RENUNGAN TENTANG SEMUT - SEMUT KECIL


 

RENUNGAN TENTANG SEMUT - SEMUT KECIL 

 

Bismillahirrahmanirrahiim...

Salah sebuah kajian sederhana yang membuat “perubahan besar” dalam kehidupanku. Bahwa semut kecil adalah mahkluk ciptaan Allah. Yang mempunyai hak hidup yang sama dengan makhluk ciptaan yang lain termasuk manusia. Punya rasa sakit. Bisa berdzikir. Bisa mengadu kepada Tuhannya jika teraniaya. Ada hubungan pembunuhan semut-semut kecil dengan keberuntungan manusia. Ingin tahu ? Penasaran ? Baca disini.

Sahabat NiniekSS dimanapun berada...

Dulu dalam perjalanan aku sakit, pernah terjadi keadaan yang menurutku teramat sangat memprihatinkan. Aku sedang dalam kondisi sakit maag dan asam lambungku yang sangat parah. Sehingga untuk bangun dari tempat tidur saja memerlukan perjuangan yang besar. Dari posisi berbaring ke posisi duduk, rasanya lemas sekali tak ada tenaga. Rasa dingin menusuk tulang selalu menyerang setiap saat, meskipun hari terik menyengat. Mata berkunang-kunang. Tubuh gemetar dan lemas. Keringat dingin membanjiri tubuh. Lambung rasanya pedih kaya disobek-sobek.

Saat itu jam 11 siang. Aku masih ingat betul. Nanti jam 1 siang Addin putriku satu-satunya yang waktu itu masih sekolah di SD, pulang. Dirumah hanya ada nasi sisa makan pagi. Tak ada sesuatupun yang bisa untuk teman makan anakku. Telor tidak. Mi tidak. Sayur tidak. Apalagi lauk. Garam juga pas habis. Kecap sachetan, 2 sachet yang mampu terbeli, tadi pagi adalah sachet terakhir untuk sarapan anakku teman nasi. Sebentar lagi Addin pulang. Blas tak ada sesuatupun untuk teman nasinya. Jiwaku seperti dibelah-belah. Benar-benar merasa Tuhan tidaklah adil. Sementara sebelah rumahku adalah ibu muda cantik pegawai Bank, dan suaminya pejabat pabrik rokok yang kaya raya, rumahnya mentereng, mobilnya 4 biji dengan harga masing-masing ratusan juta rupiah.

“Mengapa Engkau sandingkan aku yang Engkau beri kondisi seperti ini dengan tetangga yang berkelimpahan seperti itu Ya Allah.  Apa KehendakMu” pertanyaanku dalam hati..Aku tak pernah mengiri kepada kebahagiaan orang lain, hanya heran pada ketentuan takdir untuk masing-masing orang.

Aku kemudian merangkak bangun dari pembaringan, sekuat tenaga aku duduk, perlahan, lalu sujud di lantai yang tegelnya sudah pecah-pecah dimakan usia. Sudut mataku selalu menangkap lemari pakaian satu-satunya milikku yang kondisinya sudah tak pantas disebut lemari, karena separuh pintu penutupnya sudah bolong dimakan rayap. Walaupun namanya lemari pakaian tapi pintunya sudah bolong separuh, melompong, sehingga semua baju usang yang ada didalamnya kelihatan semua. Ya bajuku, baju suamiku serta baju Addin anakku ada disitu. Bertahun-tahun lemari itu berkondisi seperti itu, saking tak pernah ada uang tersisa untuk sekedar memperbaikinya agar tertutup.

Aku kemudian sujud.  Dengan air mata yang bercucuran aku memohon kepada Allah:”Ya Allah, Jika Engkau ada untukku, berilah aku sayuran mentah, untuk teman makan anakku Ya Allah..Jangan Engkau uji aku dengan sesuatu yang aku tak mampu menjalaninya. Saat ini aku tak punya apa-apa. Tapi aku tak meminta lebih. Aku hanya minta sayuran ala kadarnya untuk anakku. Anakku sebentar lagi pulang Ya Allah. Masih ada waktu untukku memasakkan anakku. Aku yakin Engkau akan memberinya karena aku tak pernah meminta lebih daripada apa yang kubutuhkan.  Dan tunjukkan dosaku yang mana Ya Allah sehingga fakirku Engkau jadikan sedemikian”  Itulah doaku dalam sujudku...

Sungguh ajaib. Tak berapa lama, ada teman sepenanggungan kami namanya Pak Santo. Tiba-tiba mengetuk pintu sambil mengucapkan salam. Akupun membalasnya. Ternyata Pak Santo datang sambil membawa 2 bungkus sop-sopan mentah. Sembari bilang :”Mbak Nien, aku kok aneh yo, aku ki ke warung mau cari sop-sopan. Kok tiba-tiba aku inget mbak Nien. Yo wislah aku beli 2 satunya untuk mbak Nien yo ? Dah masak belum?” (Mbak Nien, aku kok merasa aneh ya ? Aku itu tadi baru saja ke warung, mau cari sop-sopan. Tiba-tiba aku kok ingat Mbak Nien. Ya sudah aku beli 2 bungkus, satunya untuk Mbak Nien. Sudah masak belum ?). Aku menggeleng sambil tak mampu membendung air mataku. Aku tanpa malu sujud syukur disaksikan Pak Santo. Suamiku yang sedang membuang sampah tak lama kemudian datang. Subhanalloh. Doaku didengar Allah dan langsung dikabulkanNya.

Dengan badan sempoyongan tak karuan, segera kumasak sop-sopan. Matanglah sudah sayur sop kesukaan anakku. Lalu aku kembali ke pembaringan lagi dengan tubuh tak karuan rasanya. Alhamdulillah Ya Allah..Akhirnya anakku lahap makan siang dengan nasi dingin pagi + sayur sop yang masih hangat. Anakku tak pernah menuntut minta lauk ini atau itu. Apa yang ada selalu dimakan. Apalagi porsi makannya hanya sedikit.
 

Soal Renungan tentang semut-semut kecil...

Aku punya kebiasaan, ketika dulu sakit, sehabis sholat subuh membersihkan gelas kotor bekas minum teh tamu semalam. Karena memang kami sering banyak tamu. Jika saya pas sehat, malam itu juga gelas-gelas yang kotor selalu kucuci. Tapi jika badanku lagi tak nyaman, gelas-gelas kotor itu kubiarkan hingga pagi harinya barulah kucuci. Nah aku punya kebiasaan jahat waktu itu, jika ada semut-semut yang mengerubungi gelas langsung kuketuk-ketukkan terbalik, dan sisa semut yang menempel pada gelas , yang masih hidup, langsung kuguyur dengan air untuk segera kucuci. Tanpa perasaan !

Tapi pagi subuh itu, ada pikiran yang melintas. Semut itu kan makhluk. Dia hidup. Dia juga punya rasa sakit. Dia bisa berdzikir. Dia juga bisa berdoa kepada Allah jika teraniaya. AKU TERSENTAK !!! Tiba-tiba aku dihantui ketakutan yang sangat. Membayangkan, betapa menderitanya ketika semut-semut itu kuguyur dengan air, agar gelasnya bersih ? Astaghfirullahaladziim. Berarti ketika semut-semut kecil itu kuguyur dengan air tentu rasanya seperti seseorang yang terkena gelombang tsunami. Aku membayangkan, apa doa yang semut-semut itu naikkan kepada Allah ketika semut-semut itu mendapat perlakuan aniaya dariku ?

Saat itu aku lalu taubat nasuha sejadi-jadinya untuk satu dosa kepada semut-semut kecil itu. Aku sangat menyesal, dan membayangkan penderitaannya ketika kuguyur dengan air banyak. Aku berharap dengan sangat Allah berkenan mengampuni dosaku yang satu itu. Bukankah aku sering berdoa :”Ya Allah, tunjukkan dosaku yang mana Ya Allah, sehingga fakirku Engkau jadikan sedemikian ?”

Sungguh aneh, setelah itu, tak lama kemudian, sejak pagi hari hingga sore, tak putus-putusnya rejeki datang dari mana-mana. Ada saudara yang datang ngasih uang. Ada tetangga yang ngasih beras. Ada teman yang bawa telur mentah, gula dan teh. Bahkan Bu RT. datang membawa ayam bumbu bacem yang enak sekali dan kue mahal yang lembut...Saya lalu membatin :”Apa-apaan ini Ya Allah?”. Terharu. Gembira. Bersyukur. Campur aduk. Saya sujud syukur atas kejadian yang menghebohkan itu.

Sejak saya memuliakan semut, menunggu semut-semut kecil yang merubungi sisa teh dalam gelas pergi semuanya sebelum kucuci, sejak saya tak pernah lagi membunuh semut-semut kecil dengan biadab tanpa perasaan, meski seekorpun, rejeki selalu datang mengalir seperti anak sungai hingga sekarang.

Inilah yang ingin kusampaikan kepada kalian teman-temanku semua, jangan putus asa untuk memohon kepada Allah, tentang dosa-dosa kita yang menghijab turunnya Rahmat dan Karunia Allah kepada kita yang membuat hidup kita jadi susah, sulit, banyak masalah, banyak hutang, tak rukun dengan pasangan hidup, suka marah, iri dengki, pencemburu, jadi susah faham, susah ibadah, jauh dari rasa cinta, jauh dari kebahagiaan. Semua bersumber pada DOSA-DOSA YANG MENGHIJAB diri.

Itulah yang selalu kuburu dalam setiap doa-doa saya, ketika satu dosa Allah tunjukkan, kita bertaubat, Allah mengampuni, maka hilang lagi satu penderitaan, sehingga setiap kali kehidupan kita terus semakin bahagia dan bahagia. Dan terus makin enteng jiwa kita, dan sedikit-demi sedikit kita secara otomatis menjadi semakin berkurang kecintaan kita kepada dunia, beralih kepada memikirkan akherat, yang selalu kita rindukan. Semua apa yang kita kerjakan berkiblat ke akhirat, karena dunia ternyata menjerumuskan, dan mengerikan dampaknya.

Setelah kejadian itu, ada lagi keajaiban yang lain.

Ketika itu bulan Ramadhan. Seneng dengan kedatangannya, tapi sedih banget, karena dalam keadaan sakit harus menyediakan menu untuk buka dan makan sahur anak dan suami. Yang tentu sangat menyulitkan dan merepotkan dalam kondisi saya yang maagnya sedang parah. Nah diluar dugaan. Dari Ramadhan hari pertama hingga Ramadhan hari terakhir menjelang takbir, Ibu RT. selalu setiap hari mengirim makanan komplit. Dari mulai sayur, lauk, snack, dan buahnya.  Layaknya seperti saya langganan kuliner dari restaurant bergengsi. Karena makanan yang diberi oleh Ibu RT. cukup istimewa setiap harinya. Sering setiap kedatangan Bu RT. mengantar masakannya, saya peluk, saya ciumi pipinya sambil berderai air mata, saking bersyukurnya kepada Allah, berterima kasih kepada Bu RT. Yang hatinya bagaikan malaekat.

Siapa yang takkan takjub atas kasih sayang Allah kepada keluarga kami khususnya kepada saya ? Saya pada Ramadhan itu benar-benar merasa dimanjakan oleh Allah. Sebulan full tidak perlu mikir bagaimana mencari uang ? Mau masak apa ? Karena sudah selalu diantar setiap hari dengan masakan yang enak-enak oleh Bu RT. Komplit !!! Subhanalloh Allah Hu Akbar.

Saya yaqin banget, bahwa hal ini salah satu juga yang telah menjadi asbab sembuhnya sakit maag saya, karena sebulan full bebas dari berpikir. Bukankah orang sakit maag, tak boleh banyak pikiran ? Maka setiap datang bulan Ramadhan, saya selalu ingat kebesaran Allah dalam menyayangi salah satu hambaNya. Saya. Dalam setiap detik-detik yang berlalu disepanjang bulan Ramadhan, hanyalah ada air mata syukur dan syukur yang tiada henti. Itulah salah satu perjalanan kesembuhan saya.

Sampai disini dulu kisah saya, semoga manfaat. Sampai jumpa insya Allah pada artikel yang akan datang. Jika banyak salah dan khilaf saya pada pembaca. Mohon maaf lahir dan batin, semoga Allah juga mengampuni semua dosa-dosa kita, serta selalu berkenan menunjukinya kita jalan yang benar. Aamiin Ya Rabbal’alamiin. Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Purworejo 10 Mei 2020
Salam Penulis,
NiniekSS

 


 

BERJUANG PUASA DIWAKTU SAKIT MAAG


 

BERJUANG PUASA DIWAKTU SAKIT MAAG 

 

Bismillahirrahmanirrahiim...

Tentu tulisan ini sangat kalian tunggu-tunggu dari sejak lama. Iya to ? Saya sangat tahu apa yang kalian rasakan, apa yang kalian butuhkan disaat kalian sakit. Tahu banget. Karena semua keluhan sakit yang kalian rasakan tu pernah saya rasakan.

Kalian hendaklah jangan banyak mengeluh. Tapi banyaklah bersyukur dalam keadaan yang bagaimanapun ! Sebab kalian harus sadari, bahwa sakit kalian ini bukan sekedar Allah ingin menghukum kalian atas dosa-dosa yang kalian perbuat dimasa lalu. Namun ada kehendak Allah yang jauh lebih mulia dari sekedar menghukum-hukum.  Tapi Allah ingin agar kita itu masuk surga semua ! Kalau perlu tak ada yang ketinggalan satupun !

Nah. Ada dua macam pencucian dosa. Yang didunia. Dan yang di akherat. Yang didunia, bentuknya sakit penyakit. Kesulitan. Musibah. Terbelit hutang. Anak tak naik sekolah. Tak lulus ujian. Sulit mendapatkan pekerjaan. Dibenci orang. Rejeki seret. Segala jalan seolah buntu. Ya mau-mau Allah to ? Wong Allah itu Maha Berkehendak kok. Dan pencucian dosa di akherat, ya itulah neraka.

Di dunia, sesulit dan semenderita apapun pencucian, masih ada pengampunan, jika kita mau memohon ampunan dengan taubatan nasuha, secara istiqomah dan bersabar dalam menjalaninya. Tidak malah misuh-misuh. Maki-maki. Orang disekitar yang tak ngerti apa-apapun terkena makian kita !

Lha kalau kita sudah masuk pencucian di neraka, pintu ampunan sudah tertutup rapat. Mau apa kita ? Meskipun ketika kita di neraka berjanji kepada Allah :”Ya Allah, kuberikan seluruh hartaku didunia, asal aku Engkau bebaskan dari azab api neraka ini Ya Allah...”.

"Enak nian kau. Meskipun hartamu berjibun, bertrilyun, namun kau menyepelekan Aku ketika didunia. Semua hukumKu engkau langgar. Hukum Al Qur’an kau injak-injak. Engkau mendzalimi dirimu sendiri dengan kesombongan atas semua harta yang Kutitipkan padamu hai manusia tak tahu diuntung !" Mungkin begitulah Kata Allah kepada manusia-manusia yang laknat didunia dan mengingkari segala hukumNya. Baru tahu rasa kalau sudah tak ada ampunan lagi di akherat.

Nah kita, yang sekarang masih di dunia ini, yang sedang mengalami pencucian oleh Allah, dengan sakit ini, ataupun kesulitan yang lain, harusnya bersyukur, harusnya merasa beruntung, karena masih diberi kesempatan. Dicuci untuk menjadi yang lebih baik.

Dan pada setiap bulan Ramadhan, Allah memberikan dispensasi yang luar biasa kepada kita Umat Rasulullah SAW. Membuka tingkap langit selebar-lebarnya untuk turunnya Rahmat, ampunan serta kebebasan api neraka bagi kita. LUAR BIASA bukan ?

Siapa yang tak ingin menggapainya ? Siapa yang tak merindukan lailatul Qodar yang ada pada suatu malam di bulan Ramadhan, dimana ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qodar itu pahalanya setara dengan pahala ibadah seribu bulan ? Subhanallah..

Sahabat NiniekSS yang sedang berpuasa Ramadhan...

Puasa adalah perjuangan

Saat ini, bagi kalian yang sedang sakit maag atau gerd, yang berpuasa, kalian adalah benar-benar sedang berjuang. Sedangkan hari-hari biasa jam 6 pagi kalian harus sudah minum air hangat, sebentar kemudian sarapan, kalau tidak perut sungguh perih tak nyaman. Lha kalian, dalam puasa ini harus menahan segala rasa untuk bertahan hingga maghrib tiba.

Yang lambung perihlah. Yang mual mau muntahlah. Yang kembunglah. Yang menahan lapar luar biasalah. Yang super lemaslah. Hari biasa saja lemas. Apalagi puasa..Belum yang tenggorokan keringlah..ingin rasanya memutar jarum jam yang sangat lambat berputar.  Ya Allah..Kita menjadi lebih dari anak-anak, saat berpuasa ketika sedang sakit maag. Malu rasanya dengan anak-anak kita yang masih kecil usia SD saja terlihat tegar menjalani puasanya.

Ya memang seperti itulah derita puasa bagi orang yang sedang sakit lambung. Luar biasa ! Belum lagi membayangkan nanti sesaat sesudah berbuka. Dari lambung kosong lalu terisi oleh makanan serta minuman berbuka. Teler deh ! Orang Jakarta bilang ! Meskipun sembari merasakan teler saat berbuka, namun ada sebersit kebahagiaan serta rasa syukur yang mendalam. Alhamdulillah, hari demi hari telah terlewati dengan selamat.

Kalian harus berjuang menyelesaikan puasa. Dengan sekuat jiwa dan raga. Hingga benar-benar kalian merasa tak kuat, hingga harus membatalkan puasa sebelum waktunya. Meskipun batal puasanya. Namun jangan lupa. Ketika kalian membatalkannya, harus membaca doa berbuka puasa. Tidak asal minum. Lalu mohon ampunan kepada Allah bahwa memang tak kuat untuk melanjutkan puasa hari ini. Dan besuknya. Ayo dicoba lagi. Sampai kalian lulus puasanya. Terus. Terus dan terus dicoba, hingga berhasil.

Saya dulu, dalam latihan puasa ketika masih sakit juga begitu kok. Tak bisa sekali langsung mulus puasanya. Hari pertama hanya bertahan hingga jam 9 pagi. Sudah batal. Astaghfirullah..Hari kedua dicoba lagi. Alhamdulillah sudah lebih lama. Jam 11.00 batal puasanya. Hari ketiga dicoba lagi pantang putus asa. Eh..alhamdulillah sudah kuat hingga jam 3 sore...Subhanallah...Akhirnya perjuanganpun berhasil pada hari keempat...GUUUL bisa selamat puasanya hingga maghrib tiba. Allah Hu Akbar.

Dan selanjutnya, alhamdulillah bisa melanjutkan puasa hingga akhir. Perjuangan memang memerlukan pengorbanan. Menahan segala rasa tersiksa itulah pengorbanannya. Bagi kalian yang pernah mengalami sakit seperti saya, dan sedang berjuang untuk puasa pasti tahu apa yang saya rasakan. Sama kan ?

Selamat berjuang ya sahabat ? Semoga perjuangan kalian menghasilkan keberkahan sebagaimana yang kita harapkan semuanya. Bukan hanya untuk dunia kita, terlebih untuk akherat kita. Aamiin.

Puasa adalah bentuk cinta

Seseorang yang jatuh cinta tentu mau melakukan apapun yang dikehendaki oleh yang kita cintai. Terkadang tanpa dimintapun, kita melakukan apapun yang bisa membuat senang seseorang yang kita cintai. Iya kan ?

Kita tentu ingin dicintai oleh Allah SWT. dan Rasulullah SAW. Tentu apa-apa yang menjadi perintah Allah SWT. dan Rasulullah SAW. Kita berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menjalaninya dengan baik. Dengan Patuh dan taat. Dan berusaha untuk menghindari serta tidak melakukan segala apa yang dilarangNya.

Termasuk puasa di Bulan Suci Ramadhan, adalah perintah Allah SWT. Adalah bentuk kecintaan Allah SWT. kepada Umat Muslim. Dengan memberinya kesempatan kepada Umat Muslim, rahmat yang berlimpah ruah, ampunan yang seluas-luasnya, serta kebebasan bagi azab api neraka bagi yang taat dan mau menjalaninya dengan sebaik-baiknya.

Tentu, puasa di bulan suci Ramadhan, bukan saja bentuk kecintaan Allah kepada Umat Rasulullah SAW. Namun bagi Umat Muslim sendiri, merupakan bentuk cinta serta penghambaan yang habis-habisan dirinya kepada Allah SWT. serta Rasulullah SAW. Dengan bisa menjalani puasa Ramadhan, setiap Muslim tentu akan merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Sehingga kedatangannya selalu ditunggu serta disambut dengan penuh kerinduan yang sangat. Bagaikan menyambut datangnya Sang Calon Pengantin.

Maka, tunjukkanlah cinta kalian kepada Allah SWT. serta Rasulullah SAW. Dengan berpuasa di bulan Ramadhan ini. Karena kita semua belum tentu akan ketemu dengan Ramadhan yang akan datang. Sebab usia hanya ada ditangan Tuhan.

Puasa membentuk akhlak yang mulia

Bagaimana tidak ? Menahan lapar dan haus, kita belajar bersabar. Menahan lapar dan haus, kita jadi tahu toleransi kepada sesama kita yang kelaparan. Bagaimana rasanya sudah lapar tapi belum ada makanan yang hendak dimakan. Ketika puasa, kita diajar untuk makan baik pada saat berbuka maupun saat sahur, secukupnya. Karena jika makan kebanyakan justru lambung begah tak enak banget rasanya.

Ketika puasa kita diajar untuk toleransi kepada sesama. Jika pas kita uzur tak berpuasa, maka hendaklah kita jangan makan terang-terangan atau merokok didepan orang yang puasa.

Ketika puasa, kita belajar bersedekah. Apalagi bersedekah di bulan puasa dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT. Jika kita sudah biasa bersedekah di bulan Ramadhan, maka kita akan enteng untuk bersedekah di bulan-bulan biasa. Tak teringat lagi oleh kita akan pahala-pahala bersedekah, karena sudah menjadi rutinitas. Sehingga sedekah kita akan menjadi sedekah yang ikhlas tanpa pamrih, karena kita hanya mengharap keRidhoan Allah SWT. belaka.

Ketika kita berpuasa, kita diajar untuk menahan bergunjing, menahan marah, menahan nafsu angkara, menahan sombong, menahan segala perilaku yang tidak baik dan tercela.

Ketika kita berpuasa, kita diajar menyerahkan diri secara total kepada Allah SWT, dengan mendekatkan diri baik diwaktu siang maupun malam. Dengan banyak sholat, berdzikir, mengaji, membaca Al Qur’an untuk mensucikan diri serta mengharap keRidhoan Allah SWT.

Banyak sekali keutamaan-keutamaan yang ada dalam bulan puasa. Menjadikan kita berlatih untuk mempunyai akhlak yang mulia, sebagaimana diteladankan oleh Junjungan kita, Nabi Agung Rasulullah SAW.

Puasa adalah refleksi keimanan kita

Puasa merupakan refleksi atau pancaran keimanan kita. Meskipun sudah banyak menerima tauziah bahwa di bulan suci Ramadhan Allah membuka selebar-lebarnya ampunan atas dosa-dosa, seluas-luasnya menaburkan berkah, serta bermurah hati untuk membuka ampunan atas azab api neraka, tapi masih saja banyak yang santai tidak puasa. Masih merokok. Masih melakukan maksiat sebagaimana yang dilakukan pada hari-hari biasa. Naudzubilahimindzaliik..

Yang suka marah masih tetap suka marah. Yang sombong tetap sombong. Yang suka ngerumpi masih juga tanpa rasa bersalah menggosip sana menggosip sini. Yang suka memaki juga masih saja memaki-maki. Astaghfirullahaladziim.

Orang-orang seperti inilah yang jauh dari hidayah Allah SWT. Dan biasanya mereka tidak sholat, tidak puasa, tidak berzakat, boro-boro umrah dan naik haji meskipun hartanya berjibun. Padahal mengakunya mereka Islam. Namun tak tahu kaidah-kaidah beragama Islam. Dan meskipun tahu, tetap masa bodoh dengan pengetahuannya.

Semoga kita semua menjadi orang-orang yang beruntung yaa ? Yang senantiasa berpegang erat pada tali Allah. Yang taat kepada perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, serta menjadi orang-orang yang berakhlakul Qarimah sebagaimana teladan Rasulullah SAW. Aamiin.

Bagi orang yang beriman, puasa adalah tuntutan jiwa. Segala nafas kehidupan di Bulan Ramadhan dijalaninya dengan kesungguhan hati penuh kecintaan kepada Allah dan Rasulullah SAW. Puasa dijalankannya dengan baik. Berbuka tidak berlebih-lebihan, secukupnya dengan apa yang ada dan sebatas apa yang dibutuhkan oleh tubuh agar tetap sehat. Agar bisa menjalankan puasa di hari-hari selanjutnya hingga akhir puasa nanti.

Sholat berjamaah di masjid. Rajin bersedeqah. Tarawih tak pernah tinggal. Tadarus. Bibirnya senantiasa basah untuk berdzikir kepada Allah. Pikirannya selalu dijaga untuk hanya memikirkan hal yang baik-baik saja dan menjauhkan diri dari pikiran yang buruk-buruk. Menjauhkan diri dari sifat iri dengki, sombong, angkuh, pemarah, suudzon, dan segala perangai buruk lainnya. Subhanallah...

Betapa ikut sejuk hati kita menyaksikan perilaku keluarga beriman di bulan Ramadhon. Sikapnya selalu ramah murah senyum kepada siapa saja tanpa kecuali. Penyayang kepada anak-anak yatim dan para dhuafa. Setiap hari dirumahnya sangat terasa nuansa Islaminya. Tak pernah terdengar suara keras. Sikapnya saling menghormati dan menyayangi antara anggota keluarganya. Subhanallah. Semoga kita bisa menjadi keluarga yang sakinnah mawaddah warohmah. Aamiin.

Puasa tanda ketundukan kita kepada Allah SWT
Kalau bukan karena ketundukan kita kepada Allah SWT. untuk apa kita berlapar-lapar serta berhaus-haus hingga sebulan lamanya ? Lha wong haus dan lapar itu tak enak banget rasanya ? Mau makan gak boleh. Mau minum gak boleh. Mau ngerumpi gak boleh. Mau marah gak boleh. Pengin sombong apalagi. Sepertinya dimana-mana ada satpam yang memata-matai segala gerak gerik kita. Itulah puasa.

Karena kita takut kepada Allah. Ngeri akan hukum-hukumNya yang tegas dan tak bisa ditawar-tawar. Namun juga berharap besar akan Rahmat serta KaruniaNya, mengingat Allah betapa Maha Besar kasih sayangNya  serta Maha Luas ampunanNya, maka kita mau berpayah-payah menjalani puasa sebulan full di bulan Ramadhan ini bagi yang tak ada udzur.

Allah sudah menghamparkan bumi dan langit dengan segala isinya untuk kebahagiaan hidup manusia, baik untuk di dunia maupun di akherat. Bahkan tak tanggung-tanggung kasih sayang Allah kepada manusia, tidak cukup dengan memberikan dunia dengan segala isinya, namun masih dilengkapinya dengan segala aturan untuk menggapainya. Aturan yang super lengkap dengan kisi-kisinya serta sedetail-detailnya tersebut, ialah yang dinamakan dengan Al Qur’an Yang Agung.

Cobalah kita renungkan. Tidak cukup hanya dengan melimpahi dunia dengan segala isinya beserta aturan cara meraih kebahagiaan hidup yang diberikan oleh Allah SWT. kepada manusia. Namun Allah juga memberikan janji atas pahala-pahala serta karunia yang bakal diberikan bagi yang tunduk serta taat kepadaNya serta mematuhi setiap hukum-hukumNya.

Otak kita tak bakal mampu memikirkan segala ke-Maha-an yang Allah miliki. Oleh karena itu, cukup bagi kita ber-iman kepadaNya dan menjalani keimanan kita dengan sebaik-baiknya. Dengan setaat-taatnya dengan penuh ikhlas, tawakkal dalam kerendahan hati yang paling dalam. Beriman Islam. Dengan menjalankan rukun iman serta rukun Islam dengan sebaik-baiknya. Pikiran. Hati. Serta tindakan kita satu. Islam ! Alif !

Puasa adalah olah ruhani menuju kesempurnaan

Bagaimana puasa di bulan Ramadhan ini tidak saya sebut sebagai olah ruhani ? Lha wong ruhani kita yang masih amburadul dan liar kesana kemari setiap saat ini, dalam masa bulan puasa ini selama sebulan full ( bagi perempuan terpotong masa haid), bagaikan dipenjara. Ditempa. Didadar untuk menjadi fitrah kembali.  Menjadi suci bagaikan bayi yang baru lahir.

Manusia yang sempurna menurut saya adalah manusia yang sudah mampu meredam ego ataupun keinginan diri. Egonya dipangkas sepenuhnya, “terserah Allah saja segalanya”. “Bagaimana Allah sajalah”. Karena dirinya merasa hanyalah makhluk yang diciptakan oleh Kehendak Agung Sang Maha Kuasa. Jika kehendaknya sendiri bekerja, maka kehendakNya dalam hidupnya tak akan bisa maksimal. Sebab bentrok ! Bahkan bisa-bisa Kehendak Agung Allah SWT. terkalahkan oleh kehendak diri yang hina ini, sehingga yang terjadi adalah keadaan yang serba amburadul dalam hidup !!!

Akhirnya yang ada hanyalah keluhan..keluhan..dan keluhan melulu. Karena tak ada sepercik kebahagiaanpun yang kita nikmati. Yang ada hanyalah merasakan kesusahan. Kesulitan. Kebuntuan hidup. Dan lain sebagainya. Itulah yang banyak terjadi pada kita dewasa ini. Karena ibarat ikan, kehendak diri kita letakkan menjadi kepala, sedang kehendak Allah kita letakkan di ekornya. Ya hidup kita jadi terbalik-baliklah !!!

Saya dan suami saya, dari sejak awal menyadari bahwa hidup ini dihidupkan. Dan ada Yang menghidupkan. Dan ada Kehendak Agung Yang menghidupkan. Kami tak berani main-main dengan kehidupan. Sebodo amat dengan hidup yang akan kami jalani nanti. Yang penting kami berserah diri secara total kepada KehendakNya. Kehendak Allah kami letakkan didepan kehendak kami. Sehingga seterpuruk-puruknya kami, alhamdulillah kami tak pernah mengeluh dan ajaibnya, selalu ada pertolonganNya yang tak pernah kami duga-duga sebelumnya.

Karena kami sadar, ibarat wayang kami sedang diutus menjadi peran. Peran apa yang sedang harus kami jalankan ya manut. Wayang kok mau menuntut ! Ya gak bisa ! Wayang tu ya nurut sama Sang Dalang. Iya to ? Ini sekedar refleksi kami, saya dan suami saya. Sebab banyak yang bertanya :”Bagaimana Bu Niniek bisa sesabar itu dalam menjalani sakitnya yang begitu panjang ?”

Jadilah seperti bayi jika ingin lulus menjadi manusia. Bayi itu kan makhluk yang tak pernah menuntut. Selalu menurut kepada pemomongnya. Banyak tersenyum tanda bersyukur. Baunya selalu wangi karena suci. Tatapan matanya selalu bening tanpa kandungan kejahatan didalamnya. Ia selalu ridho dengan apa yang diberikan oleh pemomongnya. Mau diberi baju yang dingin maupun yang hangat. Mau dikasih susu atau tidak. Mau dibelai atau ditelantarkan seharian ditempat tidur tanpa digendong, bayi jarang protes. Itu menurut saya.

Nah, puasa itu, adalah sebagai olah ruhani untuk menyempurnakan ruhani kita menjadi ruhani yang dewasa. Yang penuh syukur atas takdir yang kita terima. Selalu bersyukur kepada Pemomong kita adalah Allah SWT. Jangan banyak protes. Tak punya duit protes. Hidup miskin protes. Hidup sulit protes. Banyak hutang mengeluh. Sakit tak sembuh-sembuh mengeluh. Lha kapan sampainya ruhani kita ke jenjang kedewasaan ?

Puasa adalah berguna untuk kesehatan

Puasa sangat berguna bagi kesehatan. Terutama kesehatan lambung, yang dampaknya kepada kesehatan secara menyeluruh. Piye to ? Setahun full lambung kita bekerja berat menggiling apa saja yang masuk kedalamnya. Ya segalanya, tanpa kecuali. Yang ringan hingga yang sulit dicerna diprosesnya agar menjadi sari-sari makanan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Dan kita ini sosok yang sering tak tahu diri. Sering memberikan beban kepada lambung yang melampaui kapasitas. Baik banyaknya maupun jenisnya. Hingga lambung terseok-seok mengerjakan tugasnya. Kasihan kan ?

Di bulan Ramadhan ini, memberikan cuti besar kepada lambung untuk tidak menjalankan tugasnya pada siang hari. Ini oleh sistem tubuh, lambung dan seluruh organ yang saling berkait disegarkan. Dibenahi. Sehingga ketika Ramadhan berlalu, lambung beserta seluruh organ tubuh menjadi lebih segar, lebih baik dalam menjalankan tugasnya masing-masing. Baik organ lahir maupun batin.

Semoga dengan puasa Ramadhan ini kita menjadi fitri kembali, baik lahir maupun batin kita. Menjadi insan yang ridho serta diRidhoi oleh Allah SWT. illahi anta maksudi wa ridhoka mathlubi.

Demikian sekilas tentang “Berjuang Demi Puasa diwaktu Sakit Maag”. Itulah alasan-alasannya betapa pentingnya kita Umat Muslim untuk benar-benar berjuang bisa menjalani puasa Ramadhan ini meskipun dengan bersakit-sakit.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Purworejo, 25 Mei 2018

Salam Penulis,
NiniekSS.

 


 

MEMGAPA RUMPUT TETANGGA SELALU TERLIHAT LEBIH INDAH ?


 

MEMGAPA RUMPUT TETANGGA SELALU TERLIHAT LEBIH INDAH ?

 

Bismillahirrahmanirrahiim...

Marilah selalu kita panjatkan puji dan syukur ke Hadlirat Allah SWT, atas segala nikmat yang diberikanNya kepada kita sekalian. Apapun nikmatNya itu, dan seberapapun.

Juga jangan pernah lupa marilah kita sampaikan sholawat dan salam kita kepada Junjungan kita Nabi Agung Muhamaad Rasulullah SAW. Karena Beliaulah kita menjadi tahu akan jalan menuju kepada Allah serta kemudian bisa mengenalNya. Dan agar kita layak mendapat syafaat Baginda Rasulullah SAW. didunia maupun diakherat kelak. Allohumma aamiin.

Sahabat,

Pagi ini tiba-tiba saya ingin berbagi tentang Mengapa Rumput Tetangga Selalu Terlihat Lebih Indah ? Kayaknya sih cukup menarik untuk kita cermati bareng-bareng ya ?

Awalnya, dulu, ketika ruhani saya masih kanak-kanak, sayapun sering melihat
“milik” orang lain selalu lebih indah. Ibarat rumput tetangga, selalu terlihat lebih hijau, lebih subur, dan tentunya lebih indah.

Saya selalu melihat baju orang lain, sepatu orang lain, penampilan orang lain. Selalu lebih indah daripada yang saya miliki. Demikian juga dengan suami, anak, dan kehidupan orang lain sepertinya segala-galanya jauh lebih baik dan lebih indah.

Wah, anak orang lain kok lebih pandai, lebih berprestasi, lebih baik segalanya dibanding dengan anakku sendiri ? Suami orang lain kok lebih sayang, lebih pengertian, lebih pintar cari duit, lebih sigap dalam melindungi ? Berpangkat tinggi. Berderajat terpandang ?

Lha kehidupan orang lain kok lebih bahagia, lebih nyaman ? Sedangkan aku ? Sakit tak kunjung sembuh ? Terpuruk dan disepelekan orang ? Orang lain bermobil mewah. Rumah mentereng. Tak pernah mikir uang. Bebas mau belanja apa saja yang diinginkan ? Tak punya hutang. Tak ngerti bagaimana rasanya diburu dept collector ? Sedangkan aku ?

Sakit-sakitan. Suami nganggur. Rumah masih ngontrak. Banyak hutang. Dijauhi saudara. Disepelekan tetangga. Tak direken. Tak dipandang. Pernah diusir dari kontrakan karena tak mampu bayar ! Benar-benar tak mampu bukannya tak mau bayar ! Sakit tak mampu berobat, padahal deritanya tak terperi ! Tak ada income sama sekali. Anak harus sekolah. Pokoknya beribu penderitaan lain yang kurasakan sehingga rumput tetangga saya lihat jauh lebih indah dibanding milikku sendiri !

Kepada siapakah aku harus mengadu ? Allah sepertinya menghilang dari alam semesta. Bayangannyapun tak mampu kutangkap meski aku sudah sangat lelah mencariNya ! Sejatinya, dirikulah yang tertolak ! Karena masih berlepotan dengan dosa diri dan kurang rasa syukur. Bukan Allah yang menghilang.

Itu dulu ! Masa lalu ketika ruhaniku masih kanak-kanak. Alhamdulillah, dengan sakit yang panjang,
Allah menempa ruhaniku menjadi ruhani yang dari hari kehari menjadi kian dewasa.

Bukan hanya jasmani saja yang bertumbuh. Dari bayi menjadi dewasa, lalu menjadi orang tua, kemudian mati setelah waktunya. Melalui proses yang panjang berliku ! Ruhanipun bertumbuh juga. Dari kanak-kanak. Menjadi dewasa. Dan ruh tak akan mati. Ruh akan tetap hidup hingga jasadnya dikubur diliang lahat. Ruh akan bertanggungjawab atas apapun yang dilakukannya ketika ia hidup bersama jasadnya didunia. Perbuatan baik maupun buruk akan mengalami pengadilan di akherat nanti..

Tak terkecuali. Ruhanikupun bertumbuh juga. Yang dulu suka marah, lalu menjadi lebih bersabar. Yang dulunya memahami sesuatu hal hanya dari sisi kulitnya, lalu alhamdulillah bisa memahami bahwa sesuatu selalu berkulit dan berisi. Dan isi selalu diselimuti oleh kulit. Serta kulit selalu berbeda jauh dari isinya. Lihatlah buah durian. Tampilannya membuat orang harus selalu berhati-hati ketika menyentuhnya. Membukanyapun tidaklah mudah. Melalui proses. Baru terlihat isinya yang aduhai nikmat rasanya.

Hidup demikian juga. Semua yang kita alami hanyalah kulit. Penuh kesemuan. Tak enak dilakoni. Tak enak dirasakan. Semuanya pahit. Karena hidup harus berjuang. Tak ada hidup yang tiba-tiba enak ! Semua harus diperjuangkan ! Adakah orang yang tiba-tiba sukses melejit ? Tak ada. Semua melalui proses. Semua berawal dari dasar. Semua berawal dari tekad dan keyakinan. Semua bagaikan buah, yang harus dikupas baru dapat dinikmati isinya. Demikian juga hidup !

Jika ingin menikmati buah yang manis. Wajib bersabar dan tawakkal. Mengupas kulitnya baru mendapatkan isinya. Dan buah yang paling nikmat adalah buah atas tanamannya sendiri.

Buah yang ditanam melalui proses yang lebih panjang. Dari mulai menyiapkan lahan, memilih bibit, menanam hingga memelihara selama masa pertumbuhan. Hingga menghasilkan buah yang diharapkan. Berjuang melalui proses. Melewati waktu. Karena tak ada selangkahpun perjuangan yang akan sia-sia.

Alhamdulillah. Atas kemurahan Allah. Akhirnya saya sadar. Yang terindah adalah milik kita bukan milik orang lain, betapapun bagusnya !

Alhamdulillah, meskipun dulu ruhani saya ketika masih kanak-kanak amburadul, namun masih ada sisi suci dari ruhani yang bertengger tegar didalam jiwa, adanya keyakinan bahwa segala perjalanan takdir atau nasib adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus dilalui, yang terbaik Allah pilihkan bagi kita, sebagai tempaan untuk menuju sebuah kemuliaan diri. Apakah itu nasib baik ataukah buruk !

Dan itulah harapan yang selalu kuyakini, yang selalu menepis keragu-raguan, sebagai penghibur segala kesedihan, penghalau rasa sakit, bahwa kelak, ada saatnya tiba kebahagiaan, kenyamanan hidup, dan ketenteraman batin. Bahkan tentu hadirnya sebuah kemuliaan yang tak bisa saya bayangkan sebelumnya.

Semua yang kelihatan indah diluar adakah pemandangan. Pemandangan hanyalah sesuatu yang bisa kita nikmati sejenak, namun bukan milik kita. Setiap pemandangan semata milik Allah yang tentu saja memuat skenario tersendiri bagi masing-masingnya oleh Allah. Tak ada yang tahu tentang skenario Allah dalam pemandangan yang kita lihat bukan ? Sedang skenario Allah bagi kita masing-masing saja kita tak tahu ? Apalagi skenario Allah bagi orang lain yang dimata kita terlihat indah ? Skenario Allah bagi orang lain, yang dimata kita bagaikan pemandangan yang sungguh indah ? Sebagai rumput yang lebih hijau dan lebih subur !

Yang terindah, sesungguhnya, adalah yang kita miliki.

Ya keluarga kita. Ya suami atau isteri kita. Ya anak-anak kita. Ya orang tua kita. Ya saudara-saudara kita. Ya tetangga kita. Ya harta kita. Ya nasib kita. Inilah sesungguhnya keindahan tak terperi yang
“wajib” selalu kita syukuri !

Jika kita bisa mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan kepada kita, sekecil apapun, itu adalah tanda bahwa kita punya iman. Orang yang mempunyai iman, insya Allah memiliki kebahagiaan dalam dirinya. Dan mempunyai keyakinan dan harapan sepanjang masa yang tak pernah pupus.

Jika kita mampu mensyukuri setiap yang Allah berikan kepada kita, maka kita tak akan bergeming lagi melihat apa yang tetangga miliki. Rumput tetangga tak akan terlihat lebih indah dari rumput kita. Karena kita sudah mampu melihat dan menikmati keindahan dalam setiap apa yang Allah berikan kepada kita.

Sakit maag kronis yang hingga gerd yang begitu parah pada saya, merupakan penderitaan luar biasa tak terperi. Karena kehidupan saya benar-benar  dihabisi lahir dan batin oleh Allah SWT. Harta habis bis..Kepercayaan diri hilang entah kemana. Yang tertinggal hanyalah setitik iman. Namun hal ini sungguh membawa hikmah yang
“luar biasa” bagi saya. Setelah kehidupan saya di “enol”kan oleh Allah, saya menjadi manusia baru yang seolah bukan diri saya sendiri.  Berbalik 360 derajad dari manusia lama saya.

Inilah mutiara yang tak ternilai dari sakit saya. Menjadi manusia
“baru” yang jauh lebih baik dari saya yang lama.

Dan saya diberikan ilmu maag dan gerd oleh Allah yang luar biasa, dari hasil pengamatan saya selama sakit 18 tahun lamanya yang Allah ijinkan untuk saya amati. Dan ilmu inilah yang akhirnya kalian rasakan bisa membantu segala penderitaan sakit kalian. Dalam ilmu ini pulalah, yang kalian rasakan ada pencerahan. Ilmu pemberian Allah itulah yang menolong kesembuhan kalian, bukan saya. Saya hanyalah wadag yang Allah sedang kehendaki untuk menolong kalian, agar kalian bisa mencerna hikmah atas sakit kalian.

Inilah yang ingin saya bagikan kepada kalian disini. Sakit kalian ini bukan sebagai hukuman Allah kepada kalian, namun
“kesempatan emas” yang Allah berikan kepada kalian agar kalian menjadi lebih baik dari masa lalu kalian entah itu yang bagaimana.

Kita seringkali lengah dan lalai. Apalagi kondisi kita yang lagi sakit maag kronis dan gerd tak sembuh-sembuh. Tentu kita sering kesal dan mengeluh.

Lambung sakit mengeluh. Dada berdebar panik. Kedinginan heboh. Kliyengan menangis. Tenggorokan rasa mengganjal bingung. Perut begah dan rasa penuh meratap..Apalagi jika sesak napas mendera ...Rasanya ajal sudah menjelang...Takut mati selalu membayangi kita semua yang menderita maag kronis dan gerd yang lama tak sembuh-sembuh.

Lihatlah...di Bekasi ada sahabat kita namanya mas Roni...ia seorang remaja yang ujiannya luar biasa. Ia menderita sakit maag kronis dan gerd stadium menengah. Sebenarnya rasa badan sudah tak karuan. Inginnya hanya berbaring di tempat tidur. Namun kedua orang tuanya tak sempat memperhatikan. Karena Roni memang tak pernah memperlihatkan bahwa dirinya sakit. Ia tak tega jika kedua orang tuanya sedih karena ia sakit. Namun seorang Roni akhirnya tak berdaya. Ia jatuh terpuruk sakit maag yang awalnya makan tak teratur karena kuliah sambil bekerja.

Inilah yang akhirnya membawa Roni kepada penderitaan yang panjang. Sakit maag biasa yang lalu berkembang menjadi Gerd stadium menengah, dimana ia harus berhenti dari pekerjaannya dan cuti kuliah yang dijalaninya sudah 10 bulan, dan ia belum sembuh.

Bapaknya hanyalah seorang sopir angkutan bahan bangunan, dan ibunya hanya dagang kecil-kecilan. Dimana penghasilan keduanya tak akan cukup untuk membiayai kuliah Roni anaknya.

Meskipun Roni sakit dirumah. Kedua orangtuanya harus tetap bekerja, demi kehidupan sekeluarga. Pergi pagi pulang petang.

Sementara Roni harus mengurus dirinya sendiri, 3 orang adiknya yang masih kecil, dan seorang kakeknya yang lumpuh tak bisa ngapa-ngapain. Bayangkan. Ia, Roni harus masak nasi sendiri, ya nyayur, ya momong ketiga adiknya, ya ngurus kakeknya yang lumpuh, tanpa bantuan pembantu rumah tangga.

Masak nasi dan sayurpun juga dua macam. Untuk dirinya nasi lembek, dan untuk yang lainnya nasi biasa. Untuk dirinya hanya bisa sayur labu siam dan bayam bening tawar, untuk lainnya sayur yang lain. Dari mulutnya tak pernah terdengar keluhan. Segala apa yang harus dihadapinya diterimanya dengan sabar dan tawakkal. Meskipun hatinya menjerit pilu, ia hanya tangiskan kepada Allah SWT.

Meskipun rasa badan sudah tak karuan, ia masih saja usahakan berdiri dari berbaringnya, mengerjakan semuanya demi adik-adiknya dan kakeknya yang ditinggal kedua orangtuanya untuk bekerja. Hatinya merintih pilu, kesedihan mendera setiap saat, namun tak ada orang yang tahu. Kedua orang tuanyapun tak begitu tahu, bagaimana sebenarnya penderitaan yang Roni rasakan setiap waktu.

Ketika saatnya tidur, sebelum terlelap, air mata meleleh dikedua pipinya. Hanya kepada Allahlah Roni memohon kekuatan, kesabaran dan kesembuhan...Itulah seorang sahabat kita Roni di Bekasi Jawa Barat. Ia tetap yakin suatu saat akan sembuh, entah kapan. Dan tetap sabar serta tawakkal menjalani sakitnya dengan penuh penderitaan lahir dan batin.

Betapa Roni bersyukur ketika browshing kemudian menemukan blog ini. Yang ia yakini sebagai blog yang akan membawanya kepada jalan kesembuhan. Itu mas Roni ungkapkan kepada saya dalam sebuah teleponnya yang panjang. Subhanallah. Allah Hu Akbar.

Bagaimana dengan kalian ?

Kalian masih sangat bersyukur. Suami kalian sangat sayang dan perhatian atas sakit kalian. Dirumah ada pembantu yang bisa membantu tugas-tugas kalian sebagai ibu rumah tangga. Mengurus putra putri kalian sekolah. Menyiapkan sarapan. Mencuci. Berbelanja. Memasak. Kalian tak perlu repot memikir sendirian. Kalian hanya menderita atas sakit yang kalian alami. Ya kan ? Tidak seperti mas Roni, meskipun sakit, harus, mau tidak mau mengerjakan pekerjaan berat agar adik-adiknya dan kakeknya tak terlantar.

Menurut kalian, yang menderita demikian parahnya hanya kalian sendiri ? Yang perut sakit. Yang jantung berdebar kencang. Yang tenggorokan mengganjal. Yang sesak nafas. Yang kepala kliyengan. Yang telinga sakit. Mata buram. Mulut asem. Tidak kawan ! Ada beribu teman kita, dari seluruh Indonesia, yang telah menghubungi saya untuk mencari solusi kesembuhan maag dan gerdnya. Seolah saya dewa penyembuh, atau dokter ahli yang tak ada duanya..Astaghfirullahaladziim...

Namun saya memaklumi, karena kalian sudah kehabisan cara dan daya, dalam mencari upaya kesembuhan kalian, sehingga kalian mencari di internet dan bertemulah dengan blog saya ini.

Ada juga yang menuduh saya membuat blog ini hanya untuk modus menipu, untuk mencari uang. Hati saya menjerit pilu. Karena kalian menilai saya dengan kacamata kalian. Orang mengukur baju tentu dengan ukuran badan sendiri bukan ? Jeritan saya hanya Allah yang tahu, semoga Allah mau mengampuni dosa kalian terhadap apa yang kalian perbuat kepada saya, dan kalian tak tahu bahwa apa yang kalian tuduhkan kepada saya itu tidaklah benar, dan itu berdosa.

Sejatinya, sayapun sama seperti kalian. Mantan penderita maag dan gerd yang sudah sangat parah. Hanya bedanya, kalian banyak yang tak melakukan pengamatan, dan tak mensikapi sakit kalian sebagai hikmah, sedangkan saya dari waktu ke waktu, selalu menanti
“saat” yang selalu saya rindukan, adalah janji Allah untuk orang yang sabar.

Alhamdulillah masih sangat beruntung, saya tidak terkena kanker lambung, kanker kolon ataupun kanker nasufaring di tenggorokan. Nyaris saja, karena pita suara saya sudah terkena asam lambung, sehingga sampai sekarang ini suara saya serak-serak basah, dan tak bisa berlama-lama berbicara, meskipun maag dan gerd saya telah sembuh.

Sahabat,

Semua yang ada diluar kita, selalu
“terlihat” lebih indah. Tetapi apakah semua benar-benar indah ? Tidak teman. Belum tentu. Mungkin jika kita masuk kedalamnya, belum tentu kesenangan dan kebahagiaan yang akan kita peroleh, namun justru sebaliknya. Sebab Allah demikian sempurnanya mengatur nasib setiap manusia. Nasib yang ditentukanNya adalah yang terbaik untuk kita, agar kita kembali di jalanNya ketika kita hidup didunia, dan kelak ketika ajal, dipanggilNya kita dalam husnul khatimah.

Oleh karena itu, saya sering sekali menghimbau kepada kalian. Agar lekas sembuh, lakukanlah interospeksi dengan baik. Jangan menyalahkan orang lain. Sakit adalah tanda bahwa diri kita ada yang
“error” entah itu apa, dan sedang direparasi oleh Allah...Jadi bertaubat atas dosa-dosa, sabar menjalani prosesnya, dan tawakkallah menantikan hasilnya. Kesembuhan !

Jangan sia-siakan hidup, meskipun kita sedang sakit. Berdialoglah terus dengan Allah, bukan hanya dalam doa setiap habis sholat. Allah selalu membuka pintu untuk ratapan kita, untuk kita yang haus ilmu, haus pengetahuan, haus pencerahan. Dengan tekun beristighfar untuk memohon ampunanNya dan dengan bersholawat untuk junjungan kita Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW, agar kita layak untuk memohon ridhoNya..Insya Allah..

Sahabat,

Jangan fokuskan hati dan fikiran kalian untuk sembuh. Tapi fokuskan diri kalian untuk memohon ampunan dan bimbinganNya. Jika kita sudah memperoleh ampunanNya maka kita akan sembuh. Percayalah ! Memohon ampunan dan bimbinganNya adalah
“proses”. Sedangkan sembuh adalah “hasilnya” . Tak usah pikirkan soal hasil, tapi utamakan proses ! Hasil akan selalu berbanding lurus dengan proses yang “benar”.

Lalu bagaimana proses yang benar ? Menurut saya, proses yang benar ya jangan memaksakan diri, tapi berserah diri kepada Allah atas hasil yang akan dicapai. Bahkan kalau perlu hilangkan soal apa yang akan kita peroleh dari usaha yang kita lakukan. Maka kalian akan memperoleh
“keajaiban !”. Akan memperoleh sesuatu kebaikan yang jauh diluar dugaan kita..Dan itu seringkali saya alami !!!

Tapi jika kalian hanya menuntut dan menuntut kesembuhan dari Allah, tanpa kalian melakukan sesuatu yang membuat Allah berkenan, mustahil kesembuhan itu akan datang ! Karena saya sembuh, justru setelah saya tak memikirkan kesembuhan saya, tapi saya memikirkan bagaimana saya memperbaiki diri saya agar berkenan di Hadlirat Allah SWT.

Dengan begitu, rumput tetangga tak lagi terlihat lebih indah, karena apa yang Allah berikan kepada kita dan keluarga kita jauh lebih indah dari segala yang lain.

Sekian dulu ya Sahabat, semoga artikel ini ada manfaatnya bagi kita sekalian. Aamiin. Alhamdulillahirabbil’alamiin..,

 

Purworejo, edisi revisi, 07 September 2024

Salam Penulis,
NiniekSS.

 


 

RABU KELABU BAGI ACEH


 

RABU KELABU BAGI ACEH 

 

Bismillahirrahmanirrahiim...

 

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un 

Melalui media ini, saya mengucapkan turut berbela sungkawa yang sedalam – dalamnya, kepada seluruh saudara – saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air di Aceh, yang saat ini sedang mengalami duka yang amat mendalam karena musibah gempa bumi yang menimpa Tanah Aceh pada Rabu tanggal 7 Desember 2016 pagi.

Juga kepada semua teman – teman, serta sahabat sakit maag dan gerd, yang bertempat tinggal di Aceh yang ikut terkena musibah ini.
Terutama yang telah kehilangan keluarga, sanak saudara dan handai taulan dalam musibah ini. Semoga SOHIBUL MUSIBAH diampuni dosanya oleh Allah SWT, meninggal dalam husnul khotimah, mendapatkan jalan yang lapang di Sisi Allah SWT. serta ditempatkan dalam jannahnya yang penuh kemuliaan. Bagi anggota keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kesabaran serta ketabahan. Sebab, semua apa yang ada di dunia ini hanyalah titipan dan pinjaman dari Allah SWT. Amin Yaa Robbal'alamin...

Jika saatnya akan diambilNya, maka mau tidak mau kita semua haruslah ikhlas. Apa yang diambil kembali oleh Allah, pasti ada ketidakbaikannya bagi kita, jika itu terus ada pada kita, apapun itu. Allah lebih Maha Tahu...Oleh karena itu tak ada yang perlu disesali, hendaklah sabar dan tawakkal itulah yang perlu kita lakukan dalam setiap musibah yang menimpa.

Sahabat Niniek SS di Aceh..

Betapa berat musibah ini...

Allah SWT. Maha Kuasa atas segala KehendakNya...Demikian juga dengan kejadian gempa di waktu shubuh yang menimpa Tanah Aceh tepatnya di Kabupaten Pidie pada Rabu pagi...tanggal 7 Desember 2016...Sebuah kejadian yang tak disangka tak dinyana. Saat masyarakat Aceh melaksanakan sholat subuh, terjadilah musibah tersebut.

Hidup ini adalah ketidak pastian !

Betapa kita hidup di dunia senantiasa dalam ketidak pastian. Bisa sehat bisa sakit. Bisa bahagia bisa berduka. Bisa selamat bisa celaka. Bisa sedih bisa gembira. Bisa beruntung bisa sial. Bisa yang miskin tiba – tiba diberi jalan kekayaan oleh Allah. Dan bisa pula yang kaya, tiba – tiba Allah menghendakinya jatuh bangkrut, sebangkrut – bangkrutnya !

Antara sukses dan kegagalan jaraknya tipis sekali. Dalam sekejab semuanya bisa berubah, jika Allah telah Berkehendak. Yang semuanya tak disangka dan tak dinyana ! Oleh karena itu, hanya kepada Allah sematalah kita hendaknya menyerahkan diri dan bergantung harap. Bukan kepada sesuatu yang lain ! Karena penentu takdir hanyalah Allah SWT.

Jika kita sudah bertekun didalam penyerahan diri secara total kepada Allah SWT, saya “yakin” bahwa Allah “pasti” akan memberikan kasih sayangNya yang “lebih” kepada kita. Memberikan benteng perlindunganNya, melimpahkan kebahagiaan kepada kita. Jika kita jatuh kedalam dosa, karena keterbatasan kita sebagai manusia, saya yakin bahwa taubatan nasuha kita akan mendapat pengampunan dari Allah Ta’ala.

Hidup hanyalah sekedar menjalani...

Hidup sebenarnya hanyalah sekedar menjalani. Kalau dalam istilah bahasa Jawa :
”Urip mung sadermo nglakoni”. Manusia lahir sudah dengan takdirnya, yang dikehendaki oleh Allah SWT. menjadi A, B, C, D dan sebagainya. Dan Allah sudah melengkapinya dengan fasilitas yang sangat sempurna bagi masing – masing orang untuk mencapai kesempurnaan dari setiap takdirnya.

Yang dibutuhkan untuk mencapai kesempurnaan takdir hanyalah
“ketaatan” dalam penghambaan, dan “rasa syukur” atas setiap keadaan yang diterimanya. Sabar, tawakkal dan ikhlas adalah bagian untuk bisa menjalani takdir dengan baik, sehingga pada perjalanan hidup bisa “lulus” menjadi manusia pilihan. Manusia yang “sesuai” dengan yang di Kehendaki oleh Allah SWT. Manusia yang kaffah lahir maupun batinnya. Seperti yang mulia Nabi Muhammad Rasulullah SAW.
Mengapa manusia mengalami segala kesulitan dan kesengsaraan ? Ya karena tidak mengenal diri sendiri, terlalu banyak keinginan kalau dalam bahasa Jawanya :
”ngangah – angah”, selalu ingin memiliki yang lebih yang bukan porsinya, yang bukan haknya, dan sebetulnya tidak dibutuhkannya !

Sudah punya rumah satu, pegin punya dua. Sudah punya mobil satu, masih kurang. Sudah punya mobil yang cukup bagus, ingin yang lebih mewah. Sudah punya penghasilan yang cukup untuk keluarga, masih berusaha untuk menambah lagi...menambah lagi...meskipun dengan jalan yang tak halal...
”korupsi” !

Hal – hal itulah yang seringkali membuat Allah murka tanpa kita sadari. Sehingga kita ditimpa dengan berbagai kesedihan, musibah, kesulitan, kebangkrutan, malapetaka, kesialan, sakit penyakit, dan lain sebagainya.

Jika kita sedang ditimpa hal seperti ini malah kita menuduh Tuhan tidak adil, pilih kasih, tidak sayang pada kita, lalu kita lari kepada yang lain selain Allah, karena kita merasa, Allah sudah tak peduli lagi dengan doa dan ratapan yang berkali – kali kita lantunkan.  Padahal semuanya bermula dari kekeliruan kita sendiri dalam menjalani hidup.

Sahabat Niniek SS yang berada di Aceh...

Sedih adalah hal yang wajar dan manusiawi bagi kita yang terkena musibah. Mungkin kehilangan orang tua, isteri, suami, anak, mertua, adik, kakak dan orang – orang yang kita cintai. Tetapi janganlah kalian ratapi kepergian mereka. Itu sudah menjadi haknya mereka untuk
“pergi selamanya” saat ini, dengan cara ini. Cara yang sudah Allah tentukan untuk masing – masing hambaNya.

Marilah kita antar kepergian mereka bukan dengan ratapan namun dengan doa- doa yang suci, agar memperlapang perjalanan mereka kembali ke HaribaanNya. Agar dosa – dosanya diampuni oleh Allah SWT. dan amal kebajikannya didunia diterimaNya. Aamiin Ya Rabbl’alamiin.

Bagi kalian yang kehilangan harta benda kalian, rumah, mobil, dan yang lain yang rusak dalam musibah ini, ikhlaskanlah. Siapa yang takkan sedih, kehilangan harta yang sekian lama dikumpulkan. Usaha yang sekian lama dirintis hancur dalam sekejab dalam musibah gempa ini ?

Tetapi yakinlah. Tentu ada kebaikan yang Allah tetapkan dalam penghancuran ini. Yang kita semua tak tahu dan belum memahaminya. Jika kita sabar dan ikhlas serta tak berburuk sangka, insya Allah pada saatnya kelak, kita akan tahu kebaikannya, mengapa musibah ini terjadi.

Pasti Allah akan mengganti dengan yang lebih baik, dengan catatan kita sabar dan ikhlas dalam menerima musibah ini. Jika tidak, maka bisa saja kehancuran yang lebih fatal yang akan kita terima..

Allah menghendaki setiap penciptaan dengan maksud yang Maha Baik. Baik bagi yang diciptakan maupun yang berguna bagi keselarasan serta keseimbangan alam semesta. Jika terjadi penyimpangan–penyimpangan yang dilakukan oleh manusia sudah membahayakan bagi manusia itu sendiri, ataupun sudah pada tingkat membahayakan keselamatan serta mengganggu keseimbangan alam semesta, maka pelaku penyimpangan serta hasil karya penyimpangan itu pasti akan DihancurkanNya tanpa diduga-duga.

Musibah seperti ini bukan terjadi di Aceh saja. Namun dimana - mana. Ini adalah peringatan bagi kita semua, agar menjadi manusia yang lebih bertaqwa, sabar dan bersyukur dalam menjalani takdir kehidupan. Agar kita kembali kepada Allah dengan segala kehendakNya. Bukan menghalalkan segala cara demi tercapainya ambisi dan keinginan.

Sebenarnya, Allah sudah memberi tanda – tanda atau aba–aba jauh hari sebelumnya, kepada hati sanubari kita, akan setiap musibah yang akan menimpa kita. Namun seringkali kita tak peduli pada suara hati nurani kita. Jika kamu melakukan ini nanti kamu akan begini, dan jika kamu melakukan itu maka nanti kamu akan begitu. Demikianlah seringkali kita mendapatkan peringatan dari sanubari kita. Tapi kita selalu menyangkalnya :
”Ah tak mungkin !”, “Ah tak apa–apa !”...

Peringatan–peringatan kecil itulah, jika terus dilanggar, yang kelak kemudian hari akan menjadi sebuah kenyataan yang benar–benar membuat hati kita tersentak ! terperangah ! dan tak bisa mengelak ! Dan mau tak mau harus menerimanya dengan kesabaran.

Sahabat Niniek SS dimanapun kalian berada...

Marilah kita terima setiap musibah yang menimpa kita sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT kepada kita manusia. Agar kedepan kita menjadi lebih baik, lebih bersih, dan lebih tertata kehidupannya, sesuai dengan Kehendak Allah SWT. Marilah kita kembali kepada jalan yang lurus, yang telah dituntunkan oleh Rasulullah SAW didalam Al Qur’anul Karim dan dalam keteladanan Beliau. Agar kita hidup
“taat” dan “bersyukur” itu saja.

Demikian
“Rabu Kelabu Bagi Aceh” semoga menjadi cermin bagi kita sekalian, bahwa betapa sayangnya Allah kepada kita semua, ditegurnya kita selalu, ketika sudah jauh melenceng dari apa yang diKehendakiNya.



Alhamdulillahirabbil’alamiin...

Purworejo, 10 Desember 2016

Yang turut berduka,
NiniekSS

 


 

BERTAKZIAH KE IBUNDA SAHABAT


BERTAKZIAH KE IBUNDA SAHABAT 

 

Bismillahirrahmanirrahiim…

Salam Sejahtera Bagi Seluruh Alam, Puji dan syukur hanya kepada Allah SWT. Pemilik Seluruh Rahmat dan Karunia. Shalawat dan salam yang setulus-tulusnya semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW, bagi keluarga dan sahabatnya yang mulia serta para pengikut Beliau yang setia sampai akhir jaman. Aamiin.

Pembaca Blog Yang Setia, dimanapun sahabat berada…

Mudah-mudahan hari ini kalian semua sudah lebih sehat dari hari-hari kemarin yaa ? Itulah doaku tiap-tiap waktu untuk kalian semua, yang kunaikkan kepada Allah Yang Maha Mengasihi dan Maha Menyayangi kita semua. Tanpa kecuali. Agar kita semua diampuni dosanya. Bagi kalian yang belum sembuh agar diberiNya hidayah kesabaran, kekuatan sehingga mampu menjalani hari-hari dengan ketawakkalan. Aamiin.

Maksudku, ada kasih sayang Allah yang diperuntukkan untuk seluruh alam dan seisinya, namun ada kasih sayang Allah yang hanya diberikanNya kepada insan-insan yang taat kepadaNya. Kita hendaknya bisa meraih kasih sayang kedua-duanya. Ya kasih sayang yang betebaran dialam raya, ya kasih sayang Allah karena kita taat kepadaNya.

Alam raya seisinya yang terhampar dihadapan kita, yang Allah peruntukkan bagi kemaslahatan hidup para makhluk termasuk kita manusia, adalah hamparan kasih sayangNya. Semua diciptakanNya dalam keserasian, keseimbangan, yang sangat sempurna !

Ada bumi, ada langit, ada daratan, laut, udara, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia, adalah sebuah kesatuan kesempurnaan yang tak bisa dipisahkan satu sama lain. Dan semuanya mempunyai aturan masing-masing, yang Allah berikan dalam bahasa masing-masing yang dipahami oleh masing-masing ciptaanNya pula. Agar mereka semua termasuk kita bisa meraih kebahagiaannya dalam kehidupan.

Dalam tatanan ekosistem semuanya saling berkait. Benar-benar masing-masing tak boleh egois mementingkan kehidupan diri sendiri, namun harus senantiasa menenggang kepentingan yang lainnya.

Salah satu contoh, menebang hutan sembarangan bisa menyebabkan banjir. Siapa yang menanggung kerugiannya kemudian ? Orang lain bukan ? Hal yang sangat sepele, membuang sampah sembarangan pada lokasi yang padat pemukiman seperti di ibukota, Jakarta, juga akan menyebabkan tersumbatnya gorong-gorong, sehingga di musim hujan akan bisa menyebabkan banjir, yang menyengsarakan seluruh penghuninya.

Namun masyarakat susah untuk diajak sadar demi kepentingan bersama. Yang disalahkan dari jaman ke jaman selalu saja pemerintah yang tak becus ngurus rakyat  dan negara ! Semestinya pemerintahan yang baik akan terselenggara jika masyarakatpun mempunyai akhlak yang baik pula. Jadi sejak awal harus ada kerjasama kearah terbangunnya kondisi negara yang kuat, antara rakyat dengan kepala pemerintahan melalui system birokrasi yang bersih dan berwibawa pula. Bukan pemerintahan yang dibawah kuasa dan kendali oligarki yang hanya menyengsarakan rakyat untuk kepentingan kelompoknya sendiri !

Nah ada lagi contoh kerja yang sembarangan yang tak memperhatikan ekosistem ataupun kepentingan orang lain, sehingga menyebabkan ratusan ribu warga menderita. Lapindo Brantas. Sistem pengeboran yang kurang memenuhi standard pengeboran menyebabkan kebocoran pipa sehingga gas didalam tanah tertekan keatas permukaan bumi. Disadarkan bahwa ini merupakan kesalahan tehnis dalam pengeboran, tak mau menerima juga, eh malah menyalahkan gempa yogya yang menjadi penyebab kebocoran pipa. He he..sudah salah masih menyalahkan Allah pula, heran..heran ! Inilah manusia yang selalu tak mau interospeksi, dan selalu menyalahkan fihak lain.

Kita jangan demikian ya ? Kita sakit, so PASTI itu kesalahan kita, bukan kesalahan orang lain, dan jangan sekali-kali menyalahkan Tuhan yang tak adil ! Marilah secara perlahan namun pasti, kita mohon ampunan Allah, mohon bimbinganNya agar kita segera bisa mengenali dosa-dosa serta kekhilafan-kekhilafan kita, lalu taubatan nasuha, lalu Allah ampuni dosa kita, lalu sembuhlah semua sakit penyakit kita, dan endingnya kita bahagia dunia dan akherat kita Oke ?

Dan anehnya lagi...Ratusan milyard yang digelontorkan untuk bantuan korban Lapindo tak sampai semuanya ketangan yang berhak ! Kemana larinya ? Tega banget orang itu memakan rejeki yang bukan haknya. Wahai saudaraku yang terdampak oleh lumpur Lapindo Brantas. Kalau dengan segala upaya manusia, sudah tak menghasilkan apa-apa, sabar dan serahkanlah semua keadaan kepada Yang Maha Kuasa dengan sepenuh keikhlasan. Biarlah Allah Yang Maha Menghakimi, mengadili segala persoalannya dengan keadilanNya yang manusia tak akan mampu mengelak lagi.

Sahabat-sahabatku sakit maag dimanapun kalian berada…

Kali ini saya ingin cerita ringan tentang perjalanan takziah yang saya lakukan pada hari minggu kemarin tanggal 22 Nopember 2015. Dimana dalam sehari itu saya temukan suka, duka, dan juga hikmah.

Hari Sabtu, sehari sebelumnya, saya mendapat sms dari sahabat saya dik Iwan, bahwa hari itu ibunda dari Mbak Sri sahabat saya dan sahabat kami semua telah berpulang ke Rahmatullah pada dini harinya. Kami diminta meneruskannya ke ikhwan di Purworejo.

Rumah duka berada beberapa puluh kilometer diatas bukit diutara kabupaten Kebumen. Jalannya sempit meskipun sudah diaspal kasar. Naik terus berkelok-kelok, terkadang disebelah kanan atau kirinya melalui jurang yang cukup terjal. Jika berpapasan mobil dengan mobil, masih bisa siih..tapi salah satunya harus mengalah menepi dulu supaya yang lainnya bisa lewat.

Sebelumnya, dulu banget, saya pernah diajak sekali oleh Mbak Sri kerumah ibundanya ini. Naik motor. Pantat saja sampai pegel nggoncengnya karena saking jauhnya, dan jalannya kasar banyak lubangnya. Saya masih inget. Sesudah dari sana maag saya kambuh berat hingga berbulan-bulan. Benar-benar berat penderitaannya. Oleh karena itu berkali-kali saya berpesan kepada teman-teman sakit maag, kalau tidak perlu sekali jika maagnya masih sakit, tak usah naik motor dululah. Apalagi jika jaraknya cukup jauh.

Ketika mendengar berita duka itu, saya langsung lemes. Walaupun bertemu dengan ibundanya mbak Sri baru sekali, namun ada kesan yang teramat mendalam kepada beliau.

Sosoknya sangat ramah. Ketika menerima kedatangan saya yang pertama kali, dulu, kelihatan sangat gembira. Tempat tinggal saya dengan rumah beliau lain kabupaten. Satu jam jarak tempuh naik bus. Belum masuknya kerumah beliau diatas bukit.

Beliau memang sudah sakit-sakitan sejak lama. Waktu saya kesana, juga kelihatan sudah rapuh kesehatannya. Meskipun jalannya sudah cukup susah, beliau masih tergopoh-gopoh menyambut saya. Menyuruh pembantu untuk membuatkan minuman dan pisang kapok kuning yang digoreng dengan tepung terigu.

Meskipun saya juga sering membuat pisang goreng tepung dirumah, rasanya makan pisang goreng tepung dirumah ibunda ueenak sekali. Perut lapar habis terguncang-guncang motor, diudara pegunungan yang sangat sejuk, membuat nafsu makan jadi bangkit. Saya yang jarang makan apa saja lebih dari satu potong, eh tanpa nyadar disini bisa habis 2 potong pisang sekali makan. Aah kalau inget sungguh memalukan sekali diriku ini.

Rasanya masih kenyang ketika kemudian saya dipersilahkan beliau untuk makan siang. Dengan sayur lodeh labu siam campur daun so dengan santan yang tak begitu kenthal dan Lombok yang hanya seuprit. Dan lauk ayam goreng entah membeli dimana, kalau menyembelih ayam sendiri jelas tak mungkin, karena waktunya yang sangat singkat ketika menghidangkannya. Meskipun masih terasa kenyang tak tega untuk menolak tawaran beliau. Apalagi sayur lodehnya sangat mengundang selera.

Nah akhirnya, makanlah saya dengan mbak Sri. Beliau ibunda ikut menungguin duduk disamping saya. Berkali-kali mempersilahkan agar saya tak malu-malu makannya. Bahkan mengambil mangkuk sayurnya menambahkannya ke piring saya, juga ayam gorengnya. Waduh..padahal saya tak begitu suka dengan ayam goreng. Bagaimana ini ? Untung mbak Sri tanggap. Tak menegur keramahan ibunya, tapi langsung mengambil ayam goreng yang baru saja diletakkan oleh ibunya dipiring saya.

Rasa kasih sayang serta kecintaan yang mendalam pada diri ibunda itulah yang sangat terkesan di hati saya. Sayang tempatnya sangat jauh dan sulit dijangkau, seandainya dekat, tentu saya akan sering sowan silaturahmi kerumah ibundanya mbak Sri ini.

Menuju kerumah almarhumah tak ada kendaraan umum. Jadi harus naik mobil sendiri atau naik motor. Ketika mendengar berita duka ini, mengapa saya langsung lemas. Pertama juga karena merasa sangat kehilangan beliau, dan pikiran membayangkan mau naik apa kesana dan dengan siapa temannya ? Karena jalan menuju kesana saya sudah lupa. Jalannya tidak ada namanya. Masuknya dari arah mana ? Karena jalan pedesaan menurut perasaan saya semua hampir sama. Berkelok kelok dan kanan kirinya penuh pohon-pohonan. Mau bertanya kepada mbak Sri, tak mungkinlah. Mereka sedang dalam suasana duka. Ya Allah.

Akhirnya saya punya idée untuk mengajak Ibu Zakaria takziah kesana. Yaa..hari sabtunya Pak Kyai Zakaria ada jadwal mengisi pengajian, yang tak mungkin dibatalkan.

Akhirnya Pak Kyai Zakaria mengusulkan untuk takziah pada hari minggunya, karena hari sabtunya darurat, tak bisa meninggalkan pengajian.

Kebetulan putri saya Adin sedang pulang. Ia saya ajak untuk takziah tidak mau, karena banyak tugas yang harus diselesaikan. Hari seninnya harus ditumpuk. Jadi ia lebih berat tugas kampusnya daripada ikut takziah. Ya sudahlah tak mengapa. Pagi-pagi sudah saya persiapkan bekal untuk dijalan, dan untuk anak saya dirumah. Kasihan. Kalau sudah menggarap tugas tak ada waktu untuk menyiapkan sendiri makanan. Jadi terpaksa uminya yang harus repot.

Enak sekali melakukan perjalanan luar kota pagi-pagi jam setengah tujuh. Udara masih segar dan jalan belum terlalu banyak polusi. Apalagi setelah lepas dari jalan raya, berbelok menuju jalan desa yang menuju ketempat duka. Cahaya matahari pagi yang ramah menyinari ladang penduduk, menerobos pepohonan hutan rindang dikanan kiri jalan, menimbulkan nuansa tersendiri dalam hati.

Mau masuk kejalan desa, hanya bertanya sekali kepada penduduk sudah pada tahu rumahnya mbah Mantan, suami almarhumah, yang terkenal sebagai kesepuhan desa, mantan lurah desa yang rupanya sangat disegani. Subhanallah. Betapa bedanya kehidupan di desa dan di kota. Di desa, jarak berkilo-kilometer orang sudah sangat saling mengenal. Namun dikota-kota besar seperti Jakarta, nama tetangga sebelahnya saja terkadang tidak tahu.

Di desa, kalau seseorang sakit, dari mana-mana berbondong-bondong orang datang menjenguk hilir mudik tak henti-henti. Rumah jadi ramai tamu serta penuh sembako serta segala macam makanan hantaran tamu. Ya Allah. Subhanallah.

Ini, juga demikian. Di lembah bukit yang menuju rumah Mbah Manten bertanya kepada seseorang satu kali langsung mereka sudah tahu rumah mbah Manten yang berada diatas bukit paling atas. Betapa kentalnya hubungan masyarakat pedesaan. Sangat mengharukan !

Lalu kamipun laju naik keatas bukit. Di sepanjang jalan langka rumah orang. Di kanan kiri jalan hanya nampak pepohonan meranggas yang mulai menghijau kembali karena musim hujan sudah tiba. Jalan berkelok-kelok, cukup sempit, banyak lubang, dan terus menanjak.
 
Berkali-kali bertemu dengan pak tani yang memanggul cangkul mau pergi keladangnya. Mereka selalu berhenti menepi sambil tersenyum ramah kepada kami yang berada didalam mobil. Dikanan kiri jalan tak ditemui sawah sepetakpun. Adanya ladang-ladang pohon sengon, yang batangnya berwarna putih, biasa untuk membuat bahan usuk rumah. Juga banyak semak pohon kunyit serta temulawak yang sepertinya tumbuh liar tanpa ditanam.

Jika kami mau memintanya, tentu akan diberikannya dengan senang hati. Tak usah membelinya meskipun kami punya uang, mereka tak akan pernah mau menerima uang kita untuk harga serumpun kunyit yang kita inginkan. Itulah salah satu warna kehidupan di pedesaan. Serba ikhlas dan selalu ingin memberikan apa yang dimilikinya, kepada yang membutuhkannya.

Sepanjang perjalanan kami takjub dengan pemandangan indah yang kami lewati. Kali ini kami dan rombongan tidak melewati jalan yang dulu saya lewati bersama mbak Sri waktu kesini yang pertama kali. Kali ini melewati jalan yang lain. Rasanya jalannya lebih jauh dan jelek !

Setelah melalui perjalanan yang cukup membuat pegal badan, akhirnya sampailah kami kerumah duka. Mbak Sri dan keluarga tampak sangat terharu melihat kami bisa datang, meskipun terlambat, karena ibunda sudah dimakamkan kemarin siang. Benar-benar diluar dugaan bahwa saya bisa datang, bahkan dengan Pak Kyai Zakaria sekeluarga yang juga sudah dikenal oleh Mbak Sri. Mata kami berkaca-kaca ketika bertemu, ada duka, namun juga ada bahagia, bercampur jadi satu.

Dihalaman rumah yang tak begitu luas berjejer mobil-mobil putra putri almarhumah yang semuanya berjumlah 10 orang. Rupanya mereka belum beranjak pulang sebelum tiga harinya.

Setelah istirahat sejenak. Saya minta diantar ke pemakaman almarhumah karena dekat. Hanya berjarak 50 meter dari kediaman. Saya sangat terharu, ketika kami serombongan bisa mendoakan almarhumah di makamnya. Apalagi berkesempatan dipimpin oleh Pak Kyai Zakaria yang terkenal sangat makbul doanya. Subhanallah.

Selama mengamini doa pak Kyai, terlintas dalam hati saya, betapa rapuhnya hidup manusia. Jika sudah dikehendakiNya, semuanya inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Suami atau isteri, anak-anak tercinta, harta yang berlimpah sekalipun, kesenangan-kesenangan dunia. Semua harus ditinggalkannya dengan paksa. Semoga beliau diberikan ampunan oleh Allah SWT. atas segala dosanya, ditunjukinya jalan kembalinya, dan diberinya tempat yang baik disisiNya. Semoga beliau wafat dalam husnul khatimah. Aamiin.

Dan kita semua yang masih hidup, semoga bisa belajar pada setiap kematian saudara-saudara kita. Meneliti diri untuk mendapatkan mutiara hikmah yang sangat berharga bagi bekal menyongsong kehidupan yang sebenar-benarnya adalah di alam akherat.

Betapa beruntungnya ibunda sahabat saya, yang bisa didoakan oleh Pak Kyai Zakaria. Seorang Kyai yang begitu zuhudnya.

Saya yang telah mengenal  beliau secara dekat, subhanallah belum pernah menemui seorang kyai yang tawadhuknya dan ikhlasnya seperti beliau. Kecuali beliau seorang hafidz juga beliau tidak makan yang dimasak dengan api, alias yang dikonsumsi adalah makanan mentah. Baik itu makanan atau minuman semuanya mentah !

Mau tau menu beliau setiap harinya ? Beliau pelaku puasa Daud. Namun jika sedang tidak puasa. Pagi-pagi sarapan beliau adalah tepung beras putih + susu sapi yang baru diperas + legen ( air nira yang menjadi bahan untuk membuat gula merah ). Tepung berasnya menggilingkan sendiri, karena kalau tepung beras yang sudah jadi dan dijual dalam bentuk yang sudah dikemas khawatir pengeringannya dengan system peng-openan. Lalu susu sapinya juga susu sapi yang baru saja diperah. Di tempat tinggal beliau dekat dengan tempat pemerahan susu jadi bisa setiap saat pesan susu sapi yang masih segar. Nira juga setiap kali pesan kepada penderes nira yang beliau percaya.

Menu itu dibuatnya 1 gelas besar untuk seharian. Artinya dalam sehari beliau hanya mengkonsumsi ya hanya segelas besar menu itu saja. Siang tidak, sorenyapun tidak. Siang seringnya konsumsi buah apa saja. Ada salak ya salak. Ada durian ya durian. Ada sawo ya sawo, ya pokoknya segala macam buah yang ada tanpa pilih-pilih.

Jika beliau diundang di suatu majelis pengajian untuk memberikan tausiyah, maka fihak  pengundang selalu berusaha menyediakan buah-buahan atau telor mentah. Dan para jamaah cukup snack seperti biasanya he he. Antik bukan ?

Mau tahu pula bagaimana tidur ala beliau ?

Lebih kaget lagi ketika beliau memberitahu saya bahwa tidur beliaupun tidak diatas kasur seperti kita. Namun di tempat tidur khususnya yang dibuat dari batu !

Karena penasaran, maka sayapun sowan ke kediaman beliau, untuk menyaksikan langsung tempat tidur beliau. Saya dengan suami saya, diperkenankan untuk masuk kedalam kamar tidur beliau untuk melihat tempat tidur beliau.

Mau tahu ?  Didalam kamar beliau, terdapat bangunan seukuran makam. Diatasnya ditata batu-batuan seukuran telor-telor puyuh ditebarkan diatasnya. Warna batunya semuanya putih. Dibagian ujungnya ditanam batu berbentuk gepeng rata seperti bantal kecil. Ketika saya tanyakan kepada beliau untuk apa kok ada batu besar gepeng itu ? Beliau menjelaskan bahwa batu itu memang berfungsi sebagai bantal ketika beliau tidur. Bahkan beliau berkenan mempraktekkan bagaimana beliau tidur diatas jajaran batu-batu itu

Saya tak bisa membayangkan bagaimana rasanya setiap malam tidur diatas batu-batu kecil dan berbantalkan sebuah batu besar. Dan posisi tidur beliau, konon selalu meneladani sikap tidurnya Kanjeng Nabi SAW. dimana miring kekanan dan muka menghadap kearah kiblat serta kedua telapak tangan ditangkupkan sebagai bantalan dibawah kepalanya. Subhanallah.

Hari-hari beliau full untuk menggeluti Al Qur’an dan memberikan tausiyah dimana-mana. Itulah sekedar gambaran tentang Bapak Kyai Zakaria yang saya kenal.

Itulah mengapa saya merasa sangat beruntung, ketika saya mau takziah ke ibundanya mbak Sri, beliau Pak Kyai Zakaria berkenan takziah juga. Alhamdulillah..

Tak tega juga rasanya ketika saat kami dipersilahkan makan dikediaman ibunda mbak Sri, eh Pak Kyai Zakaria hanya makan mangga mentah diberi gula pasir, karena saking bingungnya Mbak Sri, beliau mau disediakan makanan apa ? Padahal Pak Kyai Zakaria kan tak makan gula pasir ? Ya sudah tak ada masalah, mangga mentahpun jadi, daripada beliau hanya melihat kami makan ?

Pulang dari rumah duka, kami tak sengaja melewati sebuah telaga. Tadi waktu mau pulang, ditunjukkan oleh mbak Sri agar melewati jalan yang ini saja. Karena jalannya lebih mulus. Eh bener juga. Mulusnya. Namun lebih ngeri, karena dikanan kirinya lebih banyak jurang menganga. Jika tidak hati-hati bisa celaka.

Ternyata telaga yang kami lewati, merupakan tempat rekreasi kabupaten kebumen. Ya sudah atas kesepakatan bersama, kami mampir di telaga itu. Sayang kan, sudah lewat jika tidak mampir? Tapi niat awal kami kan bukan untuk melihat telaga, tapi untuk takziah. Jadi itung-itung mampirnya di telaga ini adalah bonus dari Allah, diberi kesempatan melihat pemandangan yang sangat indah. CiptaanNya.. Allah Hu Akbar.

Kamipun tak sempat berlama-lama di telaga. Mengingat putri saya Adin sudah cukup lama ditinggal sendirian dirumah. Tapi tadi, di telaga, sempat selvi-selvi juga siih. Dan rencana hari ini Adin harus pulang ke yogya, karena besuk pagi ada kuliah pagi. Jadi pulangnya, Pak Kyai Zakaria agak ngebut untuk mengejar waktu agar Adin tak ketinggalan berangkatnya ke Yogya.

Eh, apa yang terjadi ? Ternyata Adin masih santai-santai. Tapi ia sewot, karena ternyata dirumah lampu mati sejak jam 10 pagi hingga saat kami sampai dirumah kira-kira jam setengah 3 sore. Sehingga Adin tak bisa berbuat apa-apa untuk mengerjakan tugas kuliahnya.

Begitu capeknya sampai dirumah…Eh Pak Kyai Zakaria dan Ibu masih juga sempat menawari Adin dengan sungguh-sungguh untuk mengantarnya ke yogya dengan mobil yang dirental itu, subhanallah. Allah Hu Akbar. Demikian ikhlasnya hati beliau. Padahal jarak rumah kami ke yogya masih 1,5 jam perjalanan, pulang pergi kan 3 jam bukan ? Alhamdulillah Adin memutuskan untuk tak pulang sore itu ke yogya. Sungkan juga kan dengan Pak Kyai ? Kecuali itu Adin masih harus merampungkan tugasnya sebelum kembali ke kostnya besuk pagi.

Adin sangat rugi tidak ikut takziah. Rugi tidak mendapatkan pahalanya takziah. Rugi tidak ikut melihat telaga, rugi tidak ikut kebersamaan. Karena ia berfikir, jika ikut, khawatir tugasnya tidak selesai !

Itulah kerja otak ! Kadang-kadang sering berdampak buruk daripada baiknya. Allah menghendaki kami bertakziah, karena itu suatu kebaikan. Namun Adin lebih mengutamakan logika, mengerjakan tugas daripada takziah, khawatir tugas tak bisa selesai ! Nah hasilnya lebih baik mana mengutamakan kebaikan atau logika berpikir ?

Ini suatu pelajaran berharga yang bisa saya ambil dari seluruh cerita diatas. Seringkali dalam kehidupan sehari-hari kita lebih mengedepankan logika daripada suara hati yang merupakan tuntunan Allah. Pelit sedekah karena takut kebutuhan kita menjadi berkurang dan tak tercukupi ? Inilah logika. Tapi iman akan loss untuk bersedekah karena sangat yaqin bahwa rejeki adalah urusan Allah, dan Allah Maha Sempurna dalam mengurus urusan makhluknya jika kita mau berserah diri.

Dan ketika Pak Kyai Zakaria menawarkan untuk mengantar putri saya Adin ke yogya. Ada pelajaran keikhlasan dan bersegera menangkap peluang kebaikan karena semata mengharap keridhoan Allah belaka. Indahnya !!! Meskipun putri saya akhirnya memilih untuk pulang esok paginya.

Yuk, walaupun sedikit, kita belajar untuk selalu menangkap peluang kebaikan yang Allah tebarkan disekeliling kita setiap saatnya. Sampai jumpa pada artikel mendatang. Insha Allah. Jika ada khilafnya dalam tulisan ini mudah-mudahan Allah mengampuni saya, dan semoga Andapun mau memaafkannya. Lewat tulisan sederhana ini semoga Anda mendapatkan pencerahan. Amiin.

Alhamdulillahrirabbil’alamiin.

 

Purworejo, Edisi revisi 7 September 2024

Salam Penulis,
Niniek SS

 


 

 

BLOG INI BESAR KARENA ALLAH


BLOG INI BESAR KARENA ALLAH 

 

Bismillahirrahmanirrahiim…

Salam Sejahtera Bagi Seluruh Alam, Puji dan syukur hanya kepada Allah SWT. Pemilik Seluruh Rahmat dan Karunia. Shalawat dan salam yang setulus-tulusnya semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW, bagi keluarga dan sahabatnya yang mulia serta para pengikut Beliau yang setia sampai akhir jaman. Aamiin.

Pembaca Blog Yang Setia, dimanapun sahabat berada…

Alhamdulillah jika kian hari pengunjung blog ini kian bertambah banyak. Yang artinya apa yang ingin saya bagikan sebagai buah pengalaman saya sakit, makin bisa dinikmati oleh banyak teman. Tentu teman sependeritaan sakit maag, atau yang keluarganya menderita sakit maag atau gerd seperti yang dulu pernah saya alami dalam kurun waktu yang panjang.

Betapa menderitanya sakit maag itu. Apalagi yang sudah parah. Sakitnya Ya Allah...tak bisa diceritakan..Apalagi jika sedang kambuh, seperti ada yang menghunjam di uluhati, mencabik-cabik. Sebentar sebentar perut terasa lapar. Padahal satu jam yang lalu baru saja makan. Padahal untuk makan apapun selalu sakit.

Sampai malu kepada diri sendiri. Seolah tak mampu menahan nafsu. Nafsu untuk makan. Dulu bahkan saya pernah terpikir apakah diri saya ketempelan iblis yang doyan makan ? Sehingga semua makanan yang masuk, nutrisinya diserap olehnya ? Itu dulu ketika saya sedang menderita maag. Belum sembuh. Dan belum mengenal apa itu sakit maag. Beserta liku-likunya.

Yang paling tidak mengenakkan adalah ketika perut begah. Lalu timbul rasa lapar. Tidak makan perut terasa sakit karena lapar. Namun jika makan, sedikit saja perut tambah begah. Jika sudah begini tak bisa tidur berbaring. Karena rasanya seluruh isi perut mendesak ke bagian dada sehingga dada terasa penuh sesak.

Lalu nafas cengab-cengab bagaikan ikan kehabisan air. Biasanya kalau sudah seperti ini, saya sangrai abu gosok diatas kompor barang dua genggam, setelah panas dituang keatas serbet yang bersih, lalu ditempel diatas lambung yang terasa penuh. Entah karena sugesti waktu kecil jika perut sakit ibu selalu membuatkan abu gosok disangrai, atau karena memang didalam abu gosok ada rahasia kesembuhan ? Entahlah. Yang jelas, dengan cara ini perut selalu menjadi lemas, berkurang kencengnya, otomatis berkurang juga rasa begahnya. Silahkan saja dicoba kalau tak percaya !

Blog ini, yang awalnya saya bangun untuk menghilangkan kejenuhan ketika sakit, eh ternyata menjadi sesuatu yang sangat mengasyikkan. Awalnya, saya sama sekali tak terpikir bahwa blog ini akan menjadi blog yang dibutuhkan banyak orang. Dan awalnya, saya pikir, tak akan ada orang yang mau mampir untuk singgah sejenak melihat-lihat isi dari blog ini..Sayapun tak begitu peduli, akan bagaimanakah nantinya dengan blog ini. Meskipun harapan selalu ada, bahwa tulisan-tulisan saya disini akan bermanfaat bagi orang lain, betapapun kecilnya.

Eh ternyata, blog ini, walau demikian sederhananya, mampu memberikan nuansa tersendiri dihati para pembaca. Nuansa nyaman, seolah saya dan anda sudah saling mengenal akrab, seolah kita saling bertatap muka, dan saya bisa berbagi apa saja di blog ini.

Alhamdulillah. Pelan namun pasti, blog ini kian hari menjadi blog maag yang banyak diminati. Terbukti tiap hari makin banyak pembaca yang merespon, lalu menghubungi saya. Bahkan ada dari kalangan dokter, apakah itu dokternya sendiri, ataukah suaminya, atau isterinya, atau keluarga besarnya yang sakit maag, mempercayakan kesembuhan sakit maagnya kepada saya. Karena mereka mengobatkan maagnya kesesama temannya dokter juga bertahun-tahun belum sembuh juga.

Ini membuktikan, bahwa apa yang saya tulis disini bisa diterima oleh para dokter. Kalangan yang menggeluti bidang kesehatan. Sesuatu yang membuat saya sangat bersyukur kepada Allah SWT. Bahwa apa yang saya tulis ternyata tidak bertentangan dengan teori medis. Saya tidak begitu faham tentang teori medis. Saya hanya banyak belajar dari sunnah Kanjeng Nabi Muhammad Rasulullah SAW.

Kalau apa yang saya tulis disini bertentangan dengan teori medis, tentu tak ada dokter yang mempercayakan diri maupun kesembuhan maagnya kepada jalan kesembuhan yang telah saya tempuh.

Sebagai manusia biasa, meskipun dokter, lama-lama juga jenuh merasakan sakit yang bertahun-tahun tak kunjung sembuh juga..Lalu mereka mencari alternatif lain diluar pengobatan medis, barangkali berjodoh.

Tentu saja ini merupakan “PR” sekaligus tantangan yang cukup serius bagi saya untuk membuktikan bahwa niat saya menolong para penderita maag adalah tidak main-main.

Setiap saat saya senantiasa memohon ke Hadlirat Allah SWT, agar saya tidak mengecewakan mereka-mereka yang membutuhkan pertolongan saya. Meskipun hakekatnya yang menolong mereka semua bukan saya melainkan kasih sayang Allahlah yang menolong mereka.

Seberapapun berat ataupun parahnya penderitaan seseorang yang datang kepada saya, sedikitpun saya tak pernah merasa terbeban. Sebab saya hanyalah sebagai talang air, dari mereka teman-teman yang membutuhkan maghfiroh maupun rahmatNya.

Saya hanya menyampaikan persoalan sakit yang sedang Anda hadapi, kepada Allah SWT. Sang Maha Penyembuh. Saya memohonkan ampunan bagi anda semua dan rahmat kesembuhan. Itupun kalau Allah berkenan. Soal terkabul atau tidaknya, itu adalah kembali kepada kesungguhan Anda untuk sembuh, dan Ridho Allah untuk menyembuhkan Anda. Saya sama sekali tak berhak turut campur didalamnya.

Setiap kali, yang saya lakukan adalah memohon belas kasihan dari Allah untuk Anda. Ya Allah belas kasihani saya, belas kasihani kami, belas kasihani kita semua. Hanya itulah yang mampu saya mohonkan setiap saat untuk anda teman-teman sependeritaan. Jika Allah berkehendak sembuh, pasti sembuh ! Apapun jalannya. Jika tidak, tentu juga tak akan sembuh, meskipun minum herbal tercanggih sekalipun !!!

Dan keyakinan itu sudah melekat sejak awal saya diberi amanah oleh orang gaib untuk menolong banyak orang. Orang gaib yang ciri-cirinya, serta menurut banyak ulama yang faham akan beliau, konon adalah Nabi Khidir As. Dan saya sangat meyakininya.

Bukankah saya ini ibu rumah tangga biasa yang tak tahu apa-apa, yang tiba-tiba diamanahi untuk menolong banyak orang. Ya saya ngglundung sajalah. Bismillah terserah Allah saja. Enak kan jadi orang pasrah. Tak punya beban dan yakin akan selalu adanya pertolongan ? Pertolongan dari Allah Yang Memiliki Hidup dan kehidupan ? Itulah pemahaman saya dalam membantu teman-teman sembuh dari sakit anda.

Entah itu orang tak punya atau orang berkantong tebal, orang biasa atau berpangkat jenderal, jika datang kepada saya, mereka adalah orang sakit yang memang perlu ditolong. Dan biarlah Allah saja yang akan menolongnya, seberapa seseorang ingin sembuh, sejauh itulah Allah akan memberinya kesembuhan..Saya hanyalah talang air yang menjadi alat kesembuhan bagi yang dikehendakiNya. Jadi saya ini bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Itupun kalau lagi dikehendakiNya. Kalau tidak, masuk anginpun saya tak akan mampu membantu.

Pada kesempatan ini, melalui media blog ini, saya menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Anda pembaca blog yang setia, dan kepada siapapun yang telah menghubungi saya, atas kepercayaan Anda kepada diri saya. Semoga kepercayaan ini menjadi jalan keberkahan bagi kesembuhan Anda semua. Aamiin.

Tanpa kasih sayang Allah melalui kunjungan Anda di blog ini, tak mungkinlah terjalin hubungan silaturahmi langsung maupun tidak langsung antara saya dengan Anda. Dari silaturahmi yang terjalin diantara kita inilah, Allah memberikan banyak hikmah bagi kita sekalian.

Anda jadi mengenal sakit maag lebih baik dari sebelumnya. Mungkin yang sebelumnya Anda penuh kekhawatiran dan kegelisahan, dengan menelusuri blog ini menjadi berkurang apa yang Anda khawatirkan. Yang tadinya Anda kurang sabar dalam menjalani sakit, Anda menjadi lebih sabar. Yang sebelumnya Anda kurang bersyukur menjadi bisa lebih bersyukur kepada Allah SWT. Dan dengan silaturahmi Anda kepada saya, menjadikan banyak anak-anak yatim dan para dhuafa yang terbantu, dari kasih sayang anda yang kemudian memberikan santunan kepada mereka melalui saya.

Ini yang membuat saya teramat bersyukur kepada Allah SWT, diijinkanNya saya menjadi talang airNya bagi berbagai kebaikan bagi banyak orang.

Bukan sekedar pemaparan tentang sakit maag dan gerd saja yang saya sampaikan disini, tetapi banyak hal yang tercecer diluar pemahaman tentang sakit maag yang selalu saya tulis di blog ini. Dan sejatinya itu pemahaman hidup yang ternyata banyak dicari oleh teman-teman semua.  

Sakit, sebenarnya hanyalah salah satu jalan, yang diberikan oleh Allah untuk menempa Anda dan orang-orang yang ada disekitar Anda, bahwa manusia adalah makhluk yang lemah yang tidak mempunyai kekuatan apa-apa tanpa pertolongan Allah. Bahwa hidup kita bukanlah milik kita sendiri, namun  Allahlah yang memilikinya. Buktinya, kita ingin sembuh dari sakit, sudah berupaya kemana-mana hingga mentok !  hingga habis-habisan harta dan kekayaan kita, namun kok kita belum sembuh juga ? Karena Allah belum mengijinkankan kita untuk sembuh. Ya belum sembuh !

Tentu ada asbabnya mengapa kita belum diijinkanNya sembuh. Apakah itu ? Ya carilah sendiri. Tak ada seorangpun yang tahu, kecuali diri anda sendiri. Saya melalui blog ini, hanya bisa sekedar membantu. Tetapi titik pangkal belum sembuhnya Anda sebenarnya ada pada diri Anda sendiri ! Bukan pada diri orang lain.

Kalau kita menyalahkan orang lain, siapapun itu, ini justru kesalahan yang fatal. Allah justru akan bertambah murka. Tidak sadarkah Anda ? Dalam hidup ini, kepada Allah, sebaiknya kita menjadikan diri kita sendiri bagaikan bayi didalam tangan pemomongnya. Mau diapakan olehnya nurut sajalah !

Mau dijadikan sehat ya syukur Alhamdulillah. Mau dijadikan sakit ya Alhamdulillah. Mau dijadikan kaya ya Alhamdulillah. Mau dijadikan miskin ya Alhamdulillah. Karena apa ? Bahwa didalam apapun yang Allah berikan kepada kita, ya itulah pemberian yang terbaik untuk kita. Disana ada cermin. Pembelajaran untuk kita. Ada hikmah. Yang tersembunyi dan wajib kita cari. Rugi besar jika ketika kita diberi ketidaknyamanan hidup hanya untuk mengeluh dan mengeluh sepanjang hari tanpa henti. Padahal disana ada mutiara berharga yang Allah berikan untuk kita.

Sayang kan ? Jika mutiara ini terlewatkan begitu saja oleh kita. Dan berapa banyaknya mutiara-mutiara hikmah ini, yang terlewatkan oleh kita. Sedangkan mutiara-mutiara hikmah ini adalah percik-percik cahaya kebenaran yang diberikan oleh Allah kepada seseorang secara langsung, bagi tiap-tiap orang untuk pencerahan dirinya menuju jiwa yang tenang untuk kembali menghadap ke HadliratNya kelak.

Banyak diantara pembaca blog ini, yang maunya sembuh instan dengan memesan buku atau obat herbal kepada saya, tanpa sedikitpun mau mengkaji hikmah yang ada didalam blog ini. Padahal didalam blog ini sebenarnya banyak sekali pembelajaran yang bisa dipetik.

Al Qur’an adalah sumber dari segala sumber hukum yang Allah paparkan secara dhahir. Yang merupakan petunjuk yang bisa dibaca, dipelajari, dan dijadikan dasar berpijak bagi kehidupan manusia yang beriman. Namun dasar yang paling hakiki dari segala petunjuk adalah Allah sendiri. Yang setiap saat selalu memberi petunjuk kepada masing-masing orang “langsung” melalui setiap kejadian yang dialaminya sehari-hari.

Jangan disangka bahwa dalam setiap kejadian yang kita alami tak ada skenario Allah. “ADA” !!! Sekecil apapun !!! Selalu ADA !!! campur tangan Allah. Oleh karena itu perlunya kewaspadaan yang tinggi dalam menempuh hari-hari kita. Dan mutlak perlunya “kontak” selalu dengan Allah SWT. setiap saat, untuk memohon petunjuk dan bimbinganNya, agar kita tidak terpeleset kepada kesesatan dan kerugian.

Kontak kepada Allah SWT. tidak cukup hanya sehabis sholat saja, namun harus sepanjang waktu dalam hidup kita, agar tak ada celah sedikitpun untuk setan memasuki otak dan kalbu kita. Tutup rapat-rapat pintu otak dan pintu kalbu kita agar tidak ada celah sedikitpun untuk dimasuki setiap keburukan. Dan biarlah hanya terbuka untuk segala cahaya kebaikan dan kesucian. Caranya ? Ya dengan mendekat terus dan terus kepada Allah Sang Penentu segala kejadian di dunia ini. Sang pembuat takdir baik dan takdir buruk. Hingga Allah memberikan RidhoNya.

Ridho tak akan turun otomatis tanpa kita secara sadar mengupayakan dengan berbuat kebaikan, melakukan ketulusan dan keikhlasan, serta selalu tawakkal dalam kehidupan.

Jika ingin sembuh, sering-seringlah berkunjung di blog ini. Bukan blog ini yang akan membuat Anda sembuh. Akan tetapi upaya kesembuhan saya semuanya sudah saya tumpahkan dalam blog ini. Siapa tahu ada tips-tips yang cocok untuk Anda. Bukankah Anda semua sedang berikhtiyar untuk sembuh ? Apa-apa yang ada didalam blog ini adalah salah satu jalan kesembuhan yang insha Allah bisa Anda tempuh. Insha Allah…

Blog Ini Besar Karena Allah.

Dengan menghadirkan Anda semua untuk berkunjung di blog ini. Siapa yang menggerakkan pikiran-pikiran Anda bertemu dan tertarik untuk mampir di blog ini, kalau bukan Allah, siapa lagi ? Dan insha Allah Anda semua tak akan tertipu, karena blog ini dibangun dengan kejujuran dan ketakutan kepada Allah SWT. Meskipun pada awalnya hanya dengan niat untuk berbagi pengalaman. Pengalaman yang murni pengalaman sendiri bukan mengambil dari orang lain.

Ada yang mendakwa saya hanya penjual obat, bukan berniat untuk menolong orang. He he..alhamdulillah..Jika saya hanya akan menjual obat, tak mungkin dong semua rahasia kesembuhan saya jeblak dalam blog ini tanpa ada yang saya sembunyikan sedikitpun. Dan tak mungkin dong, saya sarankan untuk terapi minum air mentah. Bukankah saya tak menjual air mentah ? Bukankah air mentah bisa Anda dapatkan dengan gratis ?

Dan bukankah air mentah atas ijin Allah mempunyai daya sembuh yang luar biasa ? Melebihi air hebat apapun yang diproduksi oleh manusia dengan tehnologi mutakhir  sekalipun ? Tetapi haruslah air mentah yang higienis. Yang memenuhi syarat kesehatan.

Lalu soal morinda. Lebih hebat mana untuk mengobati penyakit antara air mentah dan morinda ?

Dengan tegas saya yakini bahwa air mentah yang higienis jauh lebih hebat dibanding dengan obat herbal manapun buatan manusia. Aslinya, saya jauh lebih senang jauh lebih bersyukur jika Anda sekalian bisa sembuh hanya dengan air mentah daripada herbal yang manapun. Dan rejeki saya tidak bergantung kepada penjualan herbal kok, namun kepada Ridho Allah darimanapun datangnya dan melalui apapun yang sering tak disangka-sangka.

Jika rejeki itu sedang datang melalui herbal misalnya, ya itu memang hal yang harus saya syukuri. Namun hati saya jauh lebih bahagia jika dari seberang telpon seseorang mengabarkan telah banyak kemajuan sakitnya setelah minum air mentah yang sehat dengan rutin, tanpa minum herbal apapun, atau tanpa berobat kepada dokter karena saking tak punyanya uang ! Dan itu sangat banyak ! Yang Allah ijinkan sembuh hanya dengan minum air mentah setelah mengikuti anjuran saya. Loh ! Pantaskah anda mengatakan bahwa saya hanya tukang jual obat ????

Okelah…untuk sementara saya cukupkan disini dulu ya share saya tentang Blog Ini Besar Karena Allah. Semoga Anda sekalian bisa memetik manfaatnya.

Bagi yang sudah sembuh, baik dengan air mentah, dengan herbal ataupun hanya dengan mengkonsumsi tepung kerut. Anda harus sangat bersyukur kepada Allah SWT, dengan tetap menjaga kesehatan, dan jangan buru-buru makan makanan pantang dengan seenaknya. Ingat penderitaan ketika Anda sedang sakit dulu.

Dan jangan lupa untuk mensyukuri kesembuhan Anda. Memperbaiki diri Anda. Memperbaiki iman serta ibadah Anda. Memperbaiki kualitas hidup Anda. Jalan kesyukuran sangatlah banyak jika kita mau mencarinya.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

 

Purworejo, edisi revisi, 7 September 2024

Salam Penulis,
NiniekSS

 

 


 

Back To Top