Bismillahirrahmanirrahiim,
Saudara-saudaraku sependeritaan sakit maag, Anda tentu penasaran membaca judul Pengalaman Menarik Terapi Dengan Morinda, dan yakin akan segera melahap habis apa yang akan saya sampaikan.
Namun terlebih dahulu doa saya, semoga setiap artikel dalam blog ini bisa menambah wawasan Anda akan sakit maag, sehingga membantu Anda untuk memperoleh kesembuhan Anda. Amiin.
Saya punya sahabat sakit maag, namanya Mas Ateng dari Bone-Bone Sulawesi Selatan. Mas Ateng ini ternyata asli Jawa namun sudah merantau lama di Bone-Bone. Dan jika Mas Ateng tilpun konsultasi, kami ngobrol dengan bahasa Jawa yang kental.
Sakit maagnya sudah lama sekali ( maaf saya lupa sudah berapa lama ). Kambuhan. Kadang sembuh. Kadang kambuh.
Nah terakhir, benar-benar ambruk hingga berbulan-bulan tak bisa bangun dari tempat tidur. Pasalnya, ketika merasa sudah sembuh, mas Ateng mengikuti sebuah MLM produk kesehatan. Dengan semangat menggebu ia menjalankan misi visi MLMnya, kesana kemari mengembangkan jaringannya juga agar bisa selalu menutup poin pada bulan yang bersangkutan agar insentifnya bisa keluar.
Tentu aktifitasnya sangat padat dan mobilitasnya sangat tinggi, sehingga sudah lupa kalau dirinya punya riwayat sakit maag kambuhan. Sering lupa makan dan jarang memperhatikan masa istirahatnya. Sehingga jatuhlah ia, sakit maagnya kambuh lagi, dan inilah yang terparah sepanjang masa kambuh sakitnya.
Yang merawatnya adalah ibu dan mbaknya. Alhamdulillah ibu dan embaknya adalah orang-orang yang sabar, sehingga selalu merawat mas Ateng dengan penuh kasih sayang.
Bagaimanapun mbaknya Mas Ateng juga sangat prihatin melihat adiknya yang masih bujangan itu hanya bisa tergolek ditempat tidur tak bisa apa-apa.
Mas Ateng sendiri, meskipun lemas tergolek ditempat tidurnya, dengan hp sederhananya terus berusaha mencari informasi untuk kesembuhan-nya di internet.
Suatu saat ia menemukan blog "Solusi Sakit Maag" saya, dan membaca setiap artikel yang ada. Akhirnya mas Ateng memutuskan untuk menghubungi saya. Dan Alhamdulillah, ketika itu saya sedang senggang, pas tak ada yang menelepon, jadi kami bisa ngobrol cukup lama mengenai sakitnya.
Mempertimbangkan kondisinya yang sangat parah, saya langsung menyarankannya untuk terapi minum air mentah dan terapi dengan morinda. Hal ini menarik minatnya.
Sayang, disekitar tempat tinggalnya jauh dari sumber mata air yang higyenis. Walau akhirnya berhasil pula mendapatkannya agak jauh dari rumahnya.
Singkat ceritera akhirnya, mas Atengpun memesan morinda kepada saya 1 paket. Terdiri atas 2 botol morinda (Tahitian Noni Morinda) @ 1 liter.
Setelah paket morinda sampai ketangannya, ia segera menghubungi saya untuk mohon dipandu cara minumnya. Saya menyarankan untuk minum dari dosis yang paling rendah dulu, yaitu 1 sendok makan.
Katanya belum terasa apa-apa. Saya sarankan untuk lanjut ke dosis 2 sendok makan pagi sesudah makan dan 2 sendok makan sore sesudah makan. Katanya juga reaksinya tak seberapa, akhirnya dia tingkatkan sendiri dosisnya menjadi 3 sendok makan pagi dan dan 3 sendok makan sore.
Mas Ateng, mungkin karena saking inginnya cepat sembuh, bukan hanya sehari 2 kali minumnya, namun 3 x dalam sehari.
Terus mas Ateng lapor bahwa waduuh reaksinya uuenak tenan Bu..he he tapi dia pantang menyerah, karena sudah sangat yakin dengan informasi tentang morinda yang saya sampaikan kepadanya sebelumnya.
Dengan dosis 3 sendok makan, masih tetap bisa bertahan maka dia lanjut dengan dosis 4 sendok makan pagi, 4 sendok makan siang dan 4 sendok makan sore, yang semuanya diminum sesudah makan.
Ini dia yang ditunggu-tunggu. Mas Ateng teler selama 5 hari bener-bener seperti orang pingsan saja. Katanya rasanya tak karuan. Tubuh demam panas dingin. Timbul seperti sariawan diseluruh mulutnya. Seluruh badannya sakit semua, kepala nggliyeng tak karuan.
Hingga saya sendiri cukup kecut hatinya, karena mas Ateng tak menuruti nasehat saya untuk menyesuaikan dosis minumnya sesuai dengan kondisi atau kemampuan tubuhnya dalam merasakan akibat dari reaksinya.
Meskipun berkali-kali saya anjurkan untuk menurunkan dosisnya, mas Ateng tetap berpegang pada pendirian, sekalian aja merasakan reaksinya, lebih berani menahan ketidak nyamanan atas reaksinya mudah-mudahan juga akan lebih cepat datangnya kesembuhan.
Saya sempat mengalami cemas 3 hari karena mas Ateng tak bisa dihubungi. Saya ingin tahu bagaimana perkembangan lebih lanjut setelah konsumsi dengan 4 sendok makan 3 kali sehari. Astaghfirullahaladziim…kenapa ya…ada apa yaa..kok mas Ateng tak bisa dihubungi dan tak menghubungi saya ?
Jika terjadi kenapa-kenapa, sudah barang tentu keluarganya, akan menghubungi saya untuk memberitahu. Tapi kok tidak ? Saya agak tenang karena tidak ada fihak keluarga dari mas Ateng yang menghubungi saya. Berarti insya Allah aman-aman saja.
Beberapa hari kemudian saya menerima telpon dari no mas Ateng. Untuk beberapa saat saya tak berani mengangkat, jangan-jangan…ah saya tepis pikiran buruk yang melintas dalam pikiran saya.
Lalu saya memberanikan diri untuk mengangkatnya, apapun yang terjadi aku harus berani menghadapinya, begitu pikir saya. Setelah saya angkat, eh…ternyata mas Ateng sendiri yang mengangkatnya.
Subhanallah…Alhamdulillah…saya merasa benar-benar lega ketika mendengar tawa mas Ateng dari seberang telephone.
Saya sempat berang sama mas Ateng yang beberapa hari sulit dihubungi dan tak mau menghubungi saya. Bikin cemas saja !
Tawanya yang renyah didalam telephone menandakan bahwa ia saat itu kesehatannya sangat baik. Ia menceritakan bahwa beberapa hari dia tidak menghubungi saya karena memang dirinya sedang benar-benar klenger merasakan reaksi dari morinda, kecuali itu hpnya sudah dijualnya untuk membeli morinda ! Subhanallah…
Tapi, meskipun kepalanya kliyengan tak karuan, ada perubahan yang dia rasakan walau keadaannya klenger. Rasa sakit pada lambungnya sudah tak ada sama sekali setelah 5 hari menderita kelenger.
Ia bisa jalan-jalan keluar kamar, bahkan bisa menyapu halaman sedikit demi sedikit, lalu bisa membantu ibunya mencuci piring di dapur. Keluarganya bersyukur sekali atas perubahan yang terjadi ini.
Mas Ateng juga banyak mengucapkan terima kasih bahwa saya selalu sabar dalam memandu kesembuhannya. Meskipun sekarang belum sembuh total, paling tidak sudah tidak lagi selalu tergeletak di tempat tidur. Paling tidak sudah tak merepotkan lagi ibu dan mbakyunya untuk merawatnya.
Ia bisa mengambil nasi sendiri, mengambil sayur yang telah dimasakkan oleh ibu atau mbakyunya. Tidak dilayani lagi di tempat tidurnya.
Tetangganya juga pada heran melihat mas Ateng sudah kelihatan sembuh bisa keluar dari kamar dan menyapu halaman. Mas Ateng juga dengan penuh semangat menceritakan bahwa Allah memberikan kesembuhan kepadanya lantaran ia minum morinda.
Namun masih ada hal yang dirasakannya cukup mengganggu. Yaitu rasa kliyengannya, pusing yang masih dirasakannya. Belum sembuh.
Mengapa ya lambungnya sudah baik, tapi kok kliyengannya dikepala masih terasa sangat berat dan menyiksa ?
Saya menyampaikan bahwa didaerah atas, dibagian kepalanya, morinda sedang bekerja menormalisir organ otak dengan membersihkan residu yang mengganggu pada syaraf otaknya.
Usut-punya usut, ternyata selama beberapa bulan ia sakit, ketika berobat ke dokter selalu diberikan obat penenang dosis agak tinggi. Pantas saja reaksi yang terberat ada dibagian kepalanya. Lambungnya sudah baik kok kepalanya masih berat kliyengan.
Kita menjadi tahu, bahwa obat penenang untuk kepentingan pengobatan apapun selalu meninggalkan bekas di syaraf otak, jadi ketika kena morinda, dan morinda sedang bekerja dibagian otak, pasti rasanya akan pusing atau tidak nyaman sekali.
Alhamdulillah, ketika mas Ateng sedang kebingungan mencari solusi untuk menyembuhkan kliyengannya, ada salah seorang kesaksian ibu di internet bahwa ia dulu waktu sakit maag juga mengalami kliyengan yang berat, terus diberitahu oleh Bapak-bapak dari suku pedalaman di Kalimantan, jika ingin menghilangkan kliyengan, makan saja bubur tepung kanji.
Ternyata setelah ibu itu minum bubur tepung kanji, Alhamdulillah kliyengannya bisa sembuh dengan obat yang mudah dicari dan harganyapun sangat murah.
Mas Ateng segera menghubungi ibu tersebut dan diberitahu caranya membuat bubur kanji. Yaitu ambil 2 sendok makan tepung kanji, larutkan dengan air hingga cukup encer, beri air mendidih, maka akan menjadi bubur kanji yang siap dikonsumsi, ketika masih panas bisa tambahkan dengan gula merah yang sudah diiris tipis-tipis.
Resep inipun segera dipraktekkan oleh mas Ateng, Alhamdulillah dalam 3 hari kliyengannya sudah sangat berkurang.
Namun mas Ateng tetap akan menuntaskan pengobatannya dengan Morinda, karena ia telah sangat yakin dan telah membuktikannya, bahwa sebagian keluhannya telah lenyap setelah terapi minum morinda.
Semoga kisah Pengalaman Menarik Terapi Dengan Morinda ini menambah wawasan kita atas morinda, bahwa tak perlu kita takut minum morinda. Karena produk morinda sangat bisa dipertanggungjawabkan baik secara kualitas bahan, kualitas pengolahan, hasil produksinya, serta uji klinis obat, uji klinis manfaat, dan pengujian hasil dilapangan kepada 27.000 penderita dengan berbagai keluhan dengan hasil yang sangat mengagumkan.
Asal dosis dimulai dari yang terendah dan selalu disesuaikan dengan daya tahan seseorang dalam mengalami reaksinya.
Jangan sembarangan membeli produk Noni dari sembarang orang. Karena diluaran ada sekitar 350 Produk Noni yang palsu... Silahkan pesan lewat saya, yang jelas sudah sering membimbing sahabat-sahabat sakit maag hingga kesembuhannya, baik dengan Terapi Air Mentah, Terapi Dengan Morinda ataupun Terapi dengan Tepung Kerut.
Silahkan pelajari apapun yang saya tulis di blog ini dengan mendetail, agar Anda memperoleh manfaat yang sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT senantiasa mengampuni dosa-dosa kita, sahabat setia Blog "Kisah Nyata NiniekSS", melimpahi Anda dengan Rahmat Kesembuhan, dan senantiasa melindungi Anda dengan Kasih SayangNya. Amiin Ya Rabbal Alamiin.
Apapun keluhan Anda akibat sakit maag, tak perlu Anda berkecil hati, karena kini telah hadir Buku Panduan Sakit Maag, yang alhamdulillah telah banyak membantu kesembuhan para penderita sakit maag di seluruh Indonesia. Kini giliran Anda untuk memilikinya. Pesan dan miliki segera, sebelum kehabisan, karena saking banyaknya peminat. Lihat Disini !
Alhamdulillahirabbil'alamiin.
Edisi Revisi, Purworejo, 7 September 2024
Salam Penulis,
Niniek SS
Thanks for reading PENGALAMAN MENARIK TERAPI DENGAN MORINDA . Please share...!

0 Komentar untuk "PENGALAMAN MENARIK TERAPI DENGAN MORINDA "