah semakin menjadi-jadi sakitku ini. Apalagi saya kan gak tahu tanda-tanda atau ciri-ciri dari sakit maag, waduh dik, jadi stress luar biasa !

Apalagi kemudian muncul perasaan aneh, tambah stress aku. Lagi-lagi Guru Ngajiku tu bilang bahwa aku kena santetlah, dan lain-dan lain. Yang sebangsa itu dulu kebayang gak sih Dik ? Tambah semakin gak karu-karuan badan ini. Makanya pikiran saya jadi yang enggak-enggak.

Apalagi ketika badan lemes. Puyeng tujuh keliling. Buat jalan sempoyongan. Dada seseg. Tenggorokan panas dan kering kerontang. Wislah Dik, pikirannya jadi nggak karu-karuan.

Mudah-mudahan Allah memberikan terus kesehatan untuk penjenengan dan keluarga. Dimurahkan rejekinya. Dan dipanjangkan umurnya yang Allah berkahI, RidhoI dan RahmatI. Amin YRA.

Begitulah. Siapa yang tak bersyukur menjadi saya, NiniekSS, yang didoakan oleh semua teman-teman agar selalu sehat, panjang umur yang barokah dan murah rejekinya oleh Allah SWT ? Amin Ya Rabbal Alamiin. Semoga semua doa dari teman-teman sakit maag diijabah oleh Allah SWT. dan dikembalikan menjadi keselamatan, keberkahan, kesembuhan, kecukupan rizkynya bagi teman-teman semua. Amin Ya Rabb.

Saya lanjutkan ya curhatnya Mbak Atik. Tadi malam saya berjanji untuk membalas BBMnya mBak Atik yang panjang itu. Namun karena kecapean, sehabis shalat isya’ saya sudah tepar tak ingat apa-apa lagi. Apalagi sebelum tidur saya mencoba memakai kalung orgonitenya suami saya. Melihat dampak nyata dari manfaat kalung orgonite yang telah dipake suami saya, saya tertarik untuk membelinya besuk jika ada rejeki longgar.

Nah sebelum membelinya saya harus mencobanya dulu dong. Walau sudah melihat bukti nyata. Sejak mengenakan kalung orgonite itu, hidung suami saya tak pernah keluar ingusnya lagi. Mantab kan ???

Subhanallah…Alhamdulillah saya sangat terharu dan sangat bersyukur, penderitaan sinusitis suami saya nyaris sembuh. Kalung jenitri juga banyak manfaatnya, paling tidak bisa membantu gampang tidur. Namun masih lebih banyak manfaatnya kalung orgonite yang dirakit dengan ilmu dan cara yang benar.

Tidur saya sangat pulas tadi malam. Terbangun sudah pukul 2 dini hari, ya lanjut dengan tahajjud dan dzikir hingga puas. Selesai dzikir jam 3.30 ternyata sudah ada BBM lagi dari mbak Atik, ini nih curhatnya :

Waalaikumussalam Wr.Wb.

Nggak apa-apa Dik, saya negerti capeknya penjenengan. Alhamdulillah saya diberi jalan oleh Allah dengan kenal penjenengan. Mudah-mudahan saya bisa segera sembuh dan bisa pengajian lagi kemana-mana lagi Dik.

Aku haru banget. Ini aku juga baru aja selesai sholat tahajjud, taubat, hajat, dan witir. Alhamdulillah banget selalu terngiang kata-kata penjenengan yang ada didalam buku, ‘jangan pernah ninggalin sholat walau dalam keadaan apapun’.

Alhamdulillah banget..nget Dik, saya bersyukur kepada Yang Maha Kuasa, Yang Maha Agung, semalem diberi kenikmatan tidur nyenyak, berkualitas sekali tidur saya, karena saya menuruti nasehat penjenengan, agar jika ada tanda-tanda atau signal mau kambuh maag saya, agar saya rilex jangan tegang. Menyerahkan semuanya kepada ke Ridoan Allah SWT.

Sekarang saya jadi tahu mensiasatinya, jadi Alhamdulillah gak jadi kambuh. Dan saya ingat banget kata ‘sabar’ dari penjenengan. Jadi konflik-konflik yang nggak perlu dipikir bisa diatasi dengan baik.

Dan sekarang jika ada waktu sedikit saja, langsung saya pakai untuk banyak berdzikir, daripada ngurusin sesuatu yang nggak jelas dan kadang nggak penting.

Dan Alhamdulillah, sekarang suami saya lebih sabar untuk ngurusi saya, setelah ikut membaca Buku Panduan penjenengan yang ‘luaar biasa’. Amiiin Ya Allah, amiin.

Buku tersebut sangat-sangat berguna bagi banyak orang, insya Allah. Padahal saya itu males Dik buka-buka internet. Boro-boro ! lha wong kepala kliyengan terus kok ! mudah-mudahan ini jalan saya menuju kesembuhan yang sempurna. Yang diberikan oleh Allah SWT. kepada saya melalui penjenengan.

Nice Ya Allah, aku mohon kepadaMu, untuk Dik niniek dan keluarga, berikanlah nikmat yang sempurna, perlindungan yang abadi, rahmat yang meliputi kebahagiaan, ketenteraman, dan menghadirkan manfaat hidup yang mulia dan bahagia, anugerah yang meluaskan kebaikan, keluarga serta saudara-saudaranya serta teman yang menyejukkan hati dan kasih sayang yang penuh manfaat.

Ya Allah aku mohon kepada Engkau, berikanlah keluarganya ilmu yang manfaat, rizki yang luas lagi halal, serta jauhkanlah dari rizki yang haram.

Ya Allah, jauhkanlah keluarga Dik niniek dari segala penyakit dan cucurkanlah dengan karuniaMu kesehatan, keberkahan dan panjang umur yang manfaat dan barokah. Amiin YRA. Kabulkanlah doa kami.

Lalu kubalas seperti ini :
Amiin Ya Rabbal Alamiin.

Ya Allah seseungguhnya setiap kenikmatan, kebahagiaan, dan keindahan hanya berasal dariMu, karena Engkaulah Sumber Segala Nikmat.

Tiada kebaikan serta keburukan yang terjadi tanpa ijinMu. Dan tiada sesuatupun yang terjadi tanpa pesan kehendakMu.

Puji dan syukur yang sekhalis-khalisnya kepadaMu pagi ini ya Allah, shalawat serta salam yang setulus-tulusnya, seagung-agungnya bagi Nabiku Rasulullah SAW. jika pagi ini Engkau teteskan embun penyejuk kebahagiaan direlung kalbu kami, hamba aminkan doa mbak Atik, semoga Engkau kabulkan doanya yang sungguh tulus kepadaMu ya Allah. Dan kembalikanlah kebaikan untuknya berserta keluarganya, yang melebihi segala doanya bagiku. Engkau Maha Memiliki dan Maha Luas PemberianMu. Amiin YRA.

Begitu teman-teman, curhatnya mbak Atik. Semoga bisa memotivasi teman-teman semua agar tidak berputus asa dalam menjalani sakit yang belum kunjung sembuh. Tetap bersyukur, tetap sabar dan tawakkal, dan tetap terus semangat ya !

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Salam Penulis,
Niniek SS

 


 

SURAT UNTUK SAHABATKU AINI DI PAMEKASAN

SURAT UNTUK SAHABATKU AINI DI PAMEKASAN

Bismillahirrahmanirrahiim…

Entahlah, tiba-tiba pagi ini kuingin menulis surat untuk sahabat mudaku Aini di Pamekasan Madura, semoga suratku ini terbaca dan tidak terlewatkan olehmu Aini, sebagai ajang silaturahmi meski lewat online dan sebagai ajang saling mengingatkan diantara kita agar menjadi wanita yang sempurna merajut untaian ketaatan kepada Allah SWT dan kecintaan kita kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW yang sama-sama belum pernah kita jumpai, namun kecintaan kita kepada Beliau berujung makin taatnya ruhani kita kepada Allah SWT, sehingga membuat bibir dan hati kita selalu basah oleh dzikir kepada Allah SWT dan sholawat untuk Baginda SAW…

Aini yang jauh di Pamekasan…

Maafkan jika dalam suratku ini penyebutanku padamu tak memakai embel-embel  penghormatan sedikitpun, tapi tak mengurangi hormat dan sayangku padamu nak.

Terima kasih untuk kesetiaanmu yang rajin membaca setiap artikel yang kumuat di blog ini, yang kutulis disisa waktuku melayani saudara-saudara kita yang saat ini juga sedang menderita sakit maag sepertimu.

Masih segudang judul tentang sakit maag yang ingin kutuangkan dalam blog ini, yang kuharapkan walau seberapapun, bisa membantu saudara-saudara sakit maag kita, agar segera sembuh dari penderitaannya, termasuk dirimu Aini. Namun karena keterbatasan fisikku ini, maka aku hanya bisa menuangkan setiap judul beberapa hari sekali saja, seluang waktuku saja.

Aku, yang baru 67 tahun, baik fisik maupun stamina rasanya sudah seperti orang yang berusia 70 an saja. Karena selama kurang lebih 18 tahun didera sakit maag kronis yang merontokkan seluruh kekuatan, kesabaran dan ketawakkalan lahir maupun batin.

Sehingga aku gampang capek, jika banyak kegiatan, seperti kehilangan seluruh daya.

Aku yang kau kenal tentu aku yang masih muda, cantik dan energik yang fotonya aku pampang di blog ini, ya bukan ? Ha ha …maafkan aku jika kau dan seluruh pembaca blog tertipu olehku. Foto itu adalah foto sebelum aku sakit. Tapi itu memang benar aku, bukan orang lain.
Dengan memasang foto sebelum sakit ini, tak ada maksud lain kecuali waktu blog ini kubangun, memang hanya foto itu satu-satunya yang kumiliki.

Entahlah, sejak kecil hingga kini ku memang tak suka difoto. Alasanku, foto adalah untuk mengenang masa lalu, dan foto selalu untuk dipamerkan kepada orang lain. Dan dua hal itu adalah termasuk yang paling tak kusukai.

Aku tak suka mengenang masa lalu, apalagi yang buruk-buruk (kecuali untuk introspeksi), aku lebih suka memikirkan hari esok yang lebih baik daripada mengenang masa lalu yang tak bakal balik dan lebih sedikit manfaatnya dibanding mengatur strategi untuk menyiapkan bekal keabadian kehidupan akheratku kelak yang belum pasti.

Dan aku juga paling tak suka pamer, apalagi hanya sebuah foto, apalah artinya. Aku lebih suka diriku dikenang oleh Allah SWT dan Kanjeng Nabi SAW, meskipun segudang dan sehitam apapun dosaku, aku telah taubatan nasuha, dan meski sekecil apapun amalku, aku berusaha untuk belajar ikhlas dalam mengamalkannya, bukan karena manusia, namun karena Allah SWT semata.

Aini yang sangat kusayangi...

Ini adalah foto kondisiku yang sebenarnya saat ini, diusiaku yang baru 67 ini. Sudah renta, sudah rapuh, sisa dari sakitku yang begitu lama. Alhamdulillah meskipun tinggal besi rongsok ibarat kata, Allah masih ijinkan aku sembuh, lalu menuangkan seluruh pengalaman sakit dan sembuhku dalam Buku Panduan Rahasia Sembuh Sakit Maag Kronis, yang Alhamdulillah sekali, ternyata sangat membantu saudara-saudara kita penderita maag yang kebingungan mencari solusi untuk sakit maagnya yang juga belum kunjung sembuh.

Padahal sakit maag mereka juga banyak yang sudah tahunan sepertiku, 5, 7, 10, 15 bahkan di Pasuruhan ada Pak Samsuri yang sudah menderita maag selama 25 tahun ! Alhamdulillah beliau sudah memesan bukuku, semoga Allah ijinkan menjadi jalan bagi kesembuhan sakitnya. Juga jalan bagi kesembuhan saudara-saudara kita sakit maag yang lain termasuk dirimu Aini Sayang…Amin Ya Rabbal Alamiin.

Tentu semua pembaca blog juga sepertimu, mengira aku yang sekarang adalah aku yang ada dalam foto di blog ini. Alhamdulillah…Tujuanku memasang fotoku sebelum sakit itu, agar mereka semua tidak malah menjadi shock melihat fotoku dengan kondisi yang ada sekarang ini. Nenek tua yang patut dikasihani he he..

Tapi ada yang mengherankan Aini, menurut banyak pengakuan dari saudara-saudara kita para penderita sakit maag yang menelponku, katanya suaraku seperti suara orang yang masih sangat muda, ceria, energik dan membuat adem. Apa iya toh ?

Aku kan tak bisa mendengarkan suaraku sendiri ? Tau begitu, dulu waktu aku masih muda, daftar saja ya jadi penyiar radio ? Pastinya akan jadi laris radionya, he he. Pantesan saja, ga tau tuh dulu waktu masih muda, sering didaulat untuk menjadi pembawa acara di pertemuan pkk dawis maupun RT.

Lah sekarang aku tak minat sama sekali untuk ikut organisasi yang lebih tinggi levelnya, ke kelurahan atau ke kabupaten, sebab harus wira wiri rapat dan pertemuan keluar rumah, yang tentu sangat melelahkan, menguras waktu, energi dan segalanya. Sekarang aku lebih senang melakukan kegiatan yang bisa dilakukan di rumah saja. Ya seperti yang kujalani sekarang ini, menulis, melayani konsultasi online, dan mengurus rumah tangga semampuku.

Dulu, masa mudaku sudah kuhabiskan untuk kiprah diorganisasi Tingkat I Jawa Tengah. Sehingga aku pernah mendapat perhatian khusus dari Almarhum Sri Sultan Hamengkubuwono ke IX, dan pundakku pernah ditepuknya hingga 3x ketika beliau mengamanahkan sesuatu kepadaku kala itu. Tahun 1982.

Itu adalah masa lalu, yang boleh kita kenang sesaat, bukan untuk dilamunkan karena akan memubadzirkan waktu yang sangat berharga untuk merintis amal bagi kehidupan yang lebih indah dan abadi kelak di akherat Aini.

Aini yang lembut hati…

Wajib sangat kau syukuri, meskipun masih hidup di dunia kau sudah diberi kesempatan hidup di lingkungan ladang yang penuh pahala oleh Allah SWT. Hidup di lingkungan pondok pesantren Abahmu sendiri, mengajar mengaji anak-anak, bekerja untuk pekerjaan Allah. Menyiapkan generasi muda Islam yang akhlakul karimah, para calon penghuni surga, mudah-mudahan termasuk dirimu juga Aini.

Mengajar membaca huruf Alif, jika benar mengajarnya, jika benar hasilnya, jika benar nawaitunya, tentu akan diguratkan namamu dengan tinta emas oleh Malaikat Roqib sebagai catatan kebaikan yang akan menemanimu kelak jika engkau telah kembali ke HaribaanNya jika sampai waktumu suatu saat.

Aku iri kepadamu Aini, karena kamu bisa hidup di lingkungan yang memudahkanmu untuk mengumpulkan segala kebaikan, jika kamu bisa memanfaatkan waktumu dengan baik untuk itu. Peluang emas kebaikan itu berceceran di sekitarmu, ambillah Sayang, jangan sampai terlewatkan satupun. Eman-eman..

Tapi aku tak perlu iri, karena Allah mengatur dunia seisinya ini sudah dengan sangat sempurnanya. Ya sangat SEMPURNA ! tanpa cacat dan cela seujung rambutpun. Semuanya penuh dengan rencana kebaikan, semuanya mengandung hikmah, dan semuanya memuat pesanNYA.

Yang intinya adalah, apapun yang DiberikanNya kepada kita, semata adalah karena Kasih dan SayangNya kepada semua makhlukNya, apalagi manusia adalah makhlukNya yang paling sempurna, yang secara fitrah telah diberiNya derajat yang paling tinggi diantara seluruh ciptaannya, termasuk lebih tinggi dari para malaikat sekalipun. Apa tidak luar biasa ?

Aini yang tulus hati…

Anak-anak adalah bagaikan kertas putih. Tergantung tinta yang akan ditorehkan oleh siapapun di atasnya, oleh siapa yang menorehkan dan bagaimana caranya menorehkan, akan berbeda hasilnya. Kau sebagai orang tua kedua bagi mereka, sebagai Ustadzah harus penuh dengan kasih sayang kepada mereka, sabar dalam membimbingnya, dan harus ikhlas mendoakan mereka semua agar menjadi anak-anak yang sholeh dan shalehah, walau mereka bukan anak-anakmu sendiri, namun jika kelak mereka berbuat kebaikan karena didikanmu, kamu akan juga mendapatkan pahalanya sebagai catatan kebaikan bagimu juga.

Satu perbuatan baikmu mendidik mereka dalam mengajar mengaji, beribu pahala yang bakal mengalir bagimu dunia dan akherat.

Jika kelak seorang santriwatimu menjadi anak yang shalehah bagi orang tuanya, menjadi isteri yang shalehah bagi suaminya, menjadi penghuni yang shalehah bagi keluarganya, bagi dunia….Ya Allah tak terbayangkan, betapa Allah SWT akan memuliakan dirimu dengan segala karunia kebaikan bagimu di dunia dan di akherat.

Mungkin karunia iman, karunia segala Rahmat, karunia kesehatan, karunia keselamatan, karunia segala Keberkahan, karunia rizki, karunia kemudahan untuk segala urusan, karunia perlindungan dari segala musibah, fitnah dan segala keburukan, kepahitan hidup, kegelisahan dan semua kesedihan yang tak berujung pangkal. Subhanallah Aini…Subhanallah…

Dan semua itu Alhamdulillah sudah kunikmati setelah kesembuhanku dari sakit ini. Setiap aku sholat, selalu tak mampu aku membendung air mataku, apalagi ketika aku bersujud. Dimata hatiku, rasanya aku tak layak menerima semua karunia ini.

Ternyata Allah lebih besar Ampunannya daripada dosa seluruh makhluk. Ternyata, DermawanNya melebihi persangkaan setiap hamba…Benar Aini…Allah Maha Dahsyat, Maha Pemurah, Maha Pengampun, Maha Memperhatikan, Maha Lembut, Maha Mendengar (terkadang hajat belum menjadi doa sering sudah dikabulkanNya), pokoknya Allah Maha Segalanya melebihi apa yang mampu kubayangkan dalam keterbatasan anganku, hatiku, jiwaku dan ruhaniku…

Jika kita diberinya sakit separah apapun, ini belumlah seberapa dibanding dengan nikmat-nikmat lain yang tak pernah atau belum kita sadari hingga saat ini. Belum seberapa dibandingkan nikmat karunia boleh menjadi umatnya Kanjeng Nabi Muhammad Rasulullah SAW. BELUM SEBERAPA Aini !

Alhamdulillah aku jadi sangat faham kepada kesabaran serta ketawakkalan Nabi Ayub As. Apalah artinya kehilangan dunia seisinya asal tak kehilangan akheratnya yang telah dijanjikan oleh Allah SWT dalam Al Qur’anul Karim. Negeri Jannah yang penuh ketenteraman bagi Umat Muhammad SAW yang taat menjalani perintahNya dan taat menjauhi laranganNya. Iya kan ?

Aini...

Jangan sia-siakan hidup ini, agar kita bisa menikmati kebahagiaan dan keindahan di rumah keabadian kita kelak. Di Negeri Jannah, yang tak mudah kita dapatkan. Biarlah ibaratnya sekarang kita, berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu dan bersenang-senang kemudian. Tak apalah.

Dunia tempat penghambaan, menghamba selalu tidak enak rasanya, penuh dengan penderitaan, namun jika kita ikhlas dan tahu diri, tentu Tuan Besar kita Allah SWT. tak akan melupakan kita, jika bisa menjadi hambaNya yang baik, yang taat dan patuh pada setiap perintahNya.

Oke Aini, cukup disini dulu surat panjangku. Demi kesucian, aku tak bermaksud mengguruimu. Meskipun kau lebih muda dariku, kau lebih tahu, kau lebih bisa belajar sepuasmu kepada suami dan Abahmu yang memiliki Pondok Pesantren, tentu ilmu keagamaan jauh lebih banyak yang bisa ditimba dari Beliau.

Aku sangat berterima kasih untuk BBM-BBMmu yang banyak memberikan inspirasi bagiku. Bahwa hidup ini banyak sekali nikmat yang harus disyukuri, termasuk nikmat kasih sayang yang kau berikan padaku, meski kita belum pernah berjumpa lewat darat.

Aku amini setiap doamu untukku, semoga diijabah oleh Allah SWT, bahwa semoga kita diijinkannya sempat bertemu, jika kau telah sehat, dan jika masih ada umur kita. Semoga kita sekeluarga senantiasa dalam naungan serta bimbinganNya. Amin Ya Rabbal’Alamiin.

Jika ada yang tak berkenan dalam surat panjangku ini semoga kau mau memaafkanku lahir dan batin yah ? Semoga engkau lekas diberikan karunia kesembuhan. Amin Ya Rabbal Alamiin.

Peluk ciumku selalu untukmu, dan salam untuk sekeluarga. Selamat beraktifitas, semoga keberkahan akan selalu menyertaimu. Amiin.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Salam penulis,
Niniek SS

 


 

KUCING BUDUK

KUCING BUDUK


Bismillahirrahmanirrahiim...

Suatu pagi, Saya hendak mencuci piring-piring bekas makan semalam yang belum sempat saya cuci karena hujan lebat yang mengguyur bumi semalam. Hujan lebat disertai petir yang menyambar-nyambar menyebabkan saya tak sempat berpikir lain kecuali berdoa agar hujan segera reda, agar petir segera menghilang, dan memohon perlindungan dari murkanya alam.

Pekerjaan yang mustinya bisa diselesaikan tadi malam jadi tertunda karenanya. Merapikan baju-baju kering yang sudah dicuci siang harinya, mencuci piring, merapikan dapur, menulis semuanya tertunda.

Piring, gelas, sendok garpu, semua berserakan di tempat cucian piring diluar rumah. Rumah dimana kami sekeluarga tinggal ( saya, suami dan putri saya satu-satunya yang baru kelas 1 SMA) adalah pinjaman kakak ipar saya yang baik hati. Saya sendiri belum punya rumah sendiri sampai saat kisah nyata ini saya tulis...

Ada lintasan kepingin punya rumah sendiri sih, namun setiap kali keinginan itu melintas, lalu terlupakan lagi karena ada kebutuhan yang lebih penting. Kehidupan untuk sehari-hari buat sekeluarga itulah yang bisa kami jangkau. Itupun sudah sangat alhamdulillah.

Bagi kami, sehari-hari kami sehat, kami bisa makan seadanya, bisa beribadah dengan baik, bisa mengingat Allah senantiasa, putriku hari itu lancar ngajinya lancar sekolahnya, itu sudah lebih dari cukup.

Itu rahmat dan karunia Allah yang tiada tara bagi saya.

Rumah yang kami tinggali mungkin satu-satunya rumah yang masih orisinil dari developer, karena belum pernah direnovasi karena belum ada dananya. Biarlah itu bukanlah hal yang mendesak.

Rumah disekitar saya sudah mentereng-mentereng karena mereka si empunya rumah memang bekerja sangat keras untuk bisa membangun rumahnya masing-masing.

Sebagai tetangga saya bersyukur bisa ikut merasakan kebahagiaan mereka. Rumah mewah, mobil bagus dan wajah yang selalu cerah tak pernah tergores kesan pusing memikirkan uang seperti saya he he...

Saya mulai hendak mencuci piring. Melihat banyaknya piring dan gelas yang hendak saya cuci, Ya Allah...setan yang ada dalam diri saya mulai mengeluh..

Namun tiba-tiba malaikat kebaikan segera menghadiri saya, lalu saya bisa tersenyum.Ya Allah..melihat gelas-gelas dan piring-piring kotor itu saya tersenyum penuh syukur. Terima kasih Ya Allah selalu Engkau hadirkan kebaikan dan ladang pahala dirumah hamba. Engkau hadirkan tiap hari banyak tamu yang datang kerumah hamba. Mereka semua selalu merindui hamba sekeluarga.

Meskipun yang dapat saya berikan kepada mereka sekedar minuman dan makanan ala kadarnya, namun hamba bersyukur atas karuniaMu ini Yaa Allah... Apalagi bila saya dapat menyediakan makan disaat harusnya makan, Ya Allah betapa bahagianya Hamba setiap saat hamba bisa melakukannya. Mereka kebanyakan datang kerumah saya untuk memecahkan masalah mereka bersama-sama.

Ketika angan saya mengingat teman-teman saya yang kemarin bertamu, tiba-tiba ada kucing buduk penuh kudis mendekati tempat cucian piring, mungkin ia haus atau lapar dan mau mencari sisa-sisa makanan yang belum sempat saya buang ditempat sampah.

Tubuhnya penuh kudis.

Tiba-tiba saya jijik dan ngeri sekali melihatnya. Saya suruh pergi kucing-kucing buduk itu agar segera pergi dari tempat cucian piring. Benar. Kucing-kucing itu segera menyingkir tidak jauh dari saya. Matanya memandang penuh kecewa kepada saya. Saya tepis perasaan itu. Biarlah.

Segera saya menyelesaikan mencuci piring-piring kotor itu semuanya. Selesai sudah. Tak saya hiraukan kucing kucing buduk itu lagi. Saya masuk rumah dan segera menutup pintu belakang agar kucing itu tak masuk kedalam rumah.

Saya khawatir virus kucing itu akan menular pada kulit kami serumah. Tempat dimana saya mencuci piring ada diluar rumah, tepatnya dibelakang rumah kami.

Didekat sawah.

Dibelakang tempat tinggal saya terhampar sawah berhektar-hektar. Merupakan keindahan tersendiri. Saya bisa melihat segala sepak terjang para petani dalam mengolah sawah mereka. Saya bisa melihat keindahan panorama sawah saat musim tanam maupun musim panen tiba.

Saya sudah lupa pada kucing-kucing buduk itu. Ketika menjelang tidur malam, tiba-tiba seluruh badan saya gatal bukan main. Saya ingat-ingat penyebabnya. Seingat saya, tak ada satupun  yang saya lakukan yang menyebabkan gatal. Saya tidak memegang barang-barang yang kotor. Saya tidak makan makanan yang menyebabkan alergi. Juga saya tidak bersentuhan dengan kucing buduk tadi pagi.. Lalu apa?

Semalaman saya tak bisa tidur karena tersiksa oleh gatal yang sangat menyengat diseluruh badan. Ya Allah..Astaghfirullah...sampai beberapa hari gatal itu masih tetap saya derita meskipun saya sudah ke dokter dan minum obatnya.

Karena saya sudah tak tahan lagi dengan rasa gatal itu, dalam salah satu tahajjud saya, saya tersungkur memohon kepada Allah agar ditunjukkan penyebab rasa gatal itu, dan mohon ampun atas semua dosa-dosa saya.

Tiba-tiba melintas di hadapan saya, bayangan kucing-kucing buduk itu. Ya Allah..Ya pasti itu penyebabnya, tak ada lagi. Namun bukan karena saya tertular oleh virus kucing-kucing itu, namun karena saya telah mengusir kucing-kucing yang sedang kehausan dan kelaparan dan meninggalkannya dalam keadaannya tanpa sedikitpun belas kasihan dari saya.

Air mata saya deras mengalir. Ya Allah ampunilah saya yang tidak punya belas kasihan kepada kucing-kucing buduk itu. Saya bermaksud untuk segera mencari kucing-kucing buduk itu dan meminta maaf padanya, karena saya telah melakukan tindakan keji tidak memberinya makan ketika ia lapar dan tidak memberinya minum ketika ia kehausan.

Saya tunggu-tunggu sampai dua hari kemudian, alhamdulillah akhirnya kucing-kucing buduk itu muncul kembali. Dan masih tetap kudisan bahkan terlihat kian parah. Sudah setengah busuk korengnya. Rasa jijik dalam diri saya, segera saya tepis. "Mari sini wahai kucing-kucing malang, kasihan kamu, maafkan aku kemarin yang sia-sia kepadamu ya" kata saya kepada kucing-kucing itu.

Saya biarkan ia mendekat ketempat cucian piring, sebuah ember besar yang kuletakkan dilantai. Sengaja kedalam air yang ada dalam ember itu sudah saya masukkan VCO (Virgin Coconut Oil) atau minyak kelapa murni, yang sudah terbukti sangat manjur untuk mengobati penyakit kulit. Saya berharap agar kucing-kucing itu menjadi sembuh kudisnya.

Lega sekali rasanya ketika kucing-kucing itu mendekat kepada saya, dan lalu meminum air VCO dalam ember itu dengan lahapnya. Lalu makan nasi yang sudah saya sediakan disebelah ember itu. Alhamdulillah habis. Ya Allah...telah hamba tunaikan nurani hamba atas bimbinganMu. Meminta maaf kepada kucing-kucing itu atas kesalahanku, dan memberi makan, minum dan mengobatinya dengan penuh kasih sayang karena Engkau.

Apa yang terjadi setelah itu sahabatku?

Sejak itu gatal saya menjadi hilang seketika. Subhanallah. Maha Besar Engkau Ya Allah. Saya bersungkur dalam keajaiban dan kasih sayang yang diturunkanNya kepada saya melalui pelajaran kucing buduk.

Sejak saat itu saya lebih bisa menghargai segala makhluk hidup didunia ini. Bukan saja kepada orang, melainkan kepada hewan dan tanaman sayapun menjadi mampu menyayanginya.

Sejak itu pula hidup saya menjadi lebih berbahagia dan mempunyai arti. Menyayangi binatang dan tanaman. Ada sesuatu yang membahagiakan ketika saya bisa memperhatikan hewan yang sakit dengan mengobatinya.

Memberi kehangatan kepada kucing yang kedinginan dan memberinya makan untuk kucing-kucing liar yang kelaparan.

Ada keindahan yang menyentuh kalbu ketika saya menanam sayur-sayuran seperti cabe, tomat, kacang panjang, terong dan yang lain mulai berbuah, lalu membagikannya kepada para tetangga. Ya Allah..

Marilah kita mencari kebahagiaan dari apa yang terdekat yang mampu kita raih, dari hal-hal kecil yang mampu kita lakukan. Semoga manfaat. Alhamdulillahirabbil’alamiin...

Salam Penulis,
NiniekSS

Back To Top