CERITA TENTANG DAUN KELOR

CERITA TENTANG DAUN KELOR


Bismillahirrahmanirrahiim...


Hei..mungkin sahabat-sahabat sudah bosen yaa dengan tulisanku...tapi saya gak bosen kok dengan sahabat-sahabat yang setia mau baca tulisanku ini. Saya insya Alloh akan selalu mendoakan Anda agar senantiasa dilimpahi kesehatan dan kebahagiaan dari Alloh SWT...

Kali ini saya masih punya cerita lagi nih tentang 'daun kelor'...menurut mytos jawa daun kelor ini bisa untuk melepaskan semua ajian yang dimiliki oleh seseorang yang sedang dalam sakaratul maut tetapi mengalami kesulitan.

Saya bukan mau membahas masalah ini karena menurut tuntunan Islam, jika seseorang yang sedang dalam sakaratul maut dan mengalami kesulitan, seyogyanya dimohonkan ampun atas segala dosanya, dibacakan surat Yassin untuk meringankan perjalanannya, dan dibisikkan kalimah syahadat ditelinganya...agar bisa meninggal dengan husnul khotimah.

Tentang daun kelor ini….

Suatu hari saya dan suami saya mengunjungi saudara saya yang ada di Yogyakarta. Karena saudara saya ini kenalannya ada yang memesan jamu saya. Sayapun membawa jamu yang dipesan sesuai dengan keluhan yang dideritanya.

Kecuali itu saya juga membawa beberapa bungkus jamu yang umum, yang siapapun bisa minum, seperti jamu pegel linu, jamu nafsu makan, atau jamu awet muda. Jamu yang saya ramu adalah jamu 'ghodog' (yang memasaknya dengan direbus ).

Ketika saya mau pulang kerumah, sudah hampir maghrib waktunya, jarak dari rumah saudara di Yogyakarta kerumah saya di Purworejo sekitar satu setengah jam perjalanan naik bus. Tiba-tiba saudara saya meminta saya dengan sangat untuk mau diajak menengok saudaranya yang waktu itu sedang dirawat di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.  
 
Waktu itu saya bingung sekali, mau menerima ajakannya takut kemalaman dari Yogya nanti susah mendapat bis pulang. Tapi mau menolaknya benar-benar tidak enak dan tidak sampai hati. Akhirnya dengan perasaan berat sayapun dengan suami saya ikut ke Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.

Dari lorong ke lorong kami menyusuri bangsal rumah sakit Bethesda. Akhirnya sampailah saya keruangan dimana famili dari saudara saya itu dirawat. Saya mendengar suara berteriak teriak dari ruangan famili saudara saya itu. Tapi saya belum melihat orangnya.

Rupanya saudara saya itu sedang menyampaikan maksud kedatangannya kepada keluarga pasien, untuk mengenalkan saya kepadanya. Saya dengan suami saya menunggu diluar ruangan. Beberapa menit. Lalu tak berapa lama kemudian saudara saya itu muncul dari dalam ruangan, dimana pasien itu dirawat, diiringi wanita muda usia kira-kira 35 tahun.

Saudara saya, tanpa basa-basi, memperkenalkan saya kepada wanita itu, yang adalah isteri dari pasien yang dirawat, bahwa saya bisa mengobati. Lalu dia mengusulkan agar saya diijinkan membantu mengobati suaminya. yang sedang terbaring sakit. Rupanya yang sakit adalah suami dari ibu itu.

Saya menganggukkan kepala sambil mendekatinya untuk berjabat tangan. Ibu itu menjabat tangan saya penuh harap agar saya mau mengobati suaminya.

'Tolong sekali ya Bu' pintanya dengan sangat kepada saya.
 'Insya Alloh saya hanya bisa berusaha,mari kita sama-sama berdoa untuk kesembuhan Bapak,ya Bu...' jawab saya kepada ibu itu.

Ibu itu mengangguk sambil meneteskan air mata. Karena konon suaminya sudah empat hari dirawat dirumah sakit itu dan selama itu pula meraung-raung tanpa henti. Dokter belum bisa mendeteksi apa penyakitnya, sehingga hanya memberinya dengan vitamin-vitamin saja kepada suaminya dan pil penenang agar pasien tidak berteriak-teriak.

Tapi usaha dokter belum menampakkan hasil, karena walau suaminya sudah diberi pil penenang oleh dokter, masih saja berteriak-teriak tak jelas apa yang diteriakkannya tapi seperti orang kesakitan. 

Lalu secara reflek  saya langsung melangkahkan kaki masuk kedalam ruangan dimana pasien itu dirawat. Saya melihat seorang laki-laki gagah sedang lemas karena lelah, sedang berteriak-teriak kesakitan. Dia menderita sekali, wajahnya pucat, matanya nanar seperti kehilangan kesadaran.

Kedua kaki dan tangannya diikat dengan tempat tidur untuk menjaga agar pasien tidak melarikan diri. Tiba tiba mata bathin saya melihat bayangan orang hitam tinggi besar dan sangat kekar ada dibalik tubuh laki-laki itu, Sekilas wajah bayangan itu menatap penuh kebencian kepada saya. Sayapun tanggap pada keadaan.

Apalagi ketika melihat bayangan yang tinggi besar itu dengan leluasanya memukuli suami ibu itu yang tidak bisa memberikan perlawanan karena barangkali juga tidak mampu melihatnya, dan hanya bisa merasakan sakitnya dipukuli.

Dan ketika bayangan hitam itu memukuli suami ibu itu, tiba-tiba saja suami ibu itu berteriak-teriak meronta-ronta...Jadi suami ibu itu akan diam ketika bayangan itu tidak memukulinya. Ya jelas hal ini tentu akan membingungkan siapa saja yang melihatnya. Dokter ahlipun tentu akan bingung. Pasiennya itu menderita sakit apa kok seperti ini.

Sayapun tidak tega melihat penderitaan bapak itu. Dengan kepasrahan yang total saya serahkan sakit bapak itu kepada Alloh SWT Yang Maha Melihat Segala Hal Yang Tersembunyi sekalipun...

Tiba-tiba Bapak itu melengking panjang..lalu lemas..dan tidak berteriak-teriak lagi. Seiring dengan lengkingan panjang Bapak tadi saya lihat secara metafisika, bayangan orang hitam tinggi besar yang tadi berada dalam tubuh Bapak tadipun sudah tidak ada lagi.

Dan tiba-tiba saja melintas bayangan minuman daun kelor dihadapan saya, persis ketika saya dulu diminta mengobati kakak ipar saya Jakarta, yang selalu masuk angin tiap hari, punggungnya selalu pegal kalau belum dikeroki belum bisa sembuh. Alhamdulillah sembuh dengan minum air daun kelor yng saya dapatkan dari ilham.

Saat inipun ilham yang saya terima agar pasien diberi minuman daun kelor. Sayapun lalu sampaikan hal itu kepada isteri pasien, agar segera mencari daun kelor. Kalau perlu malam itu juga. Dan agar membuat minuman dari daun kelor itu seperti kalau kita membuat menuman teh.

Saya tidak menunggu lama di RS. sayapun langsung pulang karena pasien itu saya lihat sudah tertidur nyenyak. Menurut isterinya, suaminya sejak masuk empat hari yang lalu di rumah sakit itu tak bisa tidur sedikitpun sehingga membuatnya sangat repot menungguinya.

Isterinya sangat senang dan lega melihat suaminya bisa tidur sangat nyenyak. Terlihat  bapak itu sangat kelelahan. Sayapun pulang dengan penuh syukur dan kelegaan,  karena atas ijin Alloh malam itu saya bisa berbuat suatu kebaikan kepada orang lain, sehingga sedikit bisa meringankan bebannya.

Sepanjang perjalanan pulang naik bus saya banyak merenung...Betapa Alloh sungguh Maha Besar, Maha Kasih dan Maha segalanya.
Seminggu kemudian saya menerima sepucuk surat dari seseorang yang tidak saya kenal. Tapi alamatnya jelas untuk saya. Saya buka surat itu. Saya sangat penasaran apa isinya. 

Ternyata surat ucapan terima kasih dari Bapak yang kemarin itu saya tolong di RS. Bethesda Yogyakarta.. Dia menceritakan bahwa setelah minum air daun kelor atas anjuran saya itu, hanya selang dua hari dokter mengijinkannya pulang dari Rumah Sakit.
Allohu Akbar..Alhamdulillah Ya Alloh atas ridhoMu yang telah memberi kesembuhan kepada Bapak itu.

Sampai disini dulu sahabat...

Mari kita bergandengan tangan bahu membahu, untuk senantiasa meringankan penderitaan sesama kita yang membutuhkan, dengan apapun yang kita mampu. Ingat ! Bahwa harta kita yang sesungguhnya adalah yang kita berikan kepada siapapun dengan ikhlas, bukan yang sekarang ada dan kita miliki. Karena semua ini bisa hilang dalam sekejab kalau Alloh sudah menghendakinya. Akan tetapi amal yang kita perbuat sekarang dengan ikhlas, inilah yang kelak akan menemani kita dalam perjalanan menuju ke HaribaanNya.

Semoga bisa diambil hikmahnya.

Salam Penulis,
Niniek SS

 


 

 


 

Labels: KISAH NYATA

Thanks for reading CERITA TENTANG DAUN KELOR. Please share...!

0 Komentar untuk "CERITA TENTANG DAUN KELOR"

Back To Top