BERJUANG PUASA DIWAKTU SAKIT MAAG


 

BERJUANG PUASA DIWAKTU SAKIT MAAG 

 

Bismillahirrahmanirrahiim...

Tentu tulisan ini sangat kalian tunggu-tunggu dari sejak lama. Iya to ? Saya sangat tahu apa yang kalian rasakan, apa yang kalian butuhkan disaat kalian sakit. Tahu banget. Karena semua keluhan sakit yang kalian rasakan tu pernah saya rasakan.

Kalian hendaklah jangan banyak mengeluh. Tapi banyaklah bersyukur dalam keadaan yang bagaimanapun ! Sebab kalian harus sadari, bahwa sakit kalian ini bukan sekedar Allah ingin menghukum kalian atas dosa-dosa yang kalian perbuat dimasa lalu. Namun ada kehendak Allah yang jauh lebih mulia dari sekedar menghukum-hukum.  Tapi Allah ingin agar kita itu masuk surga semua ! Kalau perlu tak ada yang ketinggalan satupun !

Nah. Ada dua macam pencucian dosa. Yang didunia. Dan yang di akherat. Yang didunia, bentuknya sakit penyakit. Kesulitan. Musibah. Terbelit hutang. Anak tak naik sekolah. Tak lulus ujian. Sulit mendapatkan pekerjaan. Dibenci orang. Rejeki seret. Segala jalan seolah buntu. Ya mau-mau Allah to ? Wong Allah itu Maha Berkehendak kok. Dan pencucian dosa di akherat, ya itulah neraka.

Di dunia, sesulit dan semenderita apapun pencucian, masih ada pengampunan, jika kita mau memohon ampunan dengan taubatan nasuha, secara istiqomah dan bersabar dalam menjalaninya. Tidak malah misuh-misuh. Maki-maki. Orang disekitar yang tak ngerti apa-apapun terkena makian kita !

Lha kalau kita sudah masuk pencucian di neraka, pintu ampunan sudah tertutup rapat. Mau apa kita ? Meskipun ketika kita di neraka berjanji kepada Allah :”Ya Allah, kuberikan seluruh hartaku didunia, asal aku Engkau bebaskan dari azab api neraka ini Ya Allah...”.

"Enak nian kau. Meskipun hartamu berjibun, bertrilyun, namun kau menyepelekan Aku ketika didunia. Semua hukumKu engkau langgar. Hukum Al Qur’an kau injak-injak. Engkau mendzalimi dirimu sendiri dengan kesombongan atas semua harta yang Kutitipkan padamu hai manusia tak tahu diuntung !" Mungkin begitulah Kata Allah kepada manusia-manusia yang laknat didunia dan mengingkari segala hukumNya. Baru tahu rasa kalau sudah tak ada ampunan lagi di akherat.

Nah kita, yang sekarang masih di dunia ini, yang sedang mengalami pencucian oleh Allah, dengan sakit ini, ataupun kesulitan yang lain, harusnya bersyukur, harusnya merasa beruntung, karena masih diberi kesempatan. Dicuci untuk menjadi yang lebih baik.

Dan pada setiap bulan Ramadhan, Allah memberikan dispensasi yang luar biasa kepada kita Umat Rasulullah SAW. Membuka tingkap langit selebar-lebarnya untuk turunnya Rahmat, ampunan serta kebebasan api neraka bagi kita. LUAR BIASA bukan ?

Siapa yang tak ingin menggapainya ? Siapa yang tak merindukan lailatul Qodar yang ada pada suatu malam di bulan Ramadhan, dimana ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qodar itu pahalanya setara dengan pahala ibadah seribu bulan ? Subhanallah..

Sahabat NiniekSS yang sedang berpuasa Ramadhan...

Puasa adalah perjuangan

Saat ini, bagi kalian yang sedang sakit maag atau gerd, yang berpuasa, kalian adalah benar-benar sedang berjuang. Sedangkan hari-hari biasa jam 6 pagi kalian harus sudah minum air hangat, sebentar kemudian sarapan, kalau tidak perut sungguh perih tak nyaman. Lha kalian, dalam puasa ini harus menahan segala rasa untuk bertahan hingga maghrib tiba.

Yang lambung perihlah. Yang mual mau muntahlah. Yang kembunglah. Yang menahan lapar luar biasalah. Yang super lemaslah. Hari biasa saja lemas. Apalagi puasa..Belum yang tenggorokan keringlah..ingin rasanya memutar jarum jam yang sangat lambat berputar.  Ya Allah..Kita menjadi lebih dari anak-anak, saat berpuasa ketika sedang sakit maag. Malu rasanya dengan anak-anak kita yang masih kecil usia SD saja terlihat tegar menjalani puasanya.

Ya memang seperti itulah derita puasa bagi orang yang sedang sakit lambung. Luar biasa ! Belum lagi membayangkan nanti sesaat sesudah berbuka. Dari lambung kosong lalu terisi oleh makanan serta minuman berbuka. Teler deh ! Orang Jakarta bilang ! Meskipun sembari merasakan teler saat berbuka, namun ada sebersit kebahagiaan serta rasa syukur yang mendalam. Alhamdulillah, hari demi hari telah terlewati dengan selamat.

Kalian harus berjuang menyelesaikan puasa. Dengan sekuat jiwa dan raga. Hingga benar-benar kalian merasa tak kuat, hingga harus membatalkan puasa sebelum waktunya. Meskipun batal puasanya. Namun jangan lupa. Ketika kalian membatalkannya, harus membaca doa berbuka puasa. Tidak asal minum. Lalu mohon ampunan kepada Allah bahwa memang tak kuat untuk melanjutkan puasa hari ini. Dan besuknya. Ayo dicoba lagi. Sampai kalian lulus puasanya. Terus. Terus dan terus dicoba, hingga berhasil.

Saya dulu, dalam latihan puasa ketika masih sakit juga begitu kok. Tak bisa sekali langsung mulus puasanya. Hari pertama hanya bertahan hingga jam 9 pagi. Sudah batal. Astaghfirullah..Hari kedua dicoba lagi. Alhamdulillah sudah lebih lama. Jam 11.00 batal puasanya. Hari ketiga dicoba lagi pantang putus asa. Eh..alhamdulillah sudah kuat hingga jam 3 sore...Subhanallah...Akhirnya perjuanganpun berhasil pada hari keempat...GUUUL bisa selamat puasanya hingga maghrib tiba. Allah Hu Akbar.

Dan selanjutnya, alhamdulillah bisa melanjutkan puasa hingga akhir. Perjuangan memang memerlukan pengorbanan. Menahan segala rasa tersiksa itulah pengorbanannya. Bagi kalian yang pernah mengalami sakit seperti saya, dan sedang berjuang untuk puasa pasti tahu apa yang saya rasakan. Sama kan ?

Selamat berjuang ya sahabat ? Semoga perjuangan kalian menghasilkan keberkahan sebagaimana yang kita harapkan semuanya. Bukan hanya untuk dunia kita, terlebih untuk akherat kita. Aamiin.

Puasa adalah bentuk cinta

Seseorang yang jatuh cinta tentu mau melakukan apapun yang dikehendaki oleh yang kita cintai. Terkadang tanpa dimintapun, kita melakukan apapun yang bisa membuat senang seseorang yang kita cintai. Iya kan ?

Kita tentu ingin dicintai oleh Allah SWT. dan Rasulullah SAW. Tentu apa-apa yang menjadi perintah Allah SWT. dan Rasulullah SAW. Kita berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menjalaninya dengan baik. Dengan Patuh dan taat. Dan berusaha untuk menghindari serta tidak melakukan segala apa yang dilarangNya.

Termasuk puasa di Bulan Suci Ramadhan, adalah perintah Allah SWT. Adalah bentuk kecintaan Allah SWT. kepada Umat Muslim. Dengan memberinya kesempatan kepada Umat Muslim, rahmat yang berlimpah ruah, ampunan yang seluas-luasnya, serta kebebasan bagi azab api neraka bagi yang taat dan mau menjalaninya dengan sebaik-baiknya.

Tentu, puasa di bulan suci Ramadhan, bukan saja bentuk kecintaan Allah kepada Umat Rasulullah SAW. Namun bagi Umat Muslim sendiri, merupakan bentuk cinta serta penghambaan yang habis-habisan dirinya kepada Allah SWT. serta Rasulullah SAW. Dengan bisa menjalani puasa Ramadhan, setiap Muslim tentu akan merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Sehingga kedatangannya selalu ditunggu serta disambut dengan penuh kerinduan yang sangat. Bagaikan menyambut datangnya Sang Calon Pengantin.

Maka, tunjukkanlah cinta kalian kepada Allah SWT. serta Rasulullah SAW. Dengan berpuasa di bulan Ramadhan ini. Karena kita semua belum tentu akan ketemu dengan Ramadhan yang akan datang. Sebab usia hanya ada ditangan Tuhan.

Puasa membentuk akhlak yang mulia

Bagaimana tidak ? Menahan lapar dan haus, kita belajar bersabar. Menahan lapar dan haus, kita jadi tahu toleransi kepada sesama kita yang kelaparan. Bagaimana rasanya sudah lapar tapi belum ada makanan yang hendak dimakan. Ketika puasa, kita diajar untuk makan baik pada saat berbuka maupun saat sahur, secukupnya. Karena jika makan kebanyakan justru lambung begah tak enak banget rasanya.

Ketika puasa kita diajar untuk toleransi kepada sesama. Jika pas kita uzur tak berpuasa, maka hendaklah kita jangan makan terang-terangan atau merokok didepan orang yang puasa.

Ketika puasa, kita belajar bersedekah. Apalagi bersedekah di bulan puasa dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT. Jika kita sudah biasa bersedekah di bulan Ramadhan, maka kita akan enteng untuk bersedekah di bulan-bulan biasa. Tak teringat lagi oleh kita akan pahala-pahala bersedekah, karena sudah menjadi rutinitas. Sehingga sedekah kita akan menjadi sedekah yang ikhlas tanpa pamrih, karena kita hanya mengharap keRidhoan Allah SWT. belaka.

Ketika kita berpuasa, kita diajar untuk menahan bergunjing, menahan marah, menahan nafsu angkara, menahan sombong, menahan segala perilaku yang tidak baik dan tercela.

Ketika kita berpuasa, kita diajar menyerahkan diri secara total kepada Allah SWT, dengan mendekatkan diri baik diwaktu siang maupun malam. Dengan banyak sholat, berdzikir, mengaji, membaca Al Qur’an untuk mensucikan diri serta mengharap keRidhoan Allah SWT.

Banyak sekali keutamaan-keutamaan yang ada dalam bulan puasa. Menjadikan kita berlatih untuk mempunyai akhlak yang mulia, sebagaimana diteladankan oleh Junjungan kita, Nabi Agung Rasulullah SAW.

Puasa adalah refleksi keimanan kita

Puasa merupakan refleksi atau pancaran keimanan kita. Meskipun sudah banyak menerima tauziah bahwa di bulan suci Ramadhan Allah membuka selebar-lebarnya ampunan atas dosa-dosa, seluas-luasnya menaburkan berkah, serta bermurah hati untuk membuka ampunan atas azab api neraka, tapi masih saja banyak yang santai tidak puasa. Masih merokok. Masih melakukan maksiat sebagaimana yang dilakukan pada hari-hari biasa. Naudzubilahimindzaliik..

Yang suka marah masih tetap suka marah. Yang sombong tetap sombong. Yang suka ngerumpi masih juga tanpa rasa bersalah menggosip sana menggosip sini. Yang suka memaki juga masih saja memaki-maki. Astaghfirullahaladziim.

Orang-orang seperti inilah yang jauh dari hidayah Allah SWT. Dan biasanya mereka tidak sholat, tidak puasa, tidak berzakat, boro-boro umrah dan naik haji meskipun hartanya berjibun. Padahal mengakunya mereka Islam. Namun tak tahu kaidah-kaidah beragama Islam. Dan meskipun tahu, tetap masa bodoh dengan pengetahuannya.

Semoga kita semua menjadi orang-orang yang beruntung yaa ? Yang senantiasa berpegang erat pada tali Allah. Yang taat kepada perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, serta menjadi orang-orang yang berakhlakul Qarimah sebagaimana teladan Rasulullah SAW. Aamiin.

Bagi orang yang beriman, puasa adalah tuntutan jiwa. Segala nafas kehidupan di Bulan Ramadhan dijalaninya dengan kesungguhan hati penuh kecintaan kepada Allah dan Rasulullah SAW. Puasa dijalankannya dengan baik. Berbuka tidak berlebih-lebihan, secukupnya dengan apa yang ada dan sebatas apa yang dibutuhkan oleh tubuh agar tetap sehat. Agar bisa menjalankan puasa di hari-hari selanjutnya hingga akhir puasa nanti.

Sholat berjamaah di masjid. Rajin bersedeqah. Tarawih tak pernah tinggal. Tadarus. Bibirnya senantiasa basah untuk berdzikir kepada Allah. Pikirannya selalu dijaga untuk hanya memikirkan hal yang baik-baik saja dan menjauhkan diri dari pikiran yang buruk-buruk. Menjauhkan diri dari sifat iri dengki, sombong, angkuh, pemarah, suudzon, dan segala perangai buruk lainnya. Subhanallah...

Betapa ikut sejuk hati kita menyaksikan perilaku keluarga beriman di bulan Ramadhon. Sikapnya selalu ramah murah senyum kepada siapa saja tanpa kecuali. Penyayang kepada anak-anak yatim dan para dhuafa. Setiap hari dirumahnya sangat terasa nuansa Islaminya. Tak pernah terdengar suara keras. Sikapnya saling menghormati dan menyayangi antara anggota keluarganya. Subhanallah. Semoga kita bisa menjadi keluarga yang sakinnah mawaddah warohmah. Aamiin.

Puasa tanda ketundukan kita kepada Allah SWT
Kalau bukan karena ketundukan kita kepada Allah SWT. untuk apa kita berlapar-lapar serta berhaus-haus hingga sebulan lamanya ? Lha wong haus dan lapar itu tak enak banget rasanya ? Mau makan gak boleh. Mau minum gak boleh. Mau ngerumpi gak boleh. Mau marah gak boleh. Pengin sombong apalagi. Sepertinya dimana-mana ada satpam yang memata-matai segala gerak gerik kita. Itulah puasa.

Karena kita takut kepada Allah. Ngeri akan hukum-hukumNya yang tegas dan tak bisa ditawar-tawar. Namun juga berharap besar akan Rahmat serta KaruniaNya, mengingat Allah betapa Maha Besar kasih sayangNya  serta Maha Luas ampunanNya, maka kita mau berpayah-payah menjalani puasa sebulan full di bulan Ramadhan ini bagi yang tak ada udzur.

Allah sudah menghamparkan bumi dan langit dengan segala isinya untuk kebahagiaan hidup manusia, baik untuk di dunia maupun di akherat. Bahkan tak tanggung-tanggung kasih sayang Allah kepada manusia, tidak cukup dengan memberikan dunia dengan segala isinya, namun masih dilengkapinya dengan segala aturan untuk menggapainya. Aturan yang super lengkap dengan kisi-kisinya serta sedetail-detailnya tersebut, ialah yang dinamakan dengan Al Qur’an Yang Agung.

Cobalah kita renungkan. Tidak cukup hanya dengan melimpahi dunia dengan segala isinya beserta aturan cara meraih kebahagiaan hidup yang diberikan oleh Allah SWT. kepada manusia. Namun Allah juga memberikan janji atas pahala-pahala serta karunia yang bakal diberikan bagi yang tunduk serta taat kepadaNya serta mematuhi setiap hukum-hukumNya.

Otak kita tak bakal mampu memikirkan segala ke-Maha-an yang Allah miliki. Oleh karena itu, cukup bagi kita ber-iman kepadaNya dan menjalani keimanan kita dengan sebaik-baiknya. Dengan setaat-taatnya dengan penuh ikhlas, tawakkal dalam kerendahan hati yang paling dalam. Beriman Islam. Dengan menjalankan rukun iman serta rukun Islam dengan sebaik-baiknya. Pikiran. Hati. Serta tindakan kita satu. Islam ! Alif !

Puasa adalah olah ruhani menuju kesempurnaan

Bagaimana puasa di bulan Ramadhan ini tidak saya sebut sebagai olah ruhani ? Lha wong ruhani kita yang masih amburadul dan liar kesana kemari setiap saat ini, dalam masa bulan puasa ini selama sebulan full ( bagi perempuan terpotong masa haid), bagaikan dipenjara. Ditempa. Didadar untuk menjadi fitrah kembali.  Menjadi suci bagaikan bayi yang baru lahir.

Manusia yang sempurna menurut saya adalah manusia yang sudah mampu meredam ego ataupun keinginan diri. Egonya dipangkas sepenuhnya, “terserah Allah saja segalanya”. “Bagaimana Allah sajalah”. Karena dirinya merasa hanyalah makhluk yang diciptakan oleh Kehendak Agung Sang Maha Kuasa. Jika kehendaknya sendiri bekerja, maka kehendakNya dalam hidupnya tak akan bisa maksimal. Sebab bentrok ! Bahkan bisa-bisa Kehendak Agung Allah SWT. terkalahkan oleh kehendak diri yang hina ini, sehingga yang terjadi adalah keadaan yang serba amburadul dalam hidup !!!

Akhirnya yang ada hanyalah keluhan..keluhan..dan keluhan melulu. Karena tak ada sepercik kebahagiaanpun yang kita nikmati. Yang ada hanyalah merasakan kesusahan. Kesulitan. Kebuntuan hidup. Dan lain sebagainya. Itulah yang banyak terjadi pada kita dewasa ini. Karena ibarat ikan, kehendak diri kita letakkan menjadi kepala, sedang kehendak Allah kita letakkan di ekornya. Ya hidup kita jadi terbalik-baliklah !!!

Saya dan suami saya, dari sejak awal menyadari bahwa hidup ini dihidupkan. Dan ada Yang menghidupkan. Dan ada Kehendak Agung Yang menghidupkan. Kami tak berani main-main dengan kehidupan. Sebodo amat dengan hidup yang akan kami jalani nanti. Yang penting kami berserah diri secara total kepada KehendakNya. Kehendak Allah kami letakkan didepan kehendak kami. Sehingga seterpuruk-puruknya kami, alhamdulillah kami tak pernah mengeluh dan ajaibnya, selalu ada pertolonganNya yang tak pernah kami duga-duga sebelumnya.

Karena kami sadar, ibarat wayang kami sedang diutus menjadi peran. Peran apa yang sedang harus kami jalankan ya manut. Wayang kok mau menuntut ! Ya gak bisa ! Wayang tu ya nurut sama Sang Dalang. Iya to ? Ini sekedar refleksi kami, saya dan suami saya. Sebab banyak yang bertanya :”Bagaimana Bu Niniek bisa sesabar itu dalam menjalani sakitnya yang begitu panjang ?”

Jadilah seperti bayi jika ingin lulus menjadi manusia. Bayi itu kan makhluk yang tak pernah menuntut. Selalu menurut kepada pemomongnya. Banyak tersenyum tanda bersyukur. Baunya selalu wangi karena suci. Tatapan matanya selalu bening tanpa kandungan kejahatan didalamnya. Ia selalu ridho dengan apa yang diberikan oleh pemomongnya. Mau diberi baju yang dingin maupun yang hangat. Mau dikasih susu atau tidak. Mau dibelai atau ditelantarkan seharian ditempat tidur tanpa digendong, bayi jarang protes. Itu menurut saya.

Nah, puasa itu, adalah sebagai olah ruhani untuk menyempurnakan ruhani kita menjadi ruhani yang dewasa. Yang penuh syukur atas takdir yang kita terima. Selalu bersyukur kepada Pemomong kita adalah Allah SWT. Jangan banyak protes. Tak punya duit protes. Hidup miskin protes. Hidup sulit protes. Banyak hutang mengeluh. Sakit tak sembuh-sembuh mengeluh. Lha kapan sampainya ruhani kita ke jenjang kedewasaan ?

Puasa adalah berguna untuk kesehatan

Puasa sangat berguna bagi kesehatan. Terutama kesehatan lambung, yang dampaknya kepada kesehatan secara menyeluruh. Piye to ? Setahun full lambung kita bekerja berat menggiling apa saja yang masuk kedalamnya. Ya segalanya, tanpa kecuali. Yang ringan hingga yang sulit dicerna diprosesnya agar menjadi sari-sari makanan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Dan kita ini sosok yang sering tak tahu diri. Sering memberikan beban kepada lambung yang melampaui kapasitas. Baik banyaknya maupun jenisnya. Hingga lambung terseok-seok mengerjakan tugasnya. Kasihan kan ?

Di bulan Ramadhan ini, memberikan cuti besar kepada lambung untuk tidak menjalankan tugasnya pada siang hari. Ini oleh sistem tubuh, lambung dan seluruh organ yang saling berkait disegarkan. Dibenahi. Sehingga ketika Ramadhan berlalu, lambung beserta seluruh organ tubuh menjadi lebih segar, lebih baik dalam menjalankan tugasnya masing-masing. Baik organ lahir maupun batin.

Semoga dengan puasa Ramadhan ini kita menjadi fitri kembali, baik lahir maupun batin kita. Menjadi insan yang ridho serta diRidhoi oleh Allah SWT. illahi anta maksudi wa ridhoka mathlubi.

Demikian sekilas tentang “Berjuang Demi Puasa diwaktu Sakit Maag”. Itulah alasan-alasannya betapa pentingnya kita Umat Muslim untuk benar-benar berjuang bisa menjalani puasa Ramadhan ini meskipun dengan bersakit-sakit.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Purworejo, 25 Mei 2018

Salam Penulis,
NiniekSS.

 


 

LEBARAN KENANGAN KELABU BAGI PENDERITA MAAG DAN GERD

LEBARAN KENANGAN KELABU BAGI PENDERITA MAAG DAN GERD

Bismillahirrahmanirrahiim…

Salam Sejahtera Bagi Seluruh Alam, Puji dan syukur hanya kepada Allah Pemilik Seluruh Nikmat. Shalawat dan salam yang setulus-tulusnya semoga senantiasa tercurah atas Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW, bagi keluarga dan sahabatnya yang mulia serta para pengikut Beliau yang setia sampai akhir jaman. Aamiin.

Pembaca Blog Yang Setia, dimanapun kalian berada…

Selamat jumpa kembali Sobat, setelah beberapa pekan saya absen dari menulis karena fokus bebenah dan bebersih diri, pada kesempatan Ramadhan yang sungguh luar biasa !

Meskipun terlambat tak ada salahnya saya mengucapkan :”Taqabbalallaahu Minna Waminkum, semoga Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Tahu, berkenan menerima ibadah kita, Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir Batin”.

Setelah sebulan penuh kita kaum Muslimin dan Muslimat berjuang keras dengan penuh kegembiraan melaksanakan Puasa di Bulan Ramadhan, maka tibalah hari kemenangan yang kita tunggu-tunggu ialah Hari Lebaran, Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1436 H.

Hari sebagai perayaan bahwa kita kaum Muslim telah memenangkan perjuangan berpuasa, mengalahkan segala nafsu buruk yang ada didalam diri kita, pada bulan Ramadhan.

Nafsu serakah, nafsu angkara, nafsu sombong, nafsu bermegah-megahan, nafsu mementingkan diri sendiri, nafsu amarah, serta nafsu-nafsu maksiat yang lain yang berbau syaiton dan iblis.

Selama satu bulan penuh, di Bulan Ramadhan yang baru saja meninggalkan kita itulah, kita ditempa menjadi manusia yang fitri, yang suci, yang terbebas dari segala nafsu buruk, bagaikan bayi yang baru lahir, suci tanpa dosa, sehingga kita mampu menangkap ampunan, Rahmat dan Kasih Sayang Allah dengan lebih mudah, karena tabir dosa atau hijab yang menghalangi kita dengan Allah telah tercerahkan sebulan penuh.

Sesuai janji Allah, jika kita Umat Muslim mau menjalani puasa Ramadhan sebulan penuh dengan sebaik-baiknya, dengan sepenuh takzim dan hikmat, maka akan mendapatkan Ampunan, Rahmat, Dibebaskan dari Siksa Api Neraka bahkan mendapatkan barokah malam Lailatul Qodar, dimana jika seseorang beribadah pada malam Lailatul Qodar insya Allah akan mendapatkan pahala senilai dengan ibadahnya seseorang selama 1000 bulan.

Bukankah ini suatu karunia yang luar biasa ? Tentu untuk mendapatkan karunia ini tak bisa instan. Kita biasakan agar kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan pada saat Ramadhan jangan berhenti pada bulan Ramadhan saja, namun jadikan kebiasaan keseharian kita. Terutama dalam menahan segala nafsu buruk, mendekatkan diri kepada Allah SWT. yang memberi hidup dan kehidupan kepada kita, dengan meningkatkan kualitas ibadah kita, meningkatkan kuantitas serta kualitas kita dalam membaca Al Qur’an, meningkatkan budaya sedekah kita, serta kebiasaan baik-kebiasaan baik yang lainnya.

Jika kebiasaan-kebiasaan baik ini sudah menjadi kebiasaan sehari-hari kita, maka jika Ramadhan yang akan datang tiba, maka insya Allah kita akan mampu menjalaninya dengan ringan, dan akan mendapatkan semua apa yang dijanjikan Allah dalam bulan Ramadhan. Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.

Insya Allah kemenangan telah kita peroleh. Sedih sekali rasanya Ramadhan sudah usai, namun Allah berikan kegembiraan sebagai gantinya, setelah kita alhamdulillah dapat menjalaninya dengan semaksimal mungkin hingga akhir Ramadhan, ialah dengan Hari Raya Iedul Fitri.

Hari dimana semua Umat Muslim merayakan kemenangan. Hari yang merupakan Budaya Indonesia dimana semua insan Muslim saling bermaaf-maafan, lalu sanak keluarga berkumpul dirumah orang tua. Saling bermaaf-maafan melepas kerinduan dan semua ganjalan yang ada dalam dada.

Yang berada jauh di kota pada berjuang untuk bisa pulang mudik dengan susah payah. Yang bermobil kena macet dijalan berjam-jam terpanggang sinar matahari, menahan lapar dan dahaga jika kehabisan bekal. Repot ! Susah ! Menghabiskan biaya yang tak sedikit ! Semua dilakukan semata karena ingin berkumpul dengan keluarga besar dirumah orang tua.

Segala kerepotan, kelelahan, biaya besar, tak terpikirkan sudah, ketika bisa sampai kerumah orang tua dengan selamat. Bermaaf-maafan, makan bersama, bercanda bersama, mengenang masa kecil bernostalgia bersama. Keindahan kebersamaan yang hanya bisa diperoleh setahun sekali pada saat lebaran seperti ini.

Lalu bagaimana dengan kita para penderita maag kronis dan gerd pada saat lebaran ? Selalu lain cerita, lebaran justru akan menjadi kenangan yang selalu kelabu ! jika kita belum sembuh.

Pada saat puasa, kita sedih sekali. Ingin sekali rasanya hati ini untuk bisa berpuasa. Dengan bekal tekad baja, meskipun diwarnai keragu-raguan, kita paksakan untuk bisa menjalani puasa. Eh belum sampai maghrib tumbang sudah puasa kita, karena merasakan perut sakit luar biasa. Apalagi hari-hari pertama. Super berat rasanya perjuangan kita untuk melaksanakan puasa.

Pada jam-jam antara jam 8 hingga jam 11.00 siang lambung rasanya tak karuan. Karena pada jam-jam ini masa kerja bagi lambung untuk menggiling, sehingga ketika perut kosong tentu akan terasa bergejolak, apalagi ketika lambung kita sedang bermasalah.

Nah akhirnya kita hanya kuat bertahan puasa pada hari-hari pertama saja, karena hari-hari selanjutnya perut kita justru terasa sangat sakit, perih sekali di bagian uluhati.

Lebih susah lagi, yang biasa membuat masakan untuk kita sedang berpuasa, jadi ketika kita sakit maag tapi tak bisa menjalani puasa, rasanya sangat kerepotan mendapatkan makanan yang pas buat lambung kita.

Lalu, ketika penghuni rumah semua sedang berbuka puasa, sedih juga kita, mereka makan dengan menu buka puasa yang biasanya dimana-mana lebih lezat dari biasanya. Bukan karena bermegah-megah, karena untuk menggantikan gizi yang tidak bisa kita konsumsi ketika kita sedang berpuasa. Nah luu ! Padahal kita yang sedang sakit maag ini, tak bisa makan semua menu yang terhidang diatas meja untuk berbuka puasa ?

Nasi hangat. Ada kalio ayam, sambal goreng kentang, ada pepes ikan bandeng, sambal, lalapan, kerupuk udang, mau makan yang mana ? Semuanya tak bisa !

Ada poeding buah atau kolak pisang dan kolang-kaling juga tak bisa makan ?

Lalu akhirnya apa ? Kita hanya makan nasi lembek, tahu putih yang dikukus dengan garam, teluar ayam kampung yang kita rebus mateng muda, dan labu siam muda yang kita kukus sebagai sayurannya, karena itu yang aman di lambung kita. Betapa sedihnya kita.

Apalagi jika kemudian anggota keluarga kita bisa sholat berjamaah di masjid, tarawih bersama di masjid, kita tak bisa sholat berjamaah seperti mereka.   
Untuk berwudhlu dengan sempurna saja susah. Berdiri dengan baik juga tak bisa, sempoyongan, sehingga kita terpaksa sholat dengan duduk, sendiri, bahkan terkadang jika tak kuat sholat dengan duduk, ya kita lalu sholat dengan berbaring. Habis bagaimana lagi, karena kondisi badan kita tak memungkinkan untuk menjalani sholat dengan sempurna Ya Allah..

Sedih sekali rasanya. Lebih-lebih jika saat lebaran tiba. Berbagai jenis kueh, makanan dan masakan terhampar diatas meja, namun tak ada satupun yang cocok di lambung kita.

Apalagi ketika mereka pada berkumpul, ngobrol bersama, bercanda hingga terkadang ramai sekali mereka tertawa terbahak-bahak karena ada kenangan masa kecil yang mungkin menggelikan. Sementara kita hanya bisa tergolek diatas ranjang didalam kamar, menebak-nebak apa ya yang sedang mereka perbincangkan itu sehingga mereka pada tertawa terpingkal-pingkal ? Karena kita tak bisa menyatu dengan mereka, sebab untuk duduk terlalu lama saja lambung seperti ada batunya, mengeras di uluhati kita.

Jarang, saudara-saudara kita jika sedang berkumpul, bercanda, tertawa bersama, ingat untuk menemani kita yang sakit tergolek diatas ranjang. Paling-paling mereka menengok sebentar mendekati kita lalu mengatakan :”Sabar ya ? Untuk istirahat saja”, lalu kembali ketempat berkumpul keluarga. Meranalah kita seorang diri, walau dalam keramaian keluarga.

Paling-paling ibu kita yang mendekat menghibur kita, itupun jika beliau masih hidup. Ibu yang hidup ikut pada saudara kita yang kondisi ekonominya lebih mampu, dan pulang ke kampung karena ingin nyekar ke makam para leluhur. Momentum seperti ini mampu menorehkan sejuta kebahagiaan dalam hati kita, masih ada ibu, yang kasih sayangnya tak kan terputus sepanjang jalan dan ketulusannya tak pernah pupus sampai kapanpun.

Lalu kesedihan yang kita rasakan, akan terasa sekali pada saat sholat Ied, Ya Allah sedihnya…orang serumah pada berbondong-bondong pergi ke masjid untuk menunaikan sholat Iedul Fitri bersama, kita menjadi penunggu rumah, karena untuk tegak berdiri saja tak mampu.

Itulah gambaran kita semua yang sedang sakit maag kronis dan juga GERD, jika lebaran tiba. Ada senangnya karena bisa berkumpul lagi dengan saudara-saudara kita yang pada merantau jauh ke luar kota, namun sedihnya kita tak bisa bercanda bersama, sholat Ied bersama dan makan besar bersama.

Kita benar-benar seperti terisolir, terasing dari lebaran. Namun ada juga diantara kita yang sudah setengah sembuh, Alhamdulillah bisa menjalani puasa paruh waktu tidak sebulan penuh, lalu ikut mencicipi sedikit-sedikit makanan berbuka puasa dan sahur, juga nekad memakan sedikit-sedikit kue-kue serta masakan lebaran yang serba daging dan ikan, pedas dan santan, waduuuuuh…

Selesai sholat Ied terkapar lagi deh ! Maag dan GERD kita kambuh, bahkan ada yang harus dirawat di Rumah Sakit. Diarelah, sakit perut lagilah, pinggang dan punggung pegallah, kepala kliyenganlah, akumulasi dari makan melanggar pantangan yang sedikit-sedikit mulai berefek !
Itulah fenomena lebaran bagi kita yang menderita sakit maag, menjadi kenangan yang kelabu. Kambuh dan kambuh !

Makanan lebaran selalu extra wah ! Baik bahannya maupun bumbu-bumbunya. Bumbu yang jika hari-hari biasa tak pernah diberi bumbu penyedap, maka pada hari lebaran supaya membuat lidah bergoyang maka ketika kita masak, kita gunakan bumbu penyedap, entah itu sasa, miwon, masako, royco atau bumbu-bumbu lain, yang sering membuat badan tidak sehat karena kandungan kimianya.

He he setahun sekali ini, gak apa-apa pake penyedap. Hari-hari yang biasa masak hanya dengan sedikit santan, karena lebaran biar enak maka santannya masya Allah, super kental hingga keluar minyaknya. Lalu men-sangrainyapun dengan minyak yang berlebihan dengan harapan agar masakan benar-benar berkesan bagi keluarga besar yang sedang kumpul.

Ohoi…Lalu apa akibatnya ? Sesudah lebaran ? Setelah berkeliling kesana kemari bersilaturahmi dengan sanak saudara, handai taulan, yang dimana-mana harus makan, harus mencicipi kue, kue-kue dan semua makanannya yang lezat-lezat, yang riskan bagi lambung yang sedang bermasalah ?

Tentu ! Sesudah lebaran, mulailah berefek segala apa yang kita makan. Seperti sahabat kita Bang Dodi dari Padang. Beliau sudah beberapa tahun menderita maag kronis tak sembuh-sembuh. Lalu mulai terapi dengan Juice Morinda yang Original. Alhamdulillah selepas 2 botol maagnya sudah mulai membaik, tidurnya yang semula sangat sulit setelah minum morinda menjadi enak dan gampang, kembungnya jauh berkurang, yang tadianya setiap 1 jam lapar sekarang sudah bisa bertahan 3 jam setelah makan baru terasa lapar lagi.

Suatu saat Bang Dodi membaca artikel bu niniek tentang “Kerupuk buat Sakit Maag”, yang dalam artikel itu dijelaskan bahwa kerupuk rambak atau kerupuk kulit itu sangat riskan bagi lambung yang sedang sakit.

Eh, lebaran kemarin ini, rupanya ada saudaranya yang membawakan oleh-oleh kerupuk rambak. Bang Dodi ini penasaran. Apa benar sih apa yang ditulis Bu niniek dalam artikelnya, bahwa kerupuk rambak sangat riskan jika dimakan orang sakit maag ? Bisa menyebabkan perut sakit, lambung luka lagi, bahkan ada yang sampai berguling-guling akibatnya ? Dengan sangat penasaran, maka diambilnyalah bungkus kecil kerupuk rambak yang menggoda selera itu.

Dan pelahan satu demi satu dimakannya kerupuk rampak itu. “Ah enak…perutku tak ada masalah kok” bisiknya dalam hati. Karena merasa perutnya aman-aman saja, Bang Dodi ambil lagi sebungkus yang lain ketika bungkus yang pertama sudah dihabiskannya. Lalu masih kurang, maka diambilnya bungkus kulit rambak yang ketiga. Dengan santainya dihabiskannya, karena merasa semuanya aman-aman saja.

Nah ini dia…Setelah beberapa jam dari makan kerupuk rambak ini, mulailah terasa efeknya. Yang semula sudah baik-baik saja lambungnya, maka tiba-tiba saja Bang Dodi merasakan perutnya sangat mual berkepanjangan, seluruh badan terasa sakit semua. Pinggang, punggung, kaki, tangan pegal semua. Badan juga tak enak sekali seperti meriyang, tidurnya juga jadi terganggu karena merasakan berbagai keluhan. Sayang kan ? Ibarat karena nila setitik rusak susu sebelanga ?

Kemarin Bang Dodi laporan ke saya : “Bund, saya kok mual-mual lagi sepanjang hari, seluruh badan jadi tak enak lagi, hari ini saya tak masuk kantor, takut gak kuat. Kenapa ya Bund ? apa karena kemarin saya makan kerupuk rambak Bund ?”. Nah luu ! “Habis seberapa banyak Bang ? Tanya saya. “Habis 3 bungkus kecil Bund”. Nah Luu ! Apalagi sampai habis tiga bungkus, habis satu dua biji juga akan menyebabkan lambung kambuh ! Kata saya kepada Bang Dodi.

Oleh karena itu. Percaya saja dengan semua apa yang saya tulis dalam artikel-artikel saya. Karena semuanya saya tulis berdasarkan pengalaman saya sendiri. Bukan hasil copy paste dari blog lain di internet, atau katanya-katanya. Saya tak berani mempertaruhkan kesehatan kalian dengan resep hasil copy paste atau katanya-katanya.

Saya merasa sangat berdosa jika dengan resep yang saya berikan di blog ini kalian malah jadi tambah parah sakitnya. Kecuali saya akan dihantui rasa bersalah seumur hidup, maka saya sangat sulit menghilangkan rasa berdosa saya kepada Allah atas kejadian menulis artikel jiplakan. No. Sorry ya teman ! Itu bukan kepribadian saya.

Biarlah blog ini banyak dicopy paste oleh orang lain dan dipajang dalam blog-blog mereka dengan mengatasnamakan itu adalah tulisan mereka, tak apa kalau mereka mau bertindak menjadi orang yang tak jujur, karena mohon maaf itu menunjukkan kelas tulisan mereka dan kepribadian mereka, yang suka main jiplak !

Kita jangan seperti itu ya ? Membanggakan hasil karya orang lain sebagai hasil karya kita, itu sangat memalukan dan justru merendahkan martabat kita sendiri.

Saya sangat salut kepada Bang Hendri, seorang petugas kepolisian yang dulu tinggal di Simpurut Sumatera. Karena isterinya sakit maag kronis dan GERD tak sembuh-sembuh, maka beliau rajin sekali mengikuti tulisan-tulisan saya dalam blog ini. Bahkan jika ada yang dirasa penting untuk isterinya, maka segera diprintlah artikel tersebut, agar bisa dibawa pulang dan memudahkan isterinya untuk membacanya. Bahkan teman-teman sekantornyapun banyak yang dibagi hasil print2an artikel dari blog ini, semata agar kawan-kawannya bisa menjaga kesehatan lambung mereka.

Banyak kok pak Polisi dan Pak Tentara yang ternyata juga kena sakit maag. Mungkin pada masa pendidikan atau masa penugasan ke medan yang sulit mereka sering mengkonsumsi makanan-makanan instan yang tak sehat buat lambung !

He he maafkan saya, kalau menulis suka melantur kemana-mana, cerita soal lebaran kok mampir ke Pak Polisi yang terkena sakit maag. Saya sering tak mengindahkan anjuran Google, agar blog banyak dikunjungi orang, maka jika menulis, isi jangan jauh dari judulnya. Bagi saya yang penting, dengan apapun yang saya tulis, tujuannya adalah semata agar KALIAN BISA CEPAT SEMBUH ! OKE ?

Sampai disini dulu ya kawan, ingat, percaya saja dengan apa yang saya tulis, karena saya ahlinya menderita maag, bukan ahlinya lambung, jadi telah banyak pengalaman seputar sakit maag dan GERD yang saya alami, hingga yang sedetail-detailnya. Yups semoga bermanfaat ! Selamat menjalani ibadah Saum Syawal, semoga sukses !

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Salam Penulis,
Niniek SS 

 


 

AKIBAT LANGGAR PANTANGAN SAKIT MAAG


 

AKIBAT LANGGAR PANTANGAN SAKIT MAAG

 

Bismillahirrahmanirrahimm…

Jangan sepelekan soal pantangan sakit maag. Jika dilanggar maka akibatnya bisa fatal. Bisa terjadi sakit perut yang luar biasa hingga harus masuk rumah sakit, atau kesehatan maag kita mundur jauh kebelakang dari sebelumnya.

Oleh karena itu saya merasa penting untuk menyampaikan hal ini kepada Sahabat pembaca blog agar mengetahuinya. Mudah-mudahan ada manfaatnya.

Semua apa yang saya sampaikan disini, adalah bersumber dari pengalaman saya sendiri. Baik dari catatan-catatan saya selama dulu mengalami sakit maag, maupun dari pengalaman saya selama menolong para penderita sakit. Baik ketika sebelum saya kena sakit maag, maupun setelah saya sembuh dari sakit maag hampir satu setengah tahun lamanya hingga kini.

Alhamdulillah, sebelum saya jatuh sakit maag pada sekitar tahun 1996 saya sering dimintai tolong orang sakit dengan media pengobatan Jamu NiniekSS yang saya ramu sendiri dari berbagai bahan tanaman obat herbal.

Dan selama saya menderita maag kronis dan GERD, maka saya praktis tak lagi mampu menolong orang orang yang sakit, apalagi mampu meramu jamu sendiri. Karena meskipun fisik saya kelihatan sehat, namun rasa badan tiap hari tak bisa lagi diceriterakan disini, saking dahsyatnya. Hingga beberapa teman sakit maag menyebutnya sebagai penyakit siluman ha ha karena datangnya selalu tiba-tiba. Jenis rasanya berbagai macam dan diseluruh tubuh berganti-ganti.

Itu terjadi setiap hari sepanjang tahun dan selama lebih dari 18 tahun…BAYANGKANLAH SAHABATKU !!!

Kalau sebelum sakit maag, yang saya tangani adalah berbagai macam penyakit dari mulai masuk angin hingga kanker, maka setelah saya sembuh dari maag kronis bertahun-tahun ini, maka saya hanya membantu kesembuhan khusus bagi SAKIT MAAG saja, meskipun saya masih bisa meramu obat untuk berbagai penyakit yang lain seperti untuk masuk angin hingga kanker.

Namun karena kemudian saya mengalami sendiri sakit maag kronis dan GERD yang begitu lama hingga lebih dari 18 tahun dan sembuh, maka saya memutuskan untuk mengambil spesialisasi membantu pertolongan untuk kesembuhan sakit maag saja.

Karena begitu berharganya pengalaman yang saya alami ketika menderita sakit maag hingga lebih dari 18 tahun lamanya, maka sayang untuk dilewatkan begitu saja, jika pengalaman ini tak dibagikan kepada orang banyak dengan jalan menulis di blog sekaligus membantu kesem- buhannya.

Faktor pertama dan sangat dominan pentingnya untuk diperhatikan agar penderita sakit maag segera sembuh adalah
menjaga pola makan secara disiplin dan teratur selama dalam masa perawatan atau belum sembuh.

Oleh karena itu betapa pentingnya Anda para sahabat yang menderita sakit maag memiliki Buku Panduan
“Rahasia Sembuh Sakit Maag Kronis” yang telah saya susun.

Seringkali para sahabat sakit maag bertanya kepada saya melalui sms atau telephone, hingga kapan tak boleh makan goreng-gorengan ? Hingga kapan tak boleh tiduran sesudah makan ? Hingga kapan hanya boleh makan beginian terus ? Ya hingga maag Anda sembuh ! Sampai kapan ? Wallohua’lam ya semuanya tergantung niat Anda untuk sembuh.

Faktor yang pertama adalah kedisiplinan dalam menjaga pola makan. Sabar makan makanan yang diperbolehkan dan menghindari makanan yang harus dipantang.

Sebenarnya bukan saya, dokter atau ahli lambung yang tidak memperbo -lehkan Anda yang sakit maag untuk mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu yang rawan atau tidak aman bagi lambung.

Tetapi adalah lambung Anda sendiri yang memberikan sinyal : Aku masih belum sehat yaa, jadi tolong jangan makan dulu yang pedas-pedas, yang asam, yang berminyak atau goreng-gorengan, juga yang kasar-kasar, yang merangsang seperti nanas, durian atau tape dan merica, oh iya makanan yang liat seperti uli atau ketan aku juga belum tahan, apalagi makanan yang mengandung bahan kimia OUW membuat aku sangat menderita.

Juga tolong dong jangan minum dulu seperti kopi dan teh kan merang- sang, susu juga membuat diriku sangat menderita karena dia banyak lemaknya, apalagi seperti minuman fanta atau coca cola ADUUH..jangan yaa. Pokoknya yang sejenis itu tolong sabar yaa jangan diminum dulu, nanti kalau diriku sudah sembuh silahkan santap semua itu semaumu teman. Eh bukan fanta atau coca colanya yang jelek kawan, diriku yang tidak kuat menerimanya he he…

Begitulah rintihan lambung anda yang bermasalah. Lambung adalah bagian tubuh Anda yang sangat penting bagi kehidupan Anda. Oleh karena itu sayangilah dia. Dengarkanlah rintihannya. Penuhilah permintaannya agar Anda tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang membuatnya menderita.

Lambung bagaikan anggota dari sebuah keluarga. Jika anggota keluarga kita entah itu ibu, bapak, nenek, kakek, anak, adik, atau saudara kita sakit, tentu kita ikut sedih dan menderita bukan ? Demikian juga jika salah satu organ tubuh kita bermasalah tentu seluruh anggota badan merasakannya.

Jika lambung kita sedang bermasalah, tentu kita, serta seluruh anggota tubuh kita, jantung, ginjal, hati, otak, paru-paru dan semuanya menjadi susah dan sedih. Dan repot.

Bayangkanlah...

Jika lambung bermasalah apalagi parah, tentu ia tak bisa melaksanakan fungsinya untuk mengolah asupan makanan yang masuk dengan baik. Akhirnya nutrisi yang diperlukan oleh tubuhpun sangat terbatas. Sehingga seluruh organ tubuh juga akan kekurangan nutrisi sebagai sumber energy bagi berlangsungnya seluruh sytem tubuh.

Darah jadi tak berkualitas, dan kesehatan seluruh tubuh otomatis akan terganggu. Oleh karena itu jika terlalu lama lambung bermasalah atau tak sembuh-sembuh, tentu akan menimbulkan bermunculannya penyakit-penyakit yang lain. Seperti jantung sering berdebar-debar, ginjal banyak residu karena endapan obat, ambeien karena sering sembelit akibat kurangnya serat, kurang darah atau tekanan darah rendah sehingga pandangan sering berkunang-kunang, kedinginan dan gemetar atau lemas mendadak dan berbagai keluhan yang kemudian muncul.

Maka saran saya, sayangilah tubuh Anda terutama lambung Anda yang sedang sakit, yang sedang tak bisa melaksanakan fungsinya dengan baik. Caranya ? Ya upayakan agar ia lekas sembuh, lekas baik dan bisa kembali normal bekerja melaksanakan tugasnya menggiling makanan.

Telat makan, melanggar pantangan sepertinya sepele. Tapi cobalah langgar sekali saja, beberapa menit kemudian Anda akan mengalami rasa yang sulit untuk diterjemahkan.

Seperti teman yang baru-baru ini saja mengalaminya. Ia penderita maag yang masih sangat awal baru 2 bulan. Namun penderitaan yang dialaminya seperti maag kambuhan yang sudah tahunan.

Sering mengalami sesak nafas, perut panas, tenggorokan sering radang, tengkuk berat, kepala pusingnya bukan main, mual dan berbagai rasa sakit yang aneh.

Saya mengamatinya secara serius dan cermat atas kasus yang menimpa -nya. Sepanjang pengamatan saya dan membaca dari literatur tentang penyakit, jika ia sakit maag biasa dan baru 2 bulan lamanya, biasanya tidak mengalami sesak nafas, tenggorokan sering merasa kering dan sering radang, dan jantung sering berdebar-debar kemudian lemas mendadak.

Saya menduga kemungkinan teman ini pernah mengalami GERD, atau paling tidak sebelumnya paru-parunya bermasalah karena polusi ekstern. Mungkinkah karena ia dulunya perokok ? Tapi saya mau menanyakan apakah teman ini dulunya seorang perokok ? Saya benar-benar tidak sampai hati untuk menanyakan hal itu mengingat teman ini seorang wanita.

Namun ketika dia mendesak bertanya kepada saya tentang keluhannya, sebenarnya sakit apakah dia. Saya tak bisa tidak mengatakannya secara jujur. Saya mengatakan, insya Allah Anda bukan sekedar menderita maag biasa, tapi sebelumnya pernah mengalami asam lambung yang naik keluar dari lambung, atau apa yang sering disebut dengan GERD.

Subhanallah ternyata ia dulu sudah periksa ke Dokter, dan dokter mengatakannya bahwa yang dialaminya adalah GERD. Kemudian dia bertanya, apakah kondisi yang dialaminya ini ada pengaruhnya dari rokok ? Karena ia kemudian berterus terang bahwa dulunya adalah seorang perokok.

Subhanallah…Alloh Hu Akbar..Tanpa saya banyak bertanya, Allah sudah berkenan menunjukkannya apa yang dialami sesungguhnya.

Ia sangat ketat menjaga pola makannya. Namun suatu saat terlupa, karena suatu kesibukan hingga ia terlambat makan. Kontan saja beberapa waktu sesudah itu kesehatannya seperti terpuruk.

Lemas, tubuh agak demam, mual, gemetar, kepala katanya rasanya seperti mau pecah. Lebih-lebih ketika kemarin sore ia nekat minta tolong tetangga untuk memboncengnya ke ATM untuk transfer memesan buku kepada penulis.

Sepulang dari transfer uang di ATM, katanya rasa badannya sudah tak karuan. Melalui konseling panjang di sms, ia banyak menanyakan tentang kondisinya. Apakah sakit maag bisa menjadi mundur kembali kondisinya hanya karena telat makan, hanya karena salah memilih menu makanan atau minuman, hanya karena kecapaian, hanya karena terforceer pikiran, atau hanya karena kurang istirahat ?

Pagi tadi seusai sholat subuh, teman ini sudah sms, mengatakan rasanya tak karuan seluruh badan, kepala rasanya mau pecah. Saya anjurkan untuk periksa dokter. Dan dia mengatakan bahwa pagi tadi mau periksa kerumah sakit. Dalam smsnya kepada saya teman ini mengatakan : Iya Bu, pagi ini saya mau kerumah sakit, kemungkinan saya akan opname.

Ya Allah sedih sekali saya membaca smsnya dan membayangkan bagaimana rasa tubuhnya, karena saya sudah sering mengalami apa yang teman rasakan pagi tadi.

Yuk kita doakan agar teman kita ini semoga tak jadi opname, dan lekas sembuh. Amin Ya Rabbal Alamiin.

Hanya karena telat makan, berakibat fatal !

Itulah yang hendak saya sampaikan. Jangan sepelekan melanggar pantangan sakit maag. Bukan hanya soal pantang makan ini makan itu, minum ini minum itu, namun juga harus mengetahui berbagai perilaku keseharian yang dapat memicu kambuhnya kembali sakit maag, atau menjauhkan Anda dari kesembuhan.

Semua itu sudah saya kupas tuntas dalam Buku Panduan Rahasia Sembuh Sakit Maag Kronis. Maka, sebaiknya, segeralah miliki agar Anda insya Allah segera sembuh.

Demikian dulu share pagi ini semoga Anda diberikan jalan kemudahan oleh Allah SWT. menuju kesembuhan Anda.

Alhamdulillahirabbil’alamiin

 

Purworejo, Edisi Revisi, 7 September 2024

Salam Penulis,
NiniekSS

 



 

Back To Top