Bismillahirrahmanirrahiim...
Suatu pagi, Saya hendak mencuci piring-piring bekas makan semalam yang belum sempat saya cuci karena hujan lebat yang mengguyur bumi semalam. Hujan lebat disertai petir yang menyambar-nyambar menyebabkan saya tak sempat berpikir lain kecuali berdoa agar hujan segera reda, agar petir segera menghilang, dan memohon perlindungan dari murkanya alam.
Pekerjaan yang mustinya bisa diselesaikan tadi malam jadi tertunda karenanya. Merapikan baju-baju kering yang sudah dicuci siang harinya, mencuci piring, merapikan dapur, menulis semuanya tertunda.
Piring, gelas, sendok garpu, semua berserakan di tempat cucian piring diluar rumah. Rumah dimana kami sekeluarga tinggal ( saya, suami dan putri saya satu-satunya yang baru kelas 1 SMA) adalah pinjaman kakak ipar saya yang baik hati. Saya sendiri belum punya rumah sendiri sampai saat kisah nyata ini saya tulis...
Ada lintasan kepingin punya rumah sendiri sih, namun setiap kali keinginan itu melintas, lalu terlupakan lagi karena ada kebutuhan yang lebih penting. Kehidupan untuk sehari-hari buat sekeluarga itulah yang bisa kami jangkau. Itupun sudah sangat alhamdulillah.
Bagi kami, sehari-hari kami sehat, kami bisa makan seadanya, bisa beribadah dengan baik, bisa mengingat Allah senantiasa, putriku hari itu lancar ngajinya lancar sekolahnya, itu sudah lebih dari cukup.
Itu rahmat dan karunia Allah yang tiada tara bagi saya.
Rumah yang kami tinggali mungkin satu-satunya rumah yang masih orisinil dari developer, karena belum pernah direnovasi karena belum ada dananya. Biarlah itu bukanlah hal yang mendesak.
Rumah disekitar saya sudah mentereng-mentereng karena mereka si empunya rumah memang bekerja sangat keras untuk bisa membangun rumahnya masing-masing.
Sebagai tetangga saya bersyukur bisa ikut merasakan kebahagiaan mereka. Rumah mewah, mobil bagus dan wajah yang selalu cerah tak pernah tergores kesan pusing memikirkan uang seperti saya he he...
Saya mulai hendak mencuci piring. Melihat banyaknya piring dan gelas yang hendak saya cuci, Ya Allah...setan yang ada dalam diri saya mulai mengeluh..
Namun tiba-tiba malaikat kebaikan segera menghadiri saya, lalu saya bisa tersenyum.Ya Allah..melihat gelas-gelas dan piring-piring kotor itu saya tersenyum penuh syukur. Terima kasih Ya Allah selalu Engkau hadirkan kebaikan dan ladang pahala dirumah hamba. Engkau hadirkan tiap hari banyak tamu yang datang kerumah hamba. Mereka semua selalu merindui hamba sekeluarga.
Meskipun yang dapat saya berikan kepada mereka sekedar minuman dan makanan ala kadarnya, namun hamba bersyukur atas karuniaMu ini Yaa Allah... Apalagi bila saya dapat menyediakan makan disaat harusnya makan, Ya Allah betapa bahagianya Hamba setiap saat hamba bisa melakukannya. Mereka kebanyakan datang kerumah saya untuk memecahkan masalah mereka bersama-sama.
Ketika angan saya mengingat teman-teman saya yang kemarin bertamu, tiba-tiba ada kucing buduk penuh kudis mendekati tempat cucian piring, mungkin ia haus atau lapar dan mau mencari sisa-sisa makanan yang belum sempat saya buang ditempat sampah.
Tubuhnya penuh kudis.
Tiba-tiba saya jijik dan ngeri sekali melihatnya. Saya suruh pergi kucing-kucing buduk itu agar segera pergi dari tempat cucian piring. Benar. Kucing-kucing itu segera menyingkir tidak jauh dari saya. Matanya memandang penuh kecewa kepada saya. Saya tepis perasaan itu. Biarlah.
Segera saya menyelesaikan mencuci piring-piring kotor itu semuanya. Selesai sudah. Tak saya hiraukan kucing kucing buduk itu lagi. Saya masuk rumah dan segera menutup pintu belakang agar kucing itu tak masuk kedalam rumah.
Saya khawatir virus kucing itu akan menular pada kulit kami serumah. Tempat dimana saya mencuci piring ada diluar rumah, tepatnya dibelakang rumah kami.
Didekat sawah.
Dibelakang tempat tinggal saya terhampar sawah berhektar-hektar. Merupakan keindahan tersendiri. Saya bisa melihat segala sepak terjang para petani dalam mengolah sawah mereka. Saya bisa melihat keindahan panorama sawah saat musim tanam maupun musim panen tiba.
Saya sudah lupa pada kucing-kucing buduk itu. Ketika menjelang tidur malam, tiba-tiba seluruh badan saya gatal bukan main. Saya ingat-ingat penyebabnya. Seingat saya, tak ada satupun yang saya lakukan yang menyebabkan gatal. Saya tidak memegang barang-barang yang kotor. Saya tidak makan makanan yang menyebabkan alergi. Juga saya tidak bersentuhan dengan kucing buduk tadi pagi.. Lalu apa?
Semalaman saya tak bisa tidur karena tersiksa oleh gatal yang sangat menyengat diseluruh badan. Ya Allah..Astaghfirullah...sampai beberapa hari gatal itu masih tetap saya derita meskipun saya sudah ke dokter dan minum obatnya.
Karena saya sudah tak tahan lagi dengan rasa gatal itu, dalam salah satu tahajjud saya, saya tersungkur memohon kepada Allah agar ditunjukkan penyebab rasa gatal itu, dan mohon ampun atas semua dosa-dosa saya.
Tiba-tiba melintas di hadapan saya, bayangan kucing-kucing buduk itu. Ya Allah..Ya pasti itu penyebabnya, tak ada lagi. Namun bukan karena saya tertular oleh virus kucing-kucing itu, namun karena saya telah mengusir kucing-kucing yang sedang kehausan dan kelaparan dan meninggalkannya dalam keadaannya tanpa sedikitpun belas kasihan dari saya.
Air mata saya deras mengalir. Ya Allah ampunilah saya yang tidak punya belas kasihan kepada kucing-kucing buduk itu. Saya bermaksud untuk segera mencari kucing-kucing buduk itu dan meminta maaf padanya, karena saya telah melakukan tindakan keji tidak memberinya makan ketika ia lapar dan tidak memberinya minum ketika ia kehausan.
Saya tunggu-tunggu sampai dua hari kemudian, alhamdulillah akhirnya kucing-kucing buduk itu muncul kembali. Dan masih tetap kudisan bahkan terlihat kian parah. Sudah setengah busuk korengnya. Rasa jijik dalam diri saya, segera saya tepis. "Mari sini wahai kucing-kucing malang, kasihan kamu, maafkan aku kemarin yang sia-sia kepadamu ya" kata saya kepada kucing-kucing itu.
Saya biarkan ia mendekat ketempat cucian piring, sebuah ember besar yang kuletakkan dilantai. Sengaja kedalam air yang ada dalam ember itu sudah saya masukkan VCO (Virgin Coconut Oil) atau minyak kelapa murni, yang sudah terbukti sangat manjur untuk mengobati penyakit kulit. Saya berharap agar kucing-kucing itu menjadi sembuh kudisnya.
Lega sekali rasanya ketika kucing-kucing itu mendekat kepada saya, dan lalu meminum air VCO dalam ember itu dengan lahapnya. Lalu makan nasi yang sudah saya sediakan disebelah ember itu. Alhamdulillah habis. Ya Allah...telah hamba tunaikan nurani hamba atas bimbinganMu. Meminta maaf kepada kucing-kucing itu atas kesalahanku, dan memberi makan, minum dan mengobatinya dengan penuh kasih sayang karena Engkau.
Apa yang terjadi setelah itu sahabatku?
Sejak itu gatal saya menjadi hilang seketika. Subhanallah. Maha Besar Engkau Ya Allah. Saya bersungkur dalam keajaiban dan kasih sayang yang diturunkanNya kepada saya melalui pelajaran kucing buduk.
Sejak saat itu saya lebih bisa menghargai segala makhluk hidup didunia ini. Bukan saja kepada orang, melainkan kepada hewan dan tanaman sayapun menjadi mampu menyayanginya.
Sejak itu pula hidup saya menjadi lebih berbahagia dan mempunyai arti. Menyayangi binatang dan tanaman. Ada sesuatu yang membahagiakan ketika saya bisa memperhatikan hewan yang sakit dengan mengobatinya.
Memberi kehangatan kepada kucing yang kedinginan dan memberinya makan untuk kucing-kucing liar yang kelaparan.
Ada keindahan yang menyentuh kalbu ketika saya menanam sayur-sayuran seperti cabe, tomat, kacang panjang, terong dan yang lain mulai berbuah, lalu membagikannya kepada para tetangga. Ya Allah..
Marilah kita mencari kebahagiaan dari apa yang terdekat yang mampu kita raih, dari hal-hal kecil yang mampu kita lakukan. Semoga manfaat. Alhamdulillahirabbil’alamiin...
Salam Penulis,
NiniekSS
Labels:
RENUNGAN
Thanks for reading KUCING BUDUK. Please share...!
0 Komentar untuk "KUCING BUDUK"